google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham PGAS | 13 November 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham PGAS | 13 November 2018


Trimegah (LG)

PGAS BUY TP 3000

PGAS 9M18 results: core profit above consensus, inline our estimate

Net profit 9M18 grew +123% YoY on much higher distribution volume and significant improvement from upstream O&G. PGAS booked 9M18 net profit of USD218 (+123% YoY) which accounts 72% of our estimate (in line) and  90% of consensus' estimate (ABOVE). The strong YoY net profit growth is due to 11% distribution volume increase, 40% Oil and gas revenue growth and margin expansion from upstream oil and gas business (gross margin 25% in 9M18 vs -8% in 9M18).

Excluding non-core items, PGAS 9M18 core profit is USD229mn (75% ours/94% cons)
PGAS booked non-core expense of USD16mn in 9M18 mainly consists of  USD31mn forex loss. Taking out the non-core expense, PGAS booked core profit of USD229mn (+111% YoY) that accounts 75% to our estimate (in line) and 94% to consensus (above). The forex loss is due to the translation adjustment of assets in response to USD appreciation. Note that 48% of PGAS' cash is in IDR while the remaining cash is in USD.

3Q18 net profit up 43% QoQ on lower opex amid flat revenue. PGAS booked 3Q18 net profit of USD72mn (+8% QoQ; +52% YoY). As the revenue is relatively flat QoQ, the quarterly increase is mainly due to lower opex (-37% QoQ), also helped by lower effective tax rate (35% in 3Q18 vs 44% in 2Q18). Note that historical data shows that opex in 3Q is usually lower than 2Q.  However, operational numbers in 2Q18 remains solid: gas distribution volume increased by 6% QoQ despite slightly lower gas margin spread including LNG cost of USD2.23/mmbtu which is still within company's guidance of margin spread of USD2.2-2.5/mmbtu.

PGAS maintained 2018F guidance amid solid results. In its 9M18 presentation, PGAS maintained its 2018F guidance as follows. Distribution volume of 775mmscfd (0.8% YoY) with margin spread of USD2.2-2.5/mmbtu (+0% to +10% YoY), transmission volume 665mmsdcf (-9% YoY), capex USD400mn, and upstream lifting 35,435boepd (-10% YoY).

Valuation. PGAS trades at 9.7x PE 2018F. Our target price for PGAS is Rp 3,000.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...