google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham SIMP, HMSP, HRUM dan PNBS oleh MNC Sekuritas | 5 Juli 2021 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham SIMP, HMSP, HRUM dan PNBS oleh MNC Sekuritas | 5 Juli 2021


MNC Daily Scope Wave

5 Juli 2021

Menutup perdagangan akhir pekan kemarin (2/7), IHSG ditutup menguat 0,3% ke level 6,023 dan pergerakannya masih tertahan MA20. Kami perkirakan, selama IHSG masih sanggup bertahan di atas 5,913 dan 5,884, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave C. Hal ini berarti, pergerakan IHSG selanjutnya akan cenderung menguat untuk menguji area 6,070-6,130. Worst case skenario, bila IHSG menembus 5,884 atau bahkan terburuknya 5,742, maka IHSG rawan terkoreksi ke area 5,500.

Support: 5,913, 5,884

Resistance: 6,134, 6,230

SIMP - Buy on Weakness (438)

SIMP ditutup terkoreksi 0,5% ke level 438 pada perdagangan Jumat kemarin (2/7). Selama SIMP tidak terkoreksi ke bawah 422, maka posisi SIMP saat ini sedang berada di awal wave A dari wave (B). Hal ini berarti, SIMP berpeluang untuk berbalik menguat.

Buy on Weakness: 428-438

Target Price: 470, 500

Stoploss: below 422

HMSP - Buy on Weakness (1,205)

Pada perdagangan akhir pekan kemarin (2/7), HMSP ditutup menguat 0,8% ke level 1,205, namun penguatannya tertahan oleh MA60. Kami perkirakan, posisi HMSP saat ini sedang berada di awal penguatan wave (C). Hal ini berarti, HMSP masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,180-1,200

Target Price: 1,300, 1,400

Stoploss: below 1,115

HRUM - Buy on Weakness (5,100)

HRUM ditutup menguat 1,5% ke level 5,100 pada perdagangan Jumat kemarin (2/7), pergerakan HRUM pun masih tertahan oleh MA20 dan MA60. Kami memperkirakan, posisi HRUM saat ini sedang berada di akhir wave (e) dari wave [x] pada pola triangle-nya. Selama HRUM tidak menembus support 4,860, maka pergerakannya akan berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 4,950-5,100

Target Price: 5,575, 6,150

Stoploss: below 4,860

PNBS - Sell on Strength (150)

PNBS ditutup menguat 0,7% ke level 150 pada perdagangan Jumat kemarin (2/7). Selama PNBS tidak mampu menembus level resistancenya di 171, maka saat ini posisi PNBS sedang berada pada awal wave C dari wave (B). Hal ini berarti PNBS akan cenderung berada pada fase koreksinya dengan rentang koreksi berada pada 100-130.

Sell on Strength: 150-160

Disclaimer On


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berita Saham BCAP 22 Mei 2017

MNC KAPITAL INDONESIA BERNIAT TAMBAH MODAL TANPA HMETD IQPlus, (22/05) - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 406.627.281 saham dengan nominal Rp100 atau maksimal 7,43% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan bahwa Penambahan Modal Tanpa HMTED ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 30 Mei 2017 mendatang. Rencananya dana hasil PMTHMETD ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk investasai dan modal kerja untuk perseroan dan entitas anak dengan pembagian 70% dan 30%. Bagi pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan maksimal 6,92%. Dilusi ini menurut perseroan relatif kecil dan terjadi pada harga pasar sehingga tidak me...

INDUSTRI LOGAM DAN BAJA TUMBUH POSITIF TAHUN 2021.

Meskipun tantangan Covid-19 masih belum berakhir, kinerja industri nasional cukup menggembirakan dibanding tahun 2020, dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager's Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka 50 atau ada dalam ahap ekspansif. Hal ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri logam dan baja yang turut mengalami pertumbuhan positif selama tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada kuartal III tahun 2021, sektor industri logam dengan HS 72-73 mampu tumbuh di atas 9,82 persen. Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai USD19,6 miliar dan mengalami surplus sebesar USD6,1 miliar. Direktur Industri Logam, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Budi Susanto mengemukakan, pertumbuhan positif sektor baja akibat upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan konsep smart supply demand, yang diterapkan dengan berpihak pada industri baja nasional mulai dari sektor hulu...

Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp1 Triliun Di Semester I 2023

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) selaku pengembang Kota Deltamas Cikarang menyampaikan bahwa peruusahaan meraih prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1 triliun pada semester pertama tahun 2023, atau sekitar 59,7% dari target marketing sales tahun 2023 sebesar Rp1,8 triliun. Perolehan marketing sales tersebut menjadi tolok ukur kalau kebutuhan ruang serta produk komersial maupun area industri masih cukup tinggi. Hal itu dikatakan, Direktur Sales & Marketing PT Puradelta Lestari Tbk, Stanley W. Atmodjo, dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Rabu (16/8). Untuk meningkatkan produk komersial, kata Stanley W. Atmodjo, perusahaan kembali meluncurkan klaster komersial terbaru yakni Greenland Square yang mengusung konsep commercial lot berlokasi di Jalan Utama Kota Deltamas. "Ruang komersial telah menjadi sarana pendukung untuk sebuah kawasan hunian seiring terus berkembangnya populasi di kawasan residensial. Kami menghadirkan kawasan komersial premium Greenland Square di K...