google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham AGII | 18 Februari 2019 Langsung ke konten utama

Analisa Saham AGII | 18 Februari 2019

AGII: Unwavering margin

Aneka Gas Industri (AGII) menyediakan produk seperti gas udara (oksigen, nitrogen, dan Argon) dan gas non-udara (hidrogen, karbon dioksida, Nitrous oxide, dsb), selain produk AGII juga menyediakan jasa instalasi gas medis. AGII bersama dengan induk usahanya PT Samator juga memiliki pangsa pasar gas industri sebesar 27% dan 12% secara berurutan. Pendapatan terbesar AGII di topang oleh produk gas udara dengan kontribusi 64,5%. Selain itu, AGII juga tercatat memiliki klien yang terdiversifikasi dengan komposisi terbesar berasal dari retail (29%) dan medis (24%). Kami melihat pendapatan AGII relatif stabil dikarenakan 70% pendapatan berasal dari kontrak jangka panjang dengan jangka waktu 5-15 tahun dengan mekanisme penetapan harga biaya+marjin. Dengan demikian, marjin laba kotor dan laba operasional AGII stabil di level 46,8% dan 19,9% secara berurutan. Patut diketahui, di 9M18, AGII memiliki tingkat utang yang cukup tinggi dengan net gearing 0,76x sehingga marjin laba bersih tertekan ke 5,8% (2013: 8%). Di 9M18, AGII mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar Rp1,5 triliun (+9,8% YoY) dan laba bersih mencapai Rp84,5 miliar (+9,3% YoY) sejalan dengan peningkatan volume penjualan gas sebanyak 372 juta meter kubik (+11,0% YoY). Peningkatan pendapatan tertinggi tercatat berasal dari industri kesehatan sebesar +20,3% YoY. Seiring dengan ekspektasi perlambatan ekonomi dan kenaikan tingkat suku bunga, kami melihat pertumbuhan AGII akan melambat di 2019. Selain itu, salah satu industri klien AGII, yaitu industri kesehatan juga cenderung kurang ekpansif di 2019 sehingga kami perkirakan pertumbuhan kontrak baru akan melambat di 2019. Saat ini AGII diperdagangkan di trailing 12M EV/EBITDA 7,4x atau -0,86x standar deviasi rata-rata EV/EBITDA sejak IPO.

Pemimpin pasar di bisnis gas industri. Didirikan tahun 1916, AGII baru mencatatkan sahamnya di bursa tahun 2016. Aneka Gas Industri (AGII) menyediakan produk seperti gas udara (oksigen, nitrogen, dan Argon) dan gas non-udara (hidrogen, karbon dioksida, nitrous oxide, dsb), selain produk tersebut, AGII juga menyediakan jasa instalasi gas medis. AGII bersama dengan induk usahanya PT Samator juga memiliki pangsa pasar gas industri sebesar 27% dan 12% secara berurutan. Pendapatan terbesar ditopang oleh produk gas udara dengan kontribusi 64,5%, gas non-udara 26,2%, dan jasa 9,3%. Selain itu, AGII juga tercatat memiliki klien yang terdiversifikasi dari retail (29%), medis (24%), barang konsumen (18%), infrastruktur (19%), hingga manufaktur lainnya (10%). Dari sisi distribusi, untuk menyalurkan gas kepada klien, AGII menggunakan metode bulk, tabung, pipa gas, dan on site plan. Posisi market leader ini, didorong oleh infrastruktur yang kuat, dimana hingga 9M18, AGII telah memiliki 44 pabrik, 97 stasiun pengisian dan beroperasi di 23 provinsi Indonesia.

Marjin stabil didorong oleh mekanisme cost+marjin. Kami melihat pendapatan AGII stabil dikarenakan 70% pendapatan berasal dari kontrak jangka panjang dengan jangka waktu 5-15 tahun. Bisnis model AGII merupakan biaya+marjin, sehingga apabila ada kenaikan biaya akan di pass on ke klien, oleh karenanya AGII tercatat memiliki marjin laba kotor dan laba operasional yang stabil di level 46,8% dan 19,9% secara berurutan. Namun, patut dicermati bahwa AGII memiliki tingkat utang yang cukup tinggi, dengan debt to equity 0,85x, net gearing 0,76x dan interest coverage 1,6x sehingga membawa marjin laba bersih tertekan ke level 5,8% di 9M18.

Pertumbuhan masih positif didorong oleh posisi yang kuat di industri. Di 9M18, AGII mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar Rp1,5 triliun (+9,8% YoY) dan laba bersih mencapai Rp84,5 miliar (+9,3% YoY) sejalan dengan peningkatan volume penjualan gas ke level 372 juta meter kubik (+11,0% YoY). Peningkatan pendapatan tertinggi tercatat berasal dari industri kesehatan sebesar +20,3% YoY, retail +18,4% YoY, barang konsumen +8,0% YoY, manufaktur lainnya +6,8% YoY, sedangkan infrastruktur tercatat menurun -7,8% YoY. Namun patut diketahui bahwa tren pertumbuhan melambat, dimana di 2013-2017, AGII tercatat memiliki tingkat pertumbuhan pendapatan yang tinggi dengan CAGR 17,3%. Kami melihat pertumbuhan kedepannya akan didorong dari industri kesehatan dan retail, hal ini didasari oleh ketiga saingan AGII yaitu Air Liquide, Linde, dan Air Product tidak memasok gas ke dalam industri ini. Selain itu, pangsa pasar diluar Jawa juga tercatat hanya dipasok oleh AGII sedangkan ketiga perusahaan tersebut tidak memasok.

Valuasi murah namun pertumbuhan masih akan melambat di 2019. Seiring ekspektasi perlambatan ekonomi, kami melihat pertumbuhan AGII akan melambat di 2019, didorong oleh perlambatan ekonomi  serta kenaikan suku bunga yang dapat menekan marjin. Selain itu, salah satu klien AGII dari industri kesehatan cenderung kurang ekspansif di tahun 2019 sehingga kami memperkirakan pertumbuhan kontrak baru akan lebih lambat. Saat ini AGII diperdagangkan di trailing 12M EV/EBITDA 7,4x atau -0,86x standar deviasi rata-rata EV/EBITDA sejak IPO.



Best Regards,
Panin Sekuritas

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berita Saham BCAP 22 Mei 2017

MNC KAPITAL INDONESIA BERNIAT TAMBAH MODAL TANPA HMETD IQPlus, (22/05) - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 406.627.281 saham dengan nominal Rp100 atau maksimal 7,43% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan bahwa Penambahan Modal Tanpa HMTED ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 30 Mei 2017 mendatang. Rencananya dana hasil PMTHMETD ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk investasai dan modal kerja untuk perseroan dan entitas anak dengan pembagian 70% dan 30%. Bagi pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan maksimal 6,92%. Dilusi ini menurut perseroan relatif kecil dan terjadi pada harga pasar sehingga tidak me...

INDUSTRI LOGAM DAN BAJA TUMBUH POSITIF TAHUN 2021.

Meskipun tantangan Covid-19 masih belum berakhir, kinerja industri nasional cukup menggembirakan dibanding tahun 2020, dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager's Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka 50 atau ada dalam ahap ekspansif. Hal ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri logam dan baja yang turut mengalami pertumbuhan positif selama tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada kuartal III tahun 2021, sektor industri logam dengan HS 72-73 mampu tumbuh di atas 9,82 persen. Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai USD19,6 miliar dan mengalami surplus sebesar USD6,1 miliar. Direktur Industri Logam, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Budi Susanto mengemukakan, pertumbuhan positif sektor baja akibat upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan konsep smart supply demand, yang diterapkan dengan berpihak pada industri baja nasional mulai dari sektor hulu...

Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp1 Triliun Di Semester I 2023

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) selaku pengembang Kota Deltamas Cikarang menyampaikan bahwa peruusahaan meraih prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1 triliun pada semester pertama tahun 2023, atau sekitar 59,7% dari target marketing sales tahun 2023 sebesar Rp1,8 triliun. Perolehan marketing sales tersebut menjadi tolok ukur kalau kebutuhan ruang serta produk komersial maupun area industri masih cukup tinggi. Hal itu dikatakan, Direktur Sales & Marketing PT Puradelta Lestari Tbk, Stanley W. Atmodjo, dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Rabu (16/8). Untuk meningkatkan produk komersial, kata Stanley W. Atmodjo, perusahaan kembali meluncurkan klaster komersial terbaru yakni Greenland Square yang mengusung konsep commercial lot berlokasi di Jalan Utama Kota Deltamas. "Ruang komersial telah menjadi sarana pendukung untuk sebuah kawasan hunian seiring terus berkembangnya populasi di kawasan residensial. Kami menghadirkan kawasan komersial premium Greenland Square di K...