google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo MENKEU : TOTAL ALOKASI INVESTASI PEMERINTAH CAPAI Rp183,44 TRILIUN. Langsung ke konten utama

MENKEU : TOTAL ALOKASI INVESTASI PEMERINTAH CAPAI Rp183,44 TRILIUN.



Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan total alokasi investasi pemerintah mencapai Rp183,44 triliun, yang meliputi pembiayaan investasi Rp182,31 triliun dan kewajiban penjaminan Rp1,13 triliun.

"Untuk below the line tahun ini kita akan mengalokasikan Rp183,44 triliun. Klaster yang akan menikmati adalah investasi bidang infrastruktur ini sangat signifikan," kata Menkeu Sri Multani dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa.

Untuk pembiayaan investasi Rp182,31 triliun diberikan kepada klaster infrastruktur Rp86,41 triliun yakni SMF, Hutama Karya, PLN, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), Adhi Karya, Waskita, Perumnas, LMAN, serta Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pembiayaan investasi juga diberikan kepada klaster pendidikan Rp20 triliun yakni LPDP, klaster perlindungan masyarakat Rp3 triliun yaitu pooling Fund bencana, serta klaster kerja sama internasional Rp1,94 triliun kepada LDKPI, IsDB, IFAD, IDA, IFC, IBRD dan CGIF.

Sri Mulyani berharap dengan adanya investasi pemerintah maka tahun ini program-program prioritas nasional dapat benar-benar berjalan sehingga masyarakat terfasilitasi dengan baik.

Ia juga berharap BUMN dapat melakukan konsolidasi melalui investasi pemerintah ini sehingga kondisi neraca keuangan mereka menjadi lebih sehat.

"Kita berharap 2022 ini program-program prioritas nasional bisa berjalan dan BUMN bisa melakukan konsolidasi sehingga kondisi neraca keuangan mereka sehat," tegas Menkeu Sri MUlyani. (end/ant)



sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...