google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham William Hartanto | 19 Februari 2019 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham William Hartanto | 19 Februari 2019

WH Project Outlook 19 Februari 2019

IHSG ditutup menguat sebesar 108.73 poin (+1.7%) menuju level 6497.81 pada perdagangan hari Senin 18 Februari 2019.

PATRIOTISME INVESTOR BERHASIL MENYELAMATKAN IHSG

Bayangkan, jika kemarin support 6370 tidak berhasil dipertahankan, dan Anda tidak memiliki saham FREN, berapa besar potensi cut loss Anda kemarin?

Namun akhirnya karena berada di support terakhir, dengan indikator oversold, dan adanya niat untuk mempertahankan IHSG agar tidak patah tren maka selamatlah IHSG. Di sisi lain, nampaknya pasar sudah begah dengan efek downgrade oleh Credit Suisse. Karena sampai sekarang tidak ada indikasi atau tanda panik dari investor asing. Ini kunci utamanya.

Pada hari Kamis nanti kita menghadapi sentimen dalam negeri yaitu keputusan suku bunga BI rate. Diperkirakan tetap namun sudah ada singgungan bahwa akan menurun. Bagaimanapun hasilnya, efek dari rilis data ekonomi ini selalu hanya terasa pada hari dimana data tersebut dirilis, so no problem.



Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?

Secara teknikal IHSG baru saja memulai rebound hari pertama, dan melihat penguatan kemarin cukup signifikan maka bukan hal yang aneh jika euforia berlanjut. IHSG sendiri ogah meninggalkan jalurnya sehingga masuk akal mengatakan IHSG masih akan terus uptrend.

IHSG VIEW

IHSG berpotensi bergerak menguat dalam range 6464 s/d 6520.

REKOMENDASI SAHAM

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading hari ini: EXCL, IMAS, GGRM, dan PNBN.

Highly recommended: BKSL.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

INDUSTRI LOGAM DAN BAJA TUMBUH POSITIF TAHUN 2021.

Meskipun tantangan Covid-19 masih belum berakhir, kinerja industri nasional cukup menggembirakan dibanding tahun 2020, dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager's Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka 50 atau ada dalam ahap ekspansif. Hal ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri logam dan baja yang turut mengalami pertumbuhan positif selama tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada kuartal III tahun 2021, sektor industri logam dengan HS 72-73 mampu tumbuh di atas 9,82 persen. Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai USD19,6 miliar dan mengalami surplus sebesar USD6,1 miliar. Direktur Industri Logam, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Budi Susanto mengemukakan, pertumbuhan positif sektor baja akibat upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan konsep smart supply demand, yang diterapkan dengan berpihak pada industri baja nasional mulai dari sektor hulu...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...