google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham BMRI | BANK MANDIRI : PERTUMBUHAN EKONOMI YANG STABIL MODAL TARIK FDI Langsung ke konten utama

Saham BMRI | BANK MANDIRI : PERTUMBUHAN EKONOMI YANG STABIL MODAL TARIK FDI



IQplus, (05/02) - Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Rumantir menilai Indonesia memiliki modal yang besar untuk menarik investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI), salah satunya adalah ekonomi yang stabil.

"Di tengah tren perlambatan ekonomi global, Indonesia cenderung masih dapat tumbuh stabil. Jika dibandingkan dengan emerging market lainnya, kinerja ekonomi Indonesia lebih baik," ujar Silvano saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Menurut Silvano, salah satu faktor pendorong ekonomi adalah pertumbuhan investasi. Pada 2018 tercatat investasi tumbuh kuat yakni sebesar 6,64 persen.

Meskipun pada 2019 melambat, lanjutnya, seiring dengan berakhirnya tahun politik, stabilitas ekonomi dan politik akan semakin baik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2019 tumbuh 5,02 persen. Pencapaian tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi periode 2018 sebesar 5,17 persen dan pada 2017 sebesar 5,07 persen.

Pada 2019 Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 4,45 persen lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.(end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berita Saham BCAP 22 Mei 2017

MNC KAPITAL INDONESIA BERNIAT TAMBAH MODAL TANPA HMETD IQPlus, (22/05) - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 406.627.281 saham dengan nominal Rp100 atau maksimal 7,43% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan bahwa Penambahan Modal Tanpa HMTED ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 30 Mei 2017 mendatang. Rencananya dana hasil PMTHMETD ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk investasai dan modal kerja untuk perseroan dan entitas anak dengan pembagian 70% dan 30%. Bagi pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan maksimal 6,92%. Dilusi ini menurut perseroan relatif kecil dan terjadi pada harga pasar sehingga tidak me...

Rekomendasi Saham ADMR, ESIP, PANR, BULL dan AVIA oleh Jasa Utama Capital Sekuritas | 29 Desember 2022

Jasa Utama Capital Sekuritas 29 Desember 2022 ADMR Volume naik, support ascending triangle Buy 1665-1675. TP 1725. SL 1630 ESIP Volume naik, breakout resisten Buy 58-59. TP 64. SL 56 PANR Volume naik, hammer candle Spec buy 508-512. TP 550. SL 498 BULL Hammer candle, volume naik Buy 180-182. TP 187,192. SL 177 AVIA Trigger bullish, Doji Buy 635-640. TP 690. SL 625 - Informasi lengkap pasar saham ada di  Website Saham Online.    Materi belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online. 

Daftar Biaya Transaksi Saham oleh Sekuritas di Bursa Efek Indonesia

Memilih sekuritas untuk memulai trading di Bursa Efek Indonesia sangat penting dan harus selektif. Kita tidak bisa asal pilih sekuritas jika tidak ingin rugi pada perjalanan trading kita nanti. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sekuritas adalah fee atau biaya trading. Jika Anda memilih dengan baik, maka akan sangat menguntungkan.  Berikut ini adalah daftar biaya transaksi Sekuritas di Indonesia. 1) BNI sekuritas    Deposit awal: 100.000    Fee : Jual 0,27% Beli 0,17% (S&K berlaku) 2) Henan Putihrai sekuritas    Deposit awal: 500.000    Fee : Jual 0,28% Beli 0,18 Rekom saham 33.000/bulan 3) Mirae sekuritas    Deposit awal : 10.000.000    Fee : Jual 0,25% Beli 0,15% 4) Indo Primer sekuritas    Deposit awal : 100.000    Fee : Jual 0,29% Beli 0,19% Rekom saham 33000/bulan 5) NH Korindo sekuritas    Deposit awal : 5.000.000    Fee : Jual 0,28% Beli 0,18% 6) Mandiri ...