Langsung ke konten utama

Postingan

Cara Mengatasi Saham Nyangkut yang Turun Dalam

Seperti halnya ada panas dan ada hujan, kondisi ekonomi Indonesia bukan hanya pernah mengalami masa-masa terbaik, tetapi juga pernah mengalami masa yang sangat buruk. Hal ini berlaku pula untuk pasar modal. Anjloknya pasar modal pernah terjadi pada tahun 1998 dan 2008. Pada tahun 1998, terjadi krisis finansial dengan inflasi yang mencapai 58%. IHSG terjun ke level 398. Kondisi yang hampir sama berulang 10 tahun setelahnya. Pada tahun 2008, terjadi krisis yang dipicu oleh skandal sub-prime mortgage di Amerika Serikat yang membuat pasar modal di seluruh dunia mendadak kolaps.
12 tahun kemudian, di tahun 2020, penyebaran virus corona (Covid-19) menimbulkan kekhawatiran secara global dan berimbas negatif pada pasar saham di Indonesia. Banyak investor asing memilih untuk melarikan modalnya pada aset-aset safe haven seperti emas dan surat utang dan perlahan mulai melepas kepemilikan investasinya di Bursa Efek Indonesia. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Tentu ada cara bijak dalam menghadapi …

Investor Asing Beli SBN hingga 10 Trilyun selama Mei 2020

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan investor asing mulai membeli surat berharga negara (SBN) hingga hampir Rp10 triliun sepanjang Mei 2020.
Menurutnya, masuknya modal asing atau capital inflow terjadi seiring membaiknya situasi perekonomian global di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
"Minggu kedua Mei, terjadi capital inflow asing di SBN itu totalnya Rp6,15 triliun. Ini terjadi dalam waktu tiga hari, yaitu 18-20 Mei," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (28/5/2020).
Sementara itu, Perry mengungkapkan capital inflow dari investor asing juga terjadi pada awal Mei 2020, yaitu sebesar Rp2,97 triliun.
Dia menilai kondisi tersebut membuktikan bahwa kepanikan global semakin mereda seiring membaiknya penanganan Covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sayangnya, penambahan portofolio asing tidak terjadi pada bursa saham. "Saham justru mengalami [capital] outflow dimana pada minggu kedua tercatat modal keluar Rp2,72 triliun. Ini berkaitan p…

Pendapat Moody's Terkait PT United Tractors Tbk (UNTR)

Moody's menegaskan rating PT United Tractors Tbk (UNTR) di level Baa2 dengan prospek stabil. Penegasan ini mencerminkan neraca keuangan United Tractors yang kuat. 
"United Tractors juga memiliki posisi yang kuat di bisnis jasa penambangan dan alat berat serta didukung profil likuiditas yang sangat baik sehingga pelemahan harga batubara dan perlambatan permintaan akibat pandemi virus corona bisa terjaga," ujar Stephanie Cheong, Analis Moody's. United Tractors dianggap memiliki kebijakan keuangan yang konservatif dan transparan. UNTR juga tidak tergantung pada utang luar negeri sehingga saat pendapatan dan arus kas turun tidak akan menimbulkan banyak masalah. 
UNTR juga berhasil mempertahankan leverage terlihat dari utang per EBITDA berada di bawah 1,5 kali selama 15 tahun terakhir. Pada 31 Maret 2020, leverage yang disesuaikan di 1,1 kali dengan posisi saldo kas tunai lebih dari utang yang dibukukan. 
Namun demikian, penurunan harga batubara akan membebani pendapatan dan…

Prospek Saham MYOR setelah PSBB Dihentikan

Pelonggaran maupun penghentian lockdown di sejumlah negara diperkirakan bakal memperbaiki penjualan emiten yang didukung oleh ekspor. Salah satunya adalah produsen makanan dan minuman PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Mengingat, pendapatan MYOR pada kuartal I-2020 turun 10,55% secara tahunan menjadi Rp 5,38 triliun. Penurunan pendapatan ini disebabkan oleh merosotnya penjualan ekspor sebesar 32,15% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,63 triliun atau setara 30,2% dari total pendapatan MYOR.
Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, karantina wilayah yang terjadi di sejumlah negara membuat ekspor pada kuartal I-2020 terkendala. "Penurunan tingkat lockdown di beberapa negara seharusnya dapat menjadi efek positif pada MYOR ke depannya," kata dia kepada Kontan.co.id, Kamis (28/5).
Memang, penjualan MYOR ke wilayah Asia pada triwulan pertama tahun ini berkurang 31,98% yoy, dari Rp 2,26 triliun menjadi Rp 1,54 triliun. Sementara itu, ekspor ke negara-negara di luar Asi…

Harga Emas, Tensi Global dan Pengangguran di Amerika

Harga emas melanjutkan penguatan menjelang akhir pekan ini. Harga emas sudah naik sejak perdagangan kemarin akibat kenaikan tensi politik global, terutama karena perseteruan Amerika Serikat (AS) dan China soal Hong Kong.
Jumat (29/5) pukul 7.19 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.721,85 per ons troi. Harga emas spot ini sudah naik 0,20% dari posisi penutupan perdagangan kemarin yang juga naik 0,52%.
Meski menguat dalam dua hari perdagangan terakhir, harga emas masih turun 0,74% dalam sepekan dari posisi US$ 1.734,68 per ons troi pada akhir pekan sebelum Lebaran.
Sempat turun karena harapan perbaikan ekonomi akibat pelonggaran lockdown, harga emas naik lagi karena kenaikan tensi hubungan AS-China. AS berniat mengenakan sanksi kepada China yang memperkuat keberadaan di Hong Kong.
"Kenaikan tensi antara AS-China, serta data ekonomi yang negatif menjadi penopang harga emas," kata David Meger, director of metals trading High Ridge Futures kepada Reuters.
Klaim tunjangan pengangguran …

Jadwal Pembagian Dividen Saham ADRO Tahun 2020

Emiten tambang batubara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan membagikan dividen tunai hingga US$ 250,13 juta atau 62% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  tahun 2019.
Adapun sebesar US$ 150,01 juta telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 15 Januari 2020. Sementara itu, sebesar US$ 100,12 juta sisanya dibayarkan sebagai dividen tunai final.
Berdasar pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Kamis (28/5), setiap satu saham ADRO akan mendapat dividen tunai US$ 0,00782. Adapun pembagian dividen tunai dilakukan dalam mata uang rupiah mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia saat recording date 5 Juni 2020.
Berikut jadwal pembagian dividen ADRO:
Cum dividen di pasar reguler & pasar negosiasi: 3 Juni 2020 Ex dividen di pasar regular & pasar negosiasi: 4 Juni 2020 Cum dividen di pasar tunai: 5 Juni 2020 Ex dividen di pasar tunai: 8 Juni 2020 Tanggal pencatatan (recording date): 5 Juni 2020 Pembayaran dividen tunai: 19 Juni 2020
Asal tahu saja,…

Rekomendasi Saham Mirae Asset | MDKA, INCO, SMBR

IHSG Daily, 4,716.19 (+1.61%), prone to correction,trading range 4,680-4,760. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik namun mulai terbatas. Pada periode weekly  indikator MFI optimized  dan indikator W%R optimized masih bergerak naik. Daily support di 4,680 dan daily resistance di 4,760. Cut loss level di 4,440.
MDKA Daily, 1,250 (-2.34%), buy on weakness, trading range 1,215 – 1,250. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized cenderung koreksi terbatas. Daily support  di 1,215 sementara itu daily resistance di 1,250. Cut loss level di 1,180.
INCO Daily, 2,830 (-2.75%), buy on weakness, trading range 2,800– 2,930. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support  di 2,800 sementara itu daily resistance  di 2,930 Cut loss level  di  2,770
SMBR Daily 288 (+0.70%), buy on weakness, trading range 284 – 300 Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized cenderung naik . Perkiraan daily support di 2…

Saham Online di Facebook