google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | BDMN, INCO, ISAT, LSIP Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | BDMN, INCO, ISAT, LSIP


MNC Daily Scope Wave

2 Desember 2019

Menutup perdagangan pekan lalu (29/11), IHSG menguat 0,9% ke level 6,011. Kami memperkirakan penguatan IHSG ini merupakan awal dari wave (b) dari wave [y], dimana target penguatan wave (b) berada pada area 6,050-6,119. Namun waspadai akan koreksi lanjutan, apabila IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave (b) dari wave [y].
Support: 5,920, 5,870
Resistance: 6,050, 6,120

BDMN - Buy on Weakness (3,680)

Kami memperkirakan BDMN sudah berada di akhir wave (c) dari wave [iii], sehingga koreksi BDMN sudah relatif terbatas. Selanjutnya, BDMN berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave [iv].
Buy on Weakness: 3,600-3,680
Target Price: 4,100, 4,350
Stoploss: below 3,530

INCO - Buy on Weakness (3,000)

Saat ini INCO kami perkirakan sudah berada pada akhir wave [c] dari wave 2, dimana koreksi INCO akan cenderung terbatas. Selanjutnya, INCO akan berpotensi berbalik arah menguat untuk membentuk wave 3.
Buy on Weakness: 2,90-3,000
Target Price: 3,300, 3,550, 3,730
Stoploss: below 2,750

ISAT - Buy on Weakness (2,860)

Selama tidak kembali terkoreksi dan menembus 2,610, maka kami perkirakan ISAT saat ini berada pada akhir wave [c] dari wave B, dimana koreksi ISAT sudah relatif terbatas. Berikutnya, ISAT berpotensi berbalik arah menguat untuk membentuk wave C.
Buy on Weakness: 2,730-2,870
Target Price: 3,150, 3,250, 3,450
Stoploss: below 2,600

LSIP - Sell on Strength (1,370)

Selama tidak menguat menembus 1,430, maka kami perkirakan LSIP saat ini sedang berada pada wave (c) dari wave [ii]. Dimana LSIP berpotensi terkoreksi terlebih dahulu ke arah 1,270-1,230.
Sell on Strength: 1,370-1,400

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

INDUSTRI LOGAM DAN BAJA TUMBUH POSITIF TAHUN 2021.

Meskipun tantangan Covid-19 masih belum berakhir, kinerja industri nasional cukup menggembirakan dibanding tahun 2020, dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager's Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka 50 atau ada dalam ahap ekspansif. Hal ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri logam dan baja yang turut mengalami pertumbuhan positif selama tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada kuartal III tahun 2021, sektor industri logam dengan HS 72-73 mampu tumbuh di atas 9,82 persen. Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai USD19,6 miliar dan mengalami surplus sebesar USD6,1 miliar. Direktur Industri Logam, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Budi Susanto mengemukakan, pertumbuhan positif sektor baja akibat upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan konsep smart supply demand, yang diterapkan dengan berpihak pada industri baja nasional mulai dari sektor hulu...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...