google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo IPO PT Natura City Tbk (CITY) Langsung ke konten utama

IPO PT Natura City Tbk (CITY)


Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team

IPO PT Natura City Tbk (CITY)

Pada hari ini (28/09/2018), PT Natura City Tbk (CITY) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT Danatama Makmur Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

PT Natura City Tbk merupakan anak usaha PT Sentul City Tbk (BKSL). Hingga saat ini, perseroan memiliki lahan seluas 203 hektar yang terletak di kawasan Serpong Raya dan memasarkan produk-produk hunian hijau. Sejak pengoperasian usahanya selama 5 tahun, perusahaan telah meluncurkan sekitar 2 ribu unit produknya baik rumah maupun ruko dengan tingkat serapan sekitar 75%.

Berdasarkan valuasi, perusahaan memiliki valuasi nilai wajar Rp 1,72 triliun. Sepanjang tahun 2017, Natura City mencetak pendapatan Rp 246 miliar. Angka itu 18,7% dari pendapatan tahun sebelumnya Rp 303,2 miliar. Namun, perseroan yakin untuk priode tiga tahun yang akan datang, rata-rata pendapatan tahunan akan tumbuh pada CAGR 19%. Untuk tahun 2018 perseroan menargetkan pendapatan Rp 291,2 miliar.

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 2,6 miliar lembar saham baru atau sekitar 48,15% dari modal ditempatkan dan disetor, sedangkan harga penawaran Rp 120 per saham. Perusahaan juga merilis waran sebanyak 975 juta lembar atau sekitar 34,82% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Pada IPO ini CITY dapat mengantongi dana sebesar Rp 312 miliar dan waran sebesar Rp 146,25 miliar.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO saham ini 100% digunakan untuk:
- 72% akan digunakan untuk pembayaran hutang terkait dengan pengembangan usaha atau pembelian lahan.
- 20% untuk pembelian tanah tambahan.
- 8%akan digunakan untuk modal kerja.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berita Saham BCAP 22 Mei 2017

MNC KAPITAL INDONESIA BERNIAT TAMBAH MODAL TANPA HMETD IQPlus, (22/05) - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 406.627.281 saham dengan nominal Rp100 atau maksimal 7,43% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan bahwa Penambahan Modal Tanpa HMTED ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 30 Mei 2017 mendatang. Rencananya dana hasil PMTHMETD ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk investasai dan modal kerja untuk perseroan dan entitas anak dengan pembagian 70% dan 30%. Bagi pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan maksimal 6,92%. Dilusi ini menurut perseroan relatif kecil dan terjadi pada harga pasar sehingga tidak me...

INDUSTRI LOGAM DAN BAJA TUMBUH POSITIF TAHUN 2021.

Meskipun tantangan Covid-19 masih belum berakhir, kinerja industri nasional cukup menggembirakan dibanding tahun 2020, dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager's Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka 50 atau ada dalam ahap ekspansif. Hal ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri logam dan baja yang turut mengalami pertumbuhan positif selama tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada kuartal III tahun 2021, sektor industri logam dengan HS 72-73 mampu tumbuh di atas 9,82 persen. Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai USD19,6 miliar dan mengalami surplus sebesar USD6,1 miliar. Direktur Industri Logam, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Budi Susanto mengemukakan, pertumbuhan positif sektor baja akibat upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan konsep smart supply demand, yang diterapkan dengan berpihak pada industri baja nasional mulai dari sektor hulu...

Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp1 Triliun Di Semester I 2023

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) selaku pengembang Kota Deltamas Cikarang menyampaikan bahwa peruusahaan meraih prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1 triliun pada semester pertama tahun 2023, atau sekitar 59,7% dari target marketing sales tahun 2023 sebesar Rp1,8 triliun. Perolehan marketing sales tersebut menjadi tolok ukur kalau kebutuhan ruang serta produk komersial maupun area industri masih cukup tinggi. Hal itu dikatakan, Direktur Sales & Marketing PT Puradelta Lestari Tbk, Stanley W. Atmodjo, dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Rabu (16/8). Untuk meningkatkan produk komersial, kata Stanley W. Atmodjo, perusahaan kembali meluncurkan klaster komersial terbaru yakni Greenland Square yang mengusung konsep commercial lot berlokasi di Jalan Utama Kota Deltamas. "Ruang komersial telah menjadi sarana pendukung untuk sebuah kawasan hunian seiring terus berkembangnya populasi di kawasan residensial. Kami menghadirkan kawasan komersial premium Greenland Square di K...