google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham WSKT, EXCL, TINS, BBTN oleh MNC Sekuritas 8 September 2020 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham WSKT, EXCL, TINS, BBTN oleh MNC Sekuritas 8 September 2020


MNC Daily Scope Wave

8 September 2020


Pada pergerakan kemarin (7/9), IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 5,230 diiringi dengan volume yang cenderung mengecil. Pergerakan IHSG secara besar masih kami perkirakan bergerak cenderung terkoreksi, dengan catatan selama IHSG belum mampu menembus resistance 5,328. Target koreksi IHSG diperkirakan berada pada area 5,020-5,150 apabila ternyata IHSG menembus support terdekat di area 5,178-5,187. Meskipun demikian, terdapat peluang IHSG akan menguat terbatas ke area 5,260-5,280.

Support: 5,187, 5,120

Resistance: 5,330, 5,380


WSKT - Buy on Weakness (630)

Selama WSKT tidak ditutup terkoreksi menembus 585, maka saat ini posisi WSKT sedang berada di akhir wave [b] dari wave B. Hal tersebut berarti koreksi WSKT akan cenderung terbatas dan berpeluang berbalik menguat untuk membentuk wave [c] dari wave B.

Buy on Weakness: 610-630

Target Price: 720, 770

Stoploss: below 585


EXCL - Spec Buy (2,250)

Kemarin (7/9), EXCL kembali terkoreksi 2,2% dan ditutup di level 2,250. Kami memperkirakan pergerakan EXCL kemarin sedang berada di akhir wave [iii] dari wave C dari wave (B). Hal tersebut berarti, koreksi EXCL akan cenderung terbatas dan berpotensi berbalik menguat dalam jangka pendek untuk membentuk wave [iv].

Spec Buy: 2,200-2,250

Target Price: 2,340, 2,400

Stoploss: below 2,110


TINS - Buy on Weakness (815)

Selama tidak terkoreksi di bawah 735, maka saat ini pergerakan TINS sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti TINS masih berpeluang untuk berbalik menguat untuk membentuk wave 5 dari wave (C).

Buy on Weakness: 790-810

Target Price: 900, 980

Stoploss: below 735


BBTN - Sell on Strength (1,545)

Kemarin (7/9), BBTN terkoreksi 0,6% dan ditutup pada level 1,545. Selama BBTN belum mampu menguat di atas 1,620, maka pergerakan BBTN saat ini sedang berada di awal wave [iv] dari wave C. Hal tersebut berarti BBTN masih rentan terkoreksi untuk mengkonfirmasi terbentuknya wave [iv]. Adapun level koreksi kami perkirakan berada pada area 1,400-1,450, sekaligus dapat dijadikan menjadi level buyback.

Sell on Strength: 1,545-1,580


Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...