Langsung ke konten utama

[BMRI] Bank Mandiri Persembahkan Diskon 77% di McDelivery


Bank Mandiri memberikan diskon 77 persen atau maksimal Rp115.500 untuk pembelian di aplikasi McDelivery ataupun di laman mcdelivery.co.id dengan menggunakan kartu Mandiri Debit Visa guna meningkatkan belanja masyarakat dan menggerakkan ekonomi.

SVP Retail Deposit Products and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati menyebutkan program diskon ini merupakan bentuk dukungan perseroan terhadap upaya pencegahan penyebaran COVID-19 melalui peningkatan transaksi non-tunai, sehingga nasabah dapat menikmati diskon di restoran favorit dari rumah.

"Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin oleh para pemegang kartu Mandiri Debit Visa yang saat ini mencapai lebih dari 13 juta nasabah di seluruh Indonesia. Apalagi program ini juga menggandeng merchant kuliner yang cukup digemari nasabah, yakni McDonald.s Indonesia," kata Evi.

Evi menambahkan program promo ini juga menjadi strategi perseroan untuk meningkatkan transaksi non-tunai khususnya penggunaan mandiri debit pada layanan pembayaran online yang mudah dan cepat.

Program diskon ini, lanjut Evi, juga menjadi bagian dari rangkaian program promosi dan aktivasi perseroan yang akan dilakukan Bank Mandiri sepanjang tahun ini untuk mendukung pergerakan ekonomi nasional.

Hal tersebut dilakukan dengan Mandiri kartu debit maupun dengan alat pembayaran online Bank Mandiri lainnya seperti mandiri kartu kredit, fiestapoin ataupun menggunakan scan QRIS di aplikasi Livin. by Mandiri.

"Nantikan program-program promo menarik dan menguntungkan bagi para nasabah Bank Mandiri. Inilah bentuk apresiasi perseroan atas kepercayaan nasabah kepada Bank Mandiri," imbuh Evi.(end/ant)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da