google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham TLKM | Continue to accelerate growth of digital business Langsung ke konten utama

Analisa Saham TLKM | Continue to accelerate growth of digital business

TLKM: Continue to accelerate growth of digital business

TLKM mencatakan laba bersih tumbuh positif ke Rp6,2 triliun di 1Q19, +63,8% QoQ, +8,5% YoY, diatas estimasi (PANS: 25,1%; Cons: 28,2%; rata-rata 5 tahun:  27,1%), yang didorong oleh volume data masih tumbuh signifikan, tercatat sebesar 1.409PB, +9,2% QoQ; +56,6% YoY, didorong oleh ekspansi yang agresif di segmen 4G, dengan peningkatan BTS ke 65,1k tower, +15% QoQ, +85,5% YoY, kami melihat tren volume masih akan tinggi kedepannya, didorong oleh komitmen untuk meningkatan porsi kontribusi dari segmen internet dan data. Tekanan dari kompetitor berkurang, sehingga yield data relatif stabil di Rp9,3 mb (4Q18: Rp10,1; 3Q18: Rp10,5; 2Q18: Rp9,7) dimana kami melihat ada ruang untuk kenaikan tarif data kedepannya didorong berkurangnya agresifitas tarif dari kompetitor. Kami merevisi turun estimasi keuangan kami di 2019-20 sebesar 3-17% yang disebabkan oleh: (1) tekanan EBITDA marjin karena shifting ke segmen data dan pembangunan infrastruktur dan broadband serta (2) tekanan yang tinggi di segmen legacy. Kami masih merekomendasikan BUY, namun menurunkan target harga ke Rp4.300, didorong oleh: (1) Posisi network leader (2) neraca yang kuat (3) value & profitability matrix yang lebih baik dibandingkan regional peers serta (4) stabilnya yield data, dengan kompetisi yang lebih sehat. Saat ini TLKM diperdagangkan di EV/EBITDA 6,53x di 2019, 14,7% discount dibandingkan regional peers.

Laba 2018 tercatat turun didorong oleh ekspansi yang agresif di jaringan infrastruktur. TLKM mencatatkan pendapatan Rp31,6 triliun di 4Q18, -9,3% QoQ & +1% YoY, sehingga pendapatan di 2018 tercatat flat, Rp130,8 triliun, +2,0% YoY, sedikit dibawah estimasi (PANS: 96,2%, Cons: 95,9%), disebabkan oleh penurun signfikan di legacy. Laba bersih turun signifikan di 4Q18, sebesar Rp18,0 triliun, -31,3% QoQ, -10,0% YoY, sehingga laba bersih di 2018 turun ke Rp18 triliun, -18,6% YoY, dibawah estimasi (PANS: 78,2%; Cons: 81,6%,) yang disebabkan oleh kenaikan signifikan biaya operasi dan pemeliharaan yang naik ke Rp25,2 triliun, +26,5% YoY serta beban interkoneksi yang naik 2x lipat ke Rp4,3 triliun, didorong ekspansi yang agresif di broadband dan infrastruktur.

Laba 1Q19 menunjukan perbaikan yang positif. TLKM mencatatkan pendapatan Rp34,8 triliun di 1Q19, +10,3% QoQ, +7,7% YoY, in-line (PANS: 23,7%; Cons: 24,3%; rata-rata 5 tahun: 23,9%) disebabkan positifnya performa dari internet dan data selular ke Rp22,1 triliun, +19,7% YoY, pertumbuhan tertinggi sejak 3M17, performa yang positif ini menahan penurunan signifikan dari jasa pendapatan telpon, yang turun ke Rp7,8 triliun, -19,8% YoY. Selain itu, EBITDA marjin masih tercatat stabil di 50,3% di 1Q19 (1Q18: 49,8%) didorong oleh stabilnya komponen biaya, yang mengakibatkan laba bersih tumbuh positif ke Rp6,2 triliun di 1Q19, +63,8% QoQ, +8,5% YoY, diatas estimasi (PANS: 25,1%; Cons: 28,2%; rata-rata 5 tahun:  27,1%).

Kenaikan tarif data akan mendukung profitabilitas kedepannya. Volume data masih tumbuh signifikan, tercatat 1.409PB, +9,2% QoQ; +56,6% YoY, didorong ekspansi yang agresif di segmen 4G, dengan peningkatan BTS ke 65,1k tower, +15% QoQ, +85,5% YoY, kami melihat tren volume masih akan tinggi kedepannya, didorong oleh komitmen meningkatan porsi kontribusi dari segmen internet dan data, yang terlihat dari peningkatan data user di 1Q19 ke 111 juta, +4,3% QoQ, +2,2% YoY. Tekanan kompetitor berkurang, sehingga yield data stabil di Rp9,3 mb (4Q18: Rp10,1; 3Q18: Rp10,5; 2Q18: Rp9,7) dimana kami melihat ada ruang untuk kenaikan tarif data kedepannya. Meskipun subscriber tercatat turun di 2018, pasca registrasi SIM card namun momentum mulai kembali di 1Q19, dimana pelanggan meningkat ke 168,6 juta, +3,5% QoQ (2018: 163 juta, -17% YoY) yang didorong oleh jaringan dan kualitas data yang baik, dibandingkan peers, dimana berdasarkan data open signal, TLKM memilki download data speed 14,4mbps (ISAT: 4,2mbps; EXCL: 8,1mbps) dengan latency yang rendah di 41,81ms (ISAT: 73,95ms; EXCL: 60,8ms). Performa Indihome positif, dengan peningkatan pendapatan ke Rp4,3 triliun di 1Q19, +72,2% YoY, didorong oleh peningkatan pelanggan ke 5,5 juta, +57,7% YoY.

Merevisi turun estimasi keuangan di 2019-20. Kami merevisi turun estimasi keuangan kami di 2019-20 sebesar 3-17% yang disebabkan oleh: (1) tekanan EBITDA marjin karena shifting ke segmen data dan pembangunan infrastruktur serta (2) tekanan yang tinggi di bisnis legacy.

Merekomendasikan BUY, menurunkan target harga ke Rp4.300. Dimana penurunan TP didorong oleh tekanan yang masih tinggi di bisnis legacy. Namun kami positif kedepannya, didorong oleh: (1) Posisi network leader (2) neraca yang kuat (3) value & profitability matrix yang lebih baik dibandingkan regional peers serta (4) stabilnya yield data kedepannya didorong oleh kenaikan tarif data, turunnya churn rate dan shifting industri ke renewal data. Saat ini TLKM diperdagangkan di EV/EBITDA 6,53x di 2019, 14,7% discount dibandingkan regional peers.


Best Regards,
Panin Sekuritas

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...