Langsung ke konten utama

Saham TLKM | TELKOM JAJAKI KERJA SAMA PENGEMBANGAN BISNIS CLOUD DENGAN CISCO


IQPlus, (28/11) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melakukan penjajakan kerja sama pengembangan bisnis cloud dengan PT Cisco Systems Indonesia untuk meningkatkan kapabilitas digital, demi mengembangkan rencana pembangunan sebagai National Digital Platform.

Penjajakan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Non Disclosure Agreement antara Senior Vice President Media & Digital Business Telkom Joddy Hernady dan Director Operation - Service Provider Cisco Indonesia Meygin Agustina yang disaksikan oleh Komisaris Utama Telkom Rhenald Kasali, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dan Direktur Digital Business Telkom Faizal R. Djoemadi di kantor Telkom Landmark Tower, Jakarta, Senin (25/11).

"Saat ini kami tengah bertransformasi menjadi digital telco yang tentunya mengharuskan Telkom untuk memiliki kapabilitas digital yang mumpuni, salah satunya diperoleh melalui skema partnership dengan mitra yang capable di bidangnya. Penjajakan kolaborasi bisnis dengan Cisco ini menjadi langkah bagi Telkom untuk mengembangkan platform digital dengan kapasitas besar, yakni National Digital Platform," kata Faizal dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan rencana kerja sama antara Telkom dan Cisco mencakup penyediaan platform dan riset pengembangan cloud service.

Cisco sebagai penyedia teknologi sudah memiliki multi cloud solution yang memungkinkan pelanggan untuk memperoleh teknologi private maupun public cloud yang lebih fleksibel.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, dalam beberapa tahun ke depan layanan cloud pun juga akan mengubah lanskap industri information & communication technology (ICT), yang memungkinkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya dengan lebih efektif dan efisien.

Perusahaan dapat fokus mengejar keuntungan bisnis dan mengembangkan peluang bisnis baru, tanpa harus membangun dan mengelola data center sendiri.(end)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI BERDASARKAN SEKTOR

Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI | IHSG IDX
Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI berdasarkan Sektor bisa dilihat di bawah ini. Sekedar untuk informasi, Ada 9 sektor yang mencantumi komponen - komponennya yaitu Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan dan sektor khusus seperti KOMPAS 100, JII, LQ45, BISNIS 27, PEFINDO 25 dan SRI - KEHATI. Semua emiten yang tercatat di BEI juga tercatat tergantung dengan tipe usahanya dan likuidasinya sendiri.

Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI adalah sebagai berikut:
Tanaman Pangan BISI International Tbk

Perkebunan Astra Agro Lestari TbkBW Plantation TbkGozco Plantations TbkJaya Agra Wattie TbkMulti Agro Gemilang Plantation TbkProvident Agro TbkPP London Sumatra TbkSalim Ivomas Pratama TbkSampoerna Agro TbkSMART TbkTunas Baru Lampung TbkBakrie Sumatra Plantations Tbk

Peternakan Cipendawa Tbk…

Analisa Saham JPFA dan MYOR

Saham JPFA
Baca juga: Mengenal Indikator Moving Average

Daily (1605) (RoE: 12.67%; PER: 13.50x; EPS: 118.87; PBV: 1.71x; Beta: 2.97):Saham  Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar.

Rekomendasi:
“Akumulasi Beli” pada area level 1590 – 1610, dengan target harga secara bertahap di level 1655, 1780 dan 1910. Support: 1560 & 1525.

Saham MYOR
Baca juga: Mengenal Indikator Bollinger Bands

Daily (2040) (RoE: 15.74%; PER: 31.58x; EPS: 65.24; PBV: 4.96x; Beta: 0.33):Saham  Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi:
“Akumulasi Beli” pada area level 2020 – 2050, dengan target harga secara bertahap di level level 2100 dan 2220. Support: 2000.

Muhammad Nafan Aji Gusta

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity.

Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut:

Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail.

Pertimbangan untuk AlexDepositoInvestasi Toko/Warung RetailRisikoMinim, relatif nggak ada bagi AlexBisa bangkrut atau perkembangan bisnis tidak sesuai harap…