google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif

Budi Said, 'Crazy Rich' Surabaya, yang Beli Emas Antam 7 Ton

Putusan Mahkamah Agung (MA) atas dengan memenangkan pengusaha Surabaya, Budi Said melawan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di tingkat kasasi membuat heboh jagat investasi emas. Pasalnya jumlah emas yang dibeli Budi dari Antam cukup besar, sebanyak 7 ton atau nyaris senilai Rp 6,5 triliun.  Berdasarkan harga emas Antam di website logam mulia, harga emas Antam seberat satu kilogram senilai Rp 917.786.400. Jika membeli sebanyak 7 ton, artinya Budi membayar sebanyak Rp 6,42 triliun.  Budi Said Lalu pertanyaannya, siapa sebenarnya Budi Said bisa memiliki uang sebanyak itu? Sebelum menjelasakan profil Budi, berikut ini adalah putusan MA atas kasus sengket Budi Said melawan Antam, dimana kasus bermula saat Budi Said membeli emas 7 ton emas dari Antam pada 2018. Namun dalam perjalanannya, Budi Said baru menerima 5.935 kg. Merasa dirugikan, konglomerat yang memiliki perusahaan properti di Surabaya itu menggugat sejumlah pihak. Pihak yang digugat tersebut adalah sebagai berikut: PT Aneka Ta...

9 Kutipan Terbaik Investor Legendaris Peter Lynch

Investor legendaris Peter Lynch memperingatkan agar tidak berspekulasi, menguraikan kapan harus membeli dan menjual saham, dan menggarisbawahi kesia-siaan mencoba mengatur waktu pasar dalam wawancara langka dengan Fidelity. Pemetik saham legendaris dan penulis "One Up on Wall Street" ini menekankan dalam wawancara beberapa waktu lalu bahwa investor perlu melakukan penelitian mereka sendiri, menahan keberanian mereka selama aksi jual, dan terbuka terhadap berbagai peluang. Lynch terkenal karena memberikan pengembalian tahunan sebesar 29% selama 13 tahun sebagai manajer dana Magellan Fidelity, dan mengembangkan aset yang dikelolanya dari US$ 18 juta pada tahun 1977 menjadi US$ 14 miliar pada tahun 1990. Berikut adalah 9 kutipan terbaik Lynch, diedit ringan dan diringkas untuk kejelasan: 1. "Di pasar saham, organ terpenting adalah perut. Bukan otak." (Lynch menjelaskan bahwa investor perlu mengetahui toleransi rasa sakit mereka, dan seringkali berhasil jika mereka hany...

Kisah JP Morgan, Pebisnis yang Selamatkan Ekonomi AS dari Krisis

J.P. Morgan adalah pria kelahiran Inggris yang bisa dibilang telah berjasa menyelamatkan ekonomi Amerika Serikat (AS) dari ancaman krisis. Dia mampu menyelamatkan ekonomi negara tersebut berkat kesuksesannya di dunia bisnis. Berikut ini kisah inspiratifnya. Dikutip detikFinance dari biography.com, seperti ditulis Senin (11/3/2019), Morgan lahir dari keluarga Inggris terkemuka pada tahun 1837 di Hartford, Connecticut. Setelah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1857, Morgan pindah ke New York untuk bekerja sebagai pegawai di Duncan, Sherman & Co., perusahaan milik ayahnya di cabang Amerika. Pada tahun 1864, atas desakan sang ayah, dia menjalin kerja sama dengan Charles Dabney untuk membentuk Dabney, Morgan & Co. Dengan pensiunnya Dabney pada tahun 1871, Morgan bergabung dengan bankir Philadelphia Anthony Drexel untuk mendirikan Drexel, Morgan & Co. Pada tahun 1879, William Vanderbilt menawarkan penjualan 250.000 saham di New York Central Railroad. Morgan melakukan transak...

John Rockefeller, Bos Minyak Bertangan Dingin nan Dermawan

John Davidson Rockefeller atau biasa disingkat dengan John D. Rockefeller merupakan seorang raja minyak dari Amerika Serikat (AS). Kisah inspiratif John Rockefeller dikenal di seluruh dunia karena tangan dinginnya dalam menjalankan bisnisnya. John sendiri lahir pada 9 Juli 1839 di sebuah desa pertanian miskin dekat Ricford, New York, AS. John merupakan pendiri dan pemilik perusahaan pengilangan minyak bernama Standard Oil, bahkan berhasil menjadi yang terbesar di AS hingga kini. Di umurnya yang baru 16 tahun John telah bekerja sebagai seorang ahli pembukuan pada sebuah perusahaan perdagangan. Dia bekerja selama beberapa tahun di tempat tersebut mengurusi transaksi transportasi yang rumit untuk perusahaan, bersaing dengan kekacauan kereta api dan jadwal pengiriman abad ke-19. Tidak puas menjadi seorang ahli keuangan, tepat sebelum menginjak usia 20, atau sekitar pada tahun 1859, John dan seorang tetangganya, Maurice Clark, membentuk sebuah perusahaan kemitraan dengan investasi awal $ 4....

Alexey Mordhasov, Anak Buruh Pabrik yang Jadi 'Juragan' Baja Dunia

Ada yang kenal dengan Alexey Mordashov? Namanya mungkin kurang populer dibanding tokoh-tokoh orang terkaya dunia lainnya tapi kisahnya menjadi miliuner bisa jadi salah satu yang paling inspiratif untuk disimak. Mordashov merupakan seorang miliarder asal Rusia yang berhasil menguasai industri baja dunia. Perjalanan pria ini untuk jadi miliuner cukup panjang. Siapa sangka seorang karyawan reguler dari sebuah pabrik ternyata berhasil menjadi miliuner. Lahir dari keluarga pekerja, Mordhasov mewarisi sikap kerja keras dari ayahnya yang hanya seorang buruh pabrik. Dengan tekad yang kuat, akhirnya Mordashov dapat menyelesaikan studinya di Institut Ekonomi-Teknik Leningrad. Mordashov mengawali karirnya dengan bekerja di Pabrik Metallurgical Cherepovetskiy pada tahun 1988 sebagai salah satu penasihat ekonomi. Kinerjanya di perusahaan tersebut cukup kinclong hingga akhirnya pada tahun 1992, setelah Uni Soviet lama runtuh, ia dilirik oleh Severstal, perusahaan baja terbesar di Rusia. Dia ditunjuk...

'Wonder Woman' Bangkok yang Jadi Miliarder di AS Berharta Rp 42 T

Thai Lee adalah salah satu dari sedikit wanita di dunia yang sukses mengembangangkan usahanya sendiri. Perusahaannya yang bernama SHI International berkembang pesat berkat usahanya sendiri. Kesuksesannya lewat usaha yang dimulai dari nol tentu membuat kita berdecak kagum. Tak salah jika harus menyematkan predikat wonder woman terhadap sosok wanita kelahiran Bangkok, Thailand ini. Thai Lee lahir pada 60 tahun silam. Bisnis yang dia awali terbilang sangat sederhana. Dia bekerja di kantor kecil tepat di depan peternakan yang berisi hanya 5 karyawan junior. Tapi kini perusahaannya yang bergerak dalam bidang peranti lunak menjadi perusahaan raksasa. SHI International salah satu perusahaan IT yang paling dihormati di dunia. Kini perusahaannya memiliki 3 ribu karyawan di seluruh dunia. Pendapatannya mencapai US$ 6 miliar. SHI International menjual segala sesuatu mulai dari perangkat keras dan perangkat lunak, menjadi pihak ketiga hingga aplikasi khusus dan layanan konsultasi. SHI memilik 17.5...

Ini Dia Orang Terkaya di Zimbabwe, Hartanya Rp 50 T

Kisah para miliarder dunia memang tak pernah membosankan untuk disimak. Apalagi, jika kesuksesan yang didapat berasal dari perjuangan yang tidak mudah. Hal itu juga terdapat pada kisah Strive Masiyiwa, yang tercatat menjadi orang paling kaya di Zimbabwe. Forbes mencatat, kekayaan Masiyiwa saat ini mencapai US$ 3,6 miliar atau setara dengan Rp 50,4 triliun (kurs Rp 14.000). Masiyiwa sendiri berada di urutan 8 orang terkaya di Afrika dan berada di posisi 916 orang terkaya dunia. Merunut jauh ke belakang, Masiyiwa lahir pada 29 Januari 1961. Keluarganya merupakan pekerja keras yang tinggal di Rhodesia Selatan yang kemudian berubah menjadi Zimbabwe. Paa saat itu, pemerintah Ian Smith runtuh. Mengetahui potensi kerusuhan politik dan ekonomi, keluarganya pindah pada 1968 Kitwe. Di tempat rantau keluarganya cukup sukses. Tahun 1973, orang tua Masiyiwa mampu menyekolahkannya ke luar negeri. Di usia 12 tahun, Masiyiwa menempuh pendidikan di Edinburg, Skotlandia. Setelah lulus di 1978 atau saat ...

Petr Kellner, Manusia Berharta Rp 215 T yang Low Profile

Petr Kellner merupakan salah satu orang terkaya di Republik Ceko. Ia menguasai beragam bisnis, dari asuransi, pembiayaan, hingga sektor energi. Petr bahkan tercatat dalam jajaran miliarder dunia versi Forbes. Forbes mencatat, kekayaannya saat ini mencapai US$ 15,4 miliar atau setara dengan Rp 215,6 triliun (kurs Rp 14.000). Ia berada di urutan 73 orang terkaya di dunia. Meski kaya raya, Petr terkenal low profile. Tak banyak referensi yang mengulas kehidupan pribadi maupun perjalanan bisnisnya. Petr memulai bisnisnya dengan bekerja sebagai distributor perlengkapan kantor di tahun 1990. Tak lama setelah itu, ia menjalani bisnis sendiri dengan mendirikan perusahaan investasi bernama PPF di tahun 1991. Usai mendirikan perusahaan investasi itu, Petr menggelar kampanye besar-besaran untuk menarik para investor. Singkat cerita, bisnisnya pun berkembang pesar. PPF kemudian mengakuisisi saham dari sekitar 200 perusahaan senilai 5 miliar Czech crown. Petr fokus pada binis pembiayaan konsumen mel...

Miliuner Berusia 100 Tahun Ini Masih Rajin ke Kantor

Pendiri Pacific International Lines (PIL) Chang Yun Chung saat ini sudah berusia 100 tahun, namun ia masih tetap rajin datang ke kantornya. Padahal, ia telah mewariskan perusahaan yang ia dirikan kepada sang putra yang bernama Teo Siong Seng pada awal tahun ini. Warga Singapura ini mengaku setiap hari mendatangi kantor agar pikirannya tetap aktif dan ia tetap berhubungan dengan perusahaannya. "Ini sudah jadi kebiasaan saya, setiap hari saya menuliskan semua kegiatan di buku harian, semuanya," kata Chang dikutip dari CNBC dalam episode "Mengelola Asia". Dia mengungkapkan, setiap harinya ia juga turut menjalankan operasional perusahaan dan memeriksa dengan detail setiap departemen yang ada di perusahaannya. Chang mengaku ia tak biasa tinggal di rumah karena ia bisa merasa sangat bosan. "Kalau saya di rumah, saya bisa sangat, sangat bosan," jelas dia. Menurut Chang, kehadirannya setiap hari di kantor juga untuk membimbing dan melatih sang anak dalam memimpin ...

Kisah Konglomerat Hong Kong Berharta Rp 39 T yang Dermawan

Fong Yun Wah atau dikenal juga dengan Henry Fong merupakan konglomerat asal Hong Kong yang mendedikasikan dirinya untuk pendidikan dan juga sejumlah kegiatan amal. Ia memiliki kekayaan mencapai US$ 2,8 miliar atau setara dengan Rp 39,35 triliun (kurs Rp 14.000). Di usianya yang telah menginjak 94 tahun ini, ia masih menjabat sebagai CEO Hip Shing Hong Group, perusahaan real estate raksasa miliknya yang berdiri sejak tahun 1948. Anaknya, David Fong Man Hung menjabat sebagai direktur pelaksana di Hip Shing Hong. Henry juga masih memimpin perusahaan investasi miliknya, Kam Wah. Sejak kecil, Henry telah belajar menjadi pribadi yang dermawan. Sampai saat ini, ia telah mendonasikan uangnya untuk sejumlah kegiatan amal di bidang pendidikan, kesehatan, dan juga kesejahteraan sosial sebanyak US$ 64 juta atau setara dengan Rp 899 miliar. Pria kelahiran tahun 1924 tersebut pindah ke Hong Kong ketika umurnya baru menginjak 6 tahun. Sejak itu, ia telah membantu ayahnya menjalankan bisnis. Di umur 8...

Mantan Bankir Besarkan Startup Hingga Bernilai Rp 14 T

Eric Gnock Fah dan Ethan Lin adalah mantan bankir investasi atau investment bankir yang cukup nekat terjun ke bisnis startup. Keduanya merintis jasa pariwisata berbasis digital yang mungkin mereka sendiri tak tahu banyak tentang bisnis tersebut. Keduanya pernah mengalami perjalanan tak mengenakan di Nepal. Tepatnya pada 2013, mereka direpotkan karena harus membayar ini-itu dengan uang tunai. Alhasil mereka terpaksa membawa uang dalam jumlah banyak untuk memenuhi berbagai kebutuhan perjalanan. Ditambah, perusahaan penyedia tur paralayang yang mereka pesan tidak dapat menerima kartu kredit atau pembayaran digital, sehingga mereka harus membawa ribuan dolar AS dalam bentuk tunai. "Meskipun kami telah menghabiskan banyak waktu untuk melakukan penelitian dan merencanakan perjalanan, tidak ada tombol ajaib untuk membuat transaksi lebih mudah dan bebas repot," kata Gnock Fah. Dengan latar belakang pengalaman tersebut, Gnock Fah dan Lin, yang merupakan mantan bankir investasi di Hong...

Jeff Broin, Petani Gagal yang Jadi Bos Biofuel Terbesar di Dunia

Penggunaan biofuel sebagai bahan bakar kini sedang menjadi tren. Karena banyak masyarakat sadar untuk menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Dalam hidup Jeff Broin, biofuel adalah berkah bagi ia dan keluarganya. Karena biofuel telah mengantarkannya sebagai bos perusahaan biofuel terbesar di dunia. Perjalanan karir Broin memang tak mudah, saat ia berusia 22 tahun, kala itu ia baru lulus dari bangku kuliah dan merintis karir di industri perbankan. Orang tuanya saat itu sedang mengalami kesulitan, pasalnya lahan pertanian sang ayah terdampak turunnya harga jagung ke level terendah. "Waktu saya remaja, tahun 1980an, ada krisis pertanian yang melanda Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan harga jagung jatuh sejatuh jatuhnya," kenang Broin dikutip dari CNN, Rabu (30/7/2019). Dia mengungkapkan, saat itu pemerintah memberi dana ke petani untuk menyisakan 20% lahan yang tak lagi digunakan. Ia dan ayahnya berupaya untuk menyelamatkan lahan tersebut, mereka akhirnya menanam jenis...

Mulai Bisnis di Bagasi Mobil, Chuck Surack Raup Rp 10 T

Chuck Surack adalah seorang pemilik dinasti ritel online dalam menjual alat musik dan peralatan radio di Amerika Serikat, Sweer Water Sound. Kesuksesan Chuck ini dimulai dari belakang mini van volkswagennya. Jauh di tahun 1979 saat Chuck berumur 22 tahun, ia menciptakan sebuah studio rekaman darurat di belakang mini vannya dan mengemudi mengelilingi kawasan Fort Wayne, Indiana, dan membuka jasa rekam bagi band-band lokal, paduan suara dan penyanyi. "Saya tahu dari pengalaman band saya bahwa membayar untuk ruang studio sangat mahal," katanya memberi alasan. Chuck melengkapi studio portabelnya dengan berbagai alat rekam, mulai dari tape recorder reel-to-reel yang dapat merekam dari empat mikrofon sekaligus. Hingga pencampuran suara dalam bentuk rekaman fisik. Dia akan mengubah rekaman menjadi album dan kaset untuk para kliennya, bahkan Chuck juga berikan diskon lebih dari studio rekaman tradisional. Penjualan synthesizer Kurzweil K250 (sebuah keyboard piano) pada tahun 1984 mem...

Sukses Bikin Star Wars, George Lucas Punya Harta Rp 85 Triliun

Anda tahu Luke Skywalker, Han Solo atau Darth Vader? Berarti Anda juga tahu Star Wars, film legendaris dengan setting tempat luar angkasa. Film ini terbilang legendaris karena tak kehilangan penggemar meski film pertamanya dirilis pada tahun 1977. Bicara mengenai Star Wars tak lengkap jika membicarakan penciptanya, George Lucas. Lucas lahir di Modesto, California, Amerika Serikat (AS), 14 Mei 1944. Ayahnya seorang penjual peralatan kantor. Di masa kecilnya, Lucas memiliki mimpi menjadi seorang pembalap. Bahkan, hingga sekolah menengah ia masih punya mimpi itu. Nahas, tiga hari jelang kelulusanya, Lucas mengalami kecelakaan hebat. Kecelakaan itu bahkan membuatnya menjalani masa kritis. Beruntung, Lucas bisa bertahan hidup. Namun, sejak kecelakaan itu mimpinya menjadi pembalap lenyap. Tak menjadi pembalap, namun Lucas justru sukses menjadi pembuat film. George Lucas mendirikan perusahaan filmnya bernama Industrial Light Magic (ILM) pada tahun 1975. Lucas mendirikan ILM setelah sukses mem...

Bisnis Properti hingga Fast Food, Orang Filipina Ini Berharta Rp 6,7 T

Edgar 'Injap' Sia II merupakan salah satu orang terkaya di Filipina dengan kekayaan sebesar US$ 475 juta atau setara dengan Rp 6,7 triliun (kurs Rp 14.200). Namun, kekayaan tersebut bukan hal yang diperolehnya dengan instan. Ketika menginjak usia 19 tahun, Edgar memilih untuk berhenti dari kampusnya dan memulai bisnis hotel. Ia membangun hotel berlantai 5 bersama teman-teman sekelasnya. Ia meminjam 40 juta peso atau setara dengan Rp 10,8 miliar dari dana pensiun orang tuanya untuk membeli tanah dan mendanai pembangunan hotel kecil-kecilan tersebut. Ketika ia hendak membeli tanah, sang tuan tanah tak yakin untuk melakukan transaksi dengannya. "Saya berbicara dengan tuan tanah tapi ia tak menganggap saya dengan serius. Jadi saya menumbuhkan kumis agar terlihat lebih tua," kata Edgar. Kemudian, pada tahun 2003 ia mulai merambah dunia kuliner. Ia berinisiatif untuk membuka restoran ketika pusat perbelanjaan terbesar di Filipina kala itu, Robinson yang berlokasi di kota Il...

Bisnis Ratusan Triliun yang Dimulai Gara-gara Ketinggalan Memory Card

Drew Houston merupakan sosok yang berhasil membuat Dropbox begitu besar. Siapa sangka keberhasilan bisnisnya berawal dari pengalaman buruknya ketika naik bis. Tak hanya itu, kesuksesan Houston juga bergantung pada tenggat waktu dua minggu untuk mencari pasangan bisnis. Kesuksesannya berawal pada tahun 2007. Houston yang saat itu berusia 24 tahun tengah putus asa untuk mendapatkan dana guna mengembangan ide bisnisnya berupa penyimpanan cloud. Y Combinator, investor bergengsi di Silicon Valley siap memberikan dana ke Houston dan Dropbox miliknya. Tapi ada satu masalah, Y Combinator menuntut agar ia mendapatkan mitra bisnis. Investor itu berargumen bahwa perusahaan baru akan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil jika mereka memiliki lebih dari satu pendiri. Lebih dari satu orang untuk membuat keputusan dan berbagi beban kerja. Permasalahannya adalah Houston ini seperti penyanyi solo, dan dengan berbagai alasan tidak mau ada teman yang bergabung dengan bisnisnya. Houston hanya punya ...

Kisah Robert Rowling, Dari Ladang Migas hingga Juragan Hotel

Robert B. Rowling dikenal sebagai pengusaha hotel yang handal. Buktinya, dia sudah memiliki Omni Hotels & Resorts, jaringan hotel terkemuka sejak tahun 1996. Dari hotel, sekarang Rowling dikenal sebagai salah satu miliarder paling sukses di dunia. Forbes mencatat nilai kekayaan pria berusia 64 tahun ini mencapai US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 78,4 triliun (kurs Rp 14.000). Angka tersebut menempatkannya di urutan 334 sebagai orang terkaya di dunia. Pada 1996, Rowling mendapatkan US$ 500 juta dengan menjual ladang minyak dan gas keluarga. Hasil penjualannya digunakan untuk membeli jaringan Omni Hotel. Sejak itu ia membangunnya di 54 lokasi, termasuk hotel-hotel baru di Boston, San Francisco, dan Nashville. Jaringan Omni kini memiliki 60 lokasi dan 21.000 kamar di seluruh negeri dengan hotel besar baru di Dallas, Atlanta, dan Boston. Pada 2004 Rowling membeli pusat kebugaran Gold's Gym, yang membuat Arnold Schwarzeneger terkenal. Sekarang dia memiliki lebih dari 700 lokasi gim di ...

Eduardo Saverin, Eks Bos Facebook yang Hobi 'Nyuntikin' Startup

Eduardo Saverin, namanya memang cukup asing di telinga. Tapi siapa sangka, pria keturunan Brazil ini ternyata merupakan salah seorang pendiri Facebook. Saverin merupakan satu dari lima orang yang mendirikan Facebook bersama Mark Zuckerberg di tahun 2004. Lewat tangannya, Facebook tak sebatas sosial media saja, melainkan perusahaan dengan nilai ratusan miliar dollar. Namun Saverin akhirnya justru memilih mengasingkan diri di Asia Tenggara. Kisah Saverin sendiri memang penuh kontroversi di Facebook. Saat Zuckerberg merayakan IPO Facebook dalam pembukaan bursa saham Nasdaq pada Mei 2012, Saverin justru berada ribuan mil jauhnya dari kemeriahan tersebut. Memang, saat ini dari lima pendiri Facebook, cuma Mark Zuckerberg yang sampai saat ini masih bekerja di perusahaan tersebut. Dia berhenti bekerja di Facebook sejak 2005. Bahkan kabarnya, usai keluar dari Facebook, kepemilikan saham Saverin menjadi sengketa. Hingga kini, Saverin hanya memiliki 2% dari seluruh kepemilikan Facebook. Mengutip ...

Si 'Forrest Gump' yang Kumpulkan Rp 5 T dari Aktin

Thomas Jeffrey Hanks adalah pembuat film dan aktor Amerika Serikat (AS) yang terbilang sangat sukses menjalani karirnya. Kesuksesannya itu membuat dirinya juga menjadi miliarder. Pria yang kerap dipanggil Tom Hanks ini memang memiliki sederet pengalaman di bidang perfilman. Salah satu film yang dilakoni adalah Forrest Gump. Film yang dirilis pada 1994 itu menjadi film terlaris saat itu dan menyabet sederet penghargaan. Selain itu, Hanks juga pernah berakting dalam film-film sukses lainnya seperti Big (1988), Apollo 13 (1995), The Green Mile (1999), Cast Away (2000) dan Catch Me If You Can (2002). Dari sederet film yang pernah dia lakoni, membuat Hanks menjadi orang kaya. Melansir Wealthy Gorilla, pada 2019, kekayaan bersih Tom Hanks sekitar US$ 350 juta atau setara Rp 4,9 triliun (kurs Rp 14.000). Hanks lahir di Concord, California pada 9 Juli 1956. Ibunya adalah keturunan Portugis dan ayahnya keturunan Inggris. Orang tuanya bercerai pada 1960 dan Tom memutuskan untuk tinggal bersama a...

Kisah Bos Nippon Paint: Dulu Miskin, Sekarang Berharta Rp 145 T

Kisah Goh Cheng Liang menjajaki dunia bisnis dari masih berjualan jala ikan hingga memegang 39% saham Nippon Paint Holdings dengan kekayaan US$ 10,4 miliar atau sekitar Rp 145,2 triliun (kurs Rp 13.965) merupakan kisah yang mengharukan dan inspiratif. Goh Cheng Liang merupakan anak yang lahir dari keluarga miskin. Pria asal Singapura ini harus menjalani tempaan keras karena sejak umur 12 tahun, dengan hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD), ia dikirim orang tuanya ke Kota Muar, Malaysia untuk berjualan jala ikan bersama dengan saudara iparnya. Tiga tahun kemudian yakni tahun 1943, Goh yang saat itu sudah menginjak usia 15 tahun kembali ke Singapura. Ia kemudian memulai bisnisnya sendiri berjualan air aerasi (air dengan kandungan oksigen). Namun, bisnisnya kandas. Tak menyerah di situ, Goh magang di toko perangkat keras. Ia mempelajari semua hal hingga ia mendapat promosi menjadi seorang salesman. Dilansir dari DiscoverSG, Senin (16/9/2019), pada tahun 1949, Goh melihat ada kesem...

Saham Online di Facebook