google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo ARTO | Saham Bank Artos (ARTO) kena suspend setelah melonjak 142% dalam empat hari Langsung ke konten utama

ARTO | Saham Bank Artos (ARTO) kena suspend setelah melonjak 142% dalam empat hari


Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) pada perdagangan hari ini. Suspend diterapkan setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham ARTO.

"Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Bank Artos Indonesia (ARTO) pada perdagangan tanggal 4 Oktober 2019," ungkap Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam pengumuman bursa, Kamis (3/10).

Penghentian sementara perdagangan saham ARTO dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Suspend ini bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi saham ARTO.

Harga saham Bank Artos terus melaju di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan. Bahkan, kenaikan harga saham bank ini mencapai double digit setiap hari.

Pada perdagangan Kamis (3/10), harga saham ARTO melonjak 24,85% ke Rp 2.110 per saham. Ini adalah level harga tertinggi saham ARTO sejak intial public offering (IPO) pada 12 Januari 2016.

Dalam empat hari perdagangan sepanjang pekan ini, harga saham ARTO telah melonjak 142%.

Sekadar informasi, awal pekan ini pada Senin (30/9), rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Artos menyetujui rencana akuisisi/pengambilalihan saham Bank Artos dengan jumlah tidak kurang dari 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. RUPSLB juga menyetujui penambahan modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) sebanyak-banyaknya 15 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi rights issue, akan ada dua pemegang saham baru Bank Artos. PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia akan memiliki 37,65% saham ARTO setelah rights issue. Pemegang saham baru lainnya adalah Wealth Track Technology Limited yang akan memiliki 13,35%.

Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya pada rights issue akan terdilusi kepemilikannya maksimum 92,56%.

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/saham-bank-artos-arto-kena-suspend-setelah-melonjak-142-dalam-empat-hari

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...