Arab Saudi Akan Tambah Pemotongan Produksi Minyak

DAVOS, SURFINGPOST.com — Dalam pertemuan forum economi dunia di Davos Swiss, Sabtu (21/01/2017.  Menteri Perindustrian Dan ESDM Arab Suadi Khalid Al-Falih menegaskan kembali komitmen negara tersebut  untuk mematuhi kesepakatan pemotongan produksi minyaknya.
“ Pemotongan produksi minyak yang telah disepakati  Negara anggota OPEC perlu dijalankan dengan serius supaya harga minya mengalami peningkatan dan memberikan keuntungan bagi Negara masing-masing” dikutip dari marketwatch.
Selain itu, arab Saudi juga akan menambah pemotongan produksi  minyaknya sekitar 558,000 barrel perhari.
Dalam peradagangan di  New York Mercantili Exchange  Jum’at (20/01/2017), untuk Kontrak pembelian minyak dunia dipatok$52.37  dollar mengalami kenaikan $1.05, atau 2% . Sedangkan di London’s ICE Futures exchange  harga minyak dunia di tutup di harga  $55.49 perbarel mengalami penguatan by $1.33, atau 2.5%.
Penguatan harga minyak sendiri mengalami reli peningkatan sejak Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atauOrganization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) sepakat pada kamis, ( 01/12/2016). Untuk memotong produksi minyak pertama sejak 2008. OPEC memutuskan untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1,2 juta barel per hari (bph).
Editor       : Taufiq Hidayat
sumber    : marketwatch.com

Saham Yang Bisa Trend Pasca Pelantikan Trump, 22 Januari 2017

Tanggal 20 Januari kemarin, Amerika Serikat baru saja melantik presiden baru. Presiden ke-45 yang akan memimpin negara tersebut. Awal terpilihnya presiden ini sempat membawa guncangan pada pasar dunia. Presiden tersebut ialah Donald Trump.

IHSG ditutup menurun 45 point pada hari Jumat, 20 Januari 2017. Mengindikasikan kepanikan pasar akan pergantian pemimpin baru di Amerika Serikat, dan ini sudah biasa.
Kepanikan yang terjadi adalah karena ketidakpastian akan kemana arah perekonomian Amerika Serikat di tangan presiden Donald Trump. Trump juga dikatakan menyiapkan kebijakan-kebijakan yang cukup “ekstrim” yang mengancam perekonomian beberapa negara. Tapi bukan berarti dengan terpilihnya Trump maka semua hancur.
Untuk sekarang memang sebaiknya wait and see karena ketidakpastian yang akan ditimbulkan dari kepemimpinan Trump nanti, namun saya melihat ada beberapa saham yang bisa membentuk trend jangka pendek dengan pelantikan Trump ini, dan dapat dengan mudah diidentifikasi karena saham-saham ini berasal dari grup yang sama, yaitu saham-saham grup Hary Tanoesoedibjo. Kemungkinan terjadinya trend ini adalah karena kedua pihak memiliki kerjasama bisnis. Salah satunya hotel mewah Trump di Bogor.
Trend yang mungkin terjadi ini saya perkirakan akan terjadi dalam jangka pendek. Alasannya sederhana, kerjasama ini tidak ada pengaruhnya dengan kepemimpinan Trump. Jadi trend naik yang akan terjadi adalah permainan bandar memanfaatkan adanya kerjasama antara Hary Tanoe dengan Trump saja.
watch : MNCN, BHIT, KPIG, BMTR