Langsung ke konten utama

[ADHI] Presiden Jokowi Resmikan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan


Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah meresmikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan. Kegiatan ini juga dilakukan bersama jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta turut didampingi oleh Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Direktur Operasi I ADHI A. Suko Widigdo.

Pembangunan SPAM Umbulan ini bagai mimpi jadi nyata. Hal ini dikarenakan Pemerintah Indonesia telah merencanakan pembangunan SPAM Umbulan sejak tahun 1973 silam. Sayangnya, perencanaan pembangunan proyek ini tiba-tiba hilang dan tidak terdengar lagi kabarnya. Hingga tahun 2010 pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintahan melanjutkan prakualifikasi pelaksana proyek tersebut. Tak berhenti, pembangunan kemudian dilanjutkan oleh ADHI selaku salah satu kontraktor pelaksana.

ADHI bertugas untuk melakukan Pembangunan SPAM Regional Umbulan-Offtake Kabupaten Pasuruan Dan Kota Pasuruan Provinsi Jawa Timur, dengan lingkup pekerjaan antara lain pemasangan pipa HDPE distribusi utama sepanjang 37,854 meter, pembangunan 6 menara resevoir dan 1 buah ground resevoir, hingga pekerjaan mekanikal, elektrikal dan SCADA.

Pekerjaan dilaksanakan selama 22 bulan dengan masa pemeliharaan selama 12 bulan. SPAM Umbulan merupakan proyek sistem penyediaan air pertama yang menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional dan Proyek Prioritas. SPAM ini akan melewati jaringan transmisi sepanjang 92,3 km dengan melewati 16 titik pasokan.

Aliran ini bertujuan untuk memberikan curahan air sebesar 4000 liter per detik ke 5 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yakni Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, hingga Kota Surabaya. Mengingat air bersih merupakan sumber kehidupan, Presiden RI Joko Widodo berpesan, agar masyarakat mampu memanfaatkan dan menjaga sumber aliran ini dengan sebaik-baiknya. (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da