google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo BUMI | BUMI RAIH PENGHARGAAN DI SDGS AWARDS 2019 Langsung ke konten utama

BUMI | BUMI RAIH PENGHARGAAN DI SDGS AWARDS 2019


IQPlus, (11/09) - PT Bumi Resources Tbk. (.BUMI.) sebagai Produsen Batubara Terbesar di Indonesia melalui unit usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) berpartisipasi dalam acara bergengsi Indonesia SDG.s Award (ISDA) 2019 yang diselenggarakan di Menara Bidakara Jakarta. KPC menerima Grand Gold Trophy sebagai The Best of Three Companies Overall dan 10 Penghargaan Platinum dan Gold. ISDA 2019 diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

CFCD sebagai asosiasi yang menaungi berbagai perusahaan yang aktif memberdayakan masyarakat melalui dana CSR-nya, pada malam anugerah ini mengumumkan sebanyak 66 perusahaan yang berhak memperoleh penghargaan baik untuk kategori platinum, gold maupun silver.

Dari 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG.s), KPC berhasil meraih 10 Tujuan SDG.s. Adapun penghargaan platinum yang diterima oleh KPC diantaranya adalah SDG.s Nomor 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) berupa penanggulangan anak balita kurang gizi dan gizi buruk, dan SDG.s Nomor 6 (Air Bersih dan Sanitasi) berupa pemanfaatan kolam tambang sebagai sumber air baku PDAM Kudungga di Kutai Timur.

Presiden Direktur BUMI Saptari Hoedaja mengatakan, BUMI berkomitmen kuat untuk mendukung terus terlaksananya 17 tujuan program yang sudah dicanangkan oleh PBB mengenai Sustainable Development Goals di Indonesia. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...