google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham SMRA, JPFA, SMGR, BBNI oleh MNC Sekuritas 16 Juli 2020 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham SMRA, JPFA, SMGR, BBNI oleh MNC Sekuritas 16 Juli 2020

MNC Daily Scope Wave

16 Juli 2020

Dibuka pada zona hijau, namun IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,1% ke level 5,075 pada perdagangan kemarin (15/7). Kami memperkirakan saat ini IHSG sedang berada di awal wave [c] dari wave 5, sehingga diperkirakan IHSG masih berpeluang untuk menguji resistance di 5,111 kembali, kemudian level 5,140 dan selanjutnya akan melanjutkan penguatannya ke area 5,200-5,300. Sekalipun IHSG terkoreksi, kami perkirakan akan berada pada area 5,030-5,070.
Support: 5,022, 4,985
Resistance: 5,111, 5,140

SMRA - Buy on Weakness (600)

Kemarin (15/7), SMRA ditutup menguat 1,7% ke level 600. Kami perkirakan saat ini SMRA berada di awal wave (Y), sehingga SMRA berpeluang melanjutkan penguatannya, terlebih jika SMRA sanggup menembus resistancenya di 635.
Buy on Weakness: 585-600
Target Price: 650, 720
Stoploss: below 580

JPFA - Spec Buy (1,155)

Selama tidak ditutup di bawah 1,140, posisi JPFA saat ini sedang berada diawal wave [v] dari wave C, dimana hal ini berarti JPFA masih berpeluang menguat terlebih jika JPFA mampu menembus resistance terdekatnya pada level 1,220.
Spec Buy: 1,145-1,155
Target Price: 1,250, 1,350
Stoploss: below 1,140

SMGR - Spec Buy (9,450)

Selama tidak terkoreksi agresif ke bawah 9,325, maka posisi SMGR saat ini merupakan bagian dari wave (ii) dari wave [c] dari wave B. Hal ini berarti penguatan SMGR akan cenderung terbatas dan rentan terkoreksi kembali.
Spec Buy: 9,375-9,450
Target Price: 9,850, 10,000
Stoploss: below 9,325

BBNI - Sell on Strength (4,710)

Pergerakan BBNI kemarin (15/7), merupakan bagian dari wave [b] dari wave 5, dimana hal ini berarti BBNI rentan terkoreksi terlebih dahulu untuk membentuk wave [b]. Kami memperkirakan level koreksi BBNI terdekat berada di 4,650 dan selanjutnya di 4,290, silahkan pergunakan level-level tersebut sebagai level buyback.
Sell on Strength: 4,710-4,820

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...