google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Valuasi Saham UNTR Menarik, Tunggu Saat Yang Tepat untuk Koleksi Langsung ke konten utama

Valuasi Saham UNTR Menarik, Tunggu Saat Yang Tepat untuk Koleksi

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten pertambangan, PT United Tractors Tbk. (UNTR) dinilai semakin menarik untuk dikoleksi seiring dengan valuasi saham yang rendah dan prospek fundamental yang masih atraktif.

Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan valuasi saham United Tractors masih menunjukkan tren penurunan dalam periode tahun berjalan sehingga menarik untuk dikoleksi. Di sisi lain, laba setelah pajak yang dibukukan pada tahun lalu turun 3,2 persen secara tahunan.

Pada perdagangan Senin (9/3/2020) saham UNTR parkir di level Rp15.800 per saham, terkoreksi 8,67 persen atau 1.500 poin. Sepanjang tahun berjalan 2020, UNTR telah melemah 26,6 persen. Penurunan saham secara year to date ini dapat dijadikan momentum investor melakukan aksi beli ketika harga rendah.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga hingga Rp20.950 per saham atau  sekitar 26 persen potensi kenaikan saham dari level saat ini, dengan posisi 3,9/4,2 kali dari proyeksi EV/EBITDA pada 2020/2021 dan 7,6/8,2 kali dari proyeksi P/E rasio pada 2020/2021,” tulis Robertus dalam laporan riset yang dikutip Bisnis, Selasa (10/3/2020).

Dia menjelaskan target price tersebut sedikit lebih rendah dari target sebelumnya di Rp25.600 per saham seiring dengan revisi proyeksi laba bersih menjadi Rp10,24 triliun dan EBITDA sebesar Rp20,07 triliun.

Emiten bersandi saham UNTR itu juga diprediksi membagikan final dividen per saham di kisaran Rp758-910 sehingga menjadi sentimen lainnya saham ini untuk dikoleksi.

Di sisi lain, berdasarkan laporan keuangan 2019, UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 84,4 triliun, lebih rendah 0,2 persen dibandingkan dengan capaian 2018 sebesar Rp84,6 triliun. Hal tersebut dipicu penurunan kinerja segmen mesin konstruksi sepanjang 2019.

Kendati demikian, kinerja segmen tambang emas mampu menyeimbangi penurunan kinerja konstruksi sehingga laba bersih yang dibukukan perseroan meningkat 2 persen menjadi Rp11,3 triliun.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...