google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Growth Investing: Pengertian dan Tips Menjalankannya Langsung ke konten utama

Growth Investing: Pengertian dan Tips Menjalankannya


Pada dasarnya, kesuksesan investasi ditentukan oleh strategi yang digunakan. Salah satu strategi investasi yang relatif mudah dan memiliki potensi keuntungan besar adalah growth investing. 

Apa itu Growth Investing?

Growth investing adalah bentuk strategi investasi yang fokus mengambil keuntungan dari pertumbuhan bisnis. Artinya, pertumbuhan atau pelebaran margin antara harga beli aset dengan harga jual aset sangat diperhatikan. Semakin cepat tumbuh, semakin besar keuntungannya. 

Strategi ini tidak mementingkan apakah aset yang dibeli mahal atau murah. Asalkan berpotensi tumbuh, maka baik untuk dibeli. Meskipun begitu, saham perusahaan baru adalah ladang yang banyak dipilih karena pertumbuhannya berpotensi melonjak tinggi. Hal itu berbeda dengan saham perusahaan lama yang cenderung tidak tinggi mengalami kenaikan harga. 

Bentuk strategi ini cenderung mengabaikan keuntungan tahunan. Seperti yang diketahui, ada dua keuntungan yang dapat Anda peroleh ketika membeli aset saham. Pertama, Anda akan memperoleh dividen atau keuntungan produksi perusahaan. Kedua, Anda mendapatkan keuntungan dari margin penjualan saham atau capital gain. Keuntungan kedua adalah target dari growth investing. 


Apa itu Saham Growth?

Saham growth adalah saham perusahaan yang telah lama berada di bursa saham. Saham ini disebut juga dengan istilah saham konvensional atau tradisional. Istilah lain yang mirip adalah growth stock atau saham yang diprediksi tumbuh secara cepat dan tinggi. 

Saham growth memiliki produk yang populer di kalangan masyarakat, sehingga cenderung dapat memonopoli pasar. Dengan arti lain, produk dari perusahaan tersebut memiliki daya tawar yang baik sehingga mudah untuk mengatur harga tanpa mempertimbangkan persaingan dengan kompetitor. 

Meskipun begitu, dalam growth investing, bukan faktor tersebut yang paling dipertimbangkan. Saham konvensional bahkan cenderung dihindari karena memiliki pertumbuhan yang tidak signifikan. Dalam melakukan strategi growth investing, pelaku investasi umumnya akan memilih industri yang sedang memiliki teknologi baru dan layanan berkembang. 

Apa yang Dimaksud dengan Value Investing?

Value investing adalah strategi strategi yang dilakukan dengan cara membeli sebuah saham berharga murah. Hal tersebut dilakukan dengan harapan harganya akan meningkat di masa depan. Ketika harganya telah meningkat, investor akan menjual dan mendapatkan keuntungan capital gain. 

Prinsip yang mencari keuntungan dari peningkatan harga saham pada strategi value investing hampir sama dengan strategi growth investing. Bedanya, growth investing tidak terlalu mempertimbangkan apakah harga saham tersebut murah atau tidak. 

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Strategi Growth Investing

Growth investing adalah strategi yang menguntungkan dalam berinvestasi, tetapi juga dibarengi dengan risiko tinggi. Tidak jarang saham yang diharapkan meningkat pesat justru stagnan dan bahkan turun. Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkannya dengan matang. 

Setidaknya terdapat lima indikasi yang dapat dijadikan acuan ketika Anda melakukan growth investing, yaitu sebagai berikut:

1. Historical Earning Growth

Meskipun saham perusahaan yang akan dibeli dalam growth investing umumnya perusahaan baru, tapi pastikan sudah memiliki rekam jejak yang kuat. Anda harus mempertimbangkan earning growth yang dimiliki selama 5 tahun ke belakang atau lebih lama lagi. 

Ukuran pertumbuhan setiap perusahaan bisa berbeda-beda, bergantung pada ukuran perusahaan itu sendiri. Apabila perusahaan tersebut bernilai valuasi 400 juta dolar atau lebih, maka pertumbuhan yang baik adalah 5%. Sementara itu, jika sebuah perusahaan bernilai valuasi di bawah itu, pertumbuhannya harus 7%. Jika berukuran lebih kecil, maka pertumbuhannya harus lebih besar, yaitu 12%.

2. Stock Performance

Kandidat terbaik perusahaan yang bisa dijadikan growth investing adalah perusahaan yang harga sahamnya mampu meningkat hingga dua kali lipat selama kurang dari lima tahun. Apabila kondisi tersebut terjadi, maka bisa dibaca bahwa growth rate-nya 15%. 

3. Return on Equity (ROE)

ROE merupakan nilai yang didapatkan dari net income yang dibagi dengan shareholder equity. Jika nilainya stabil meningkat, maka hal tersebut menandakan manajemen yang mengelola perusahaan bekerja sangat baik. Hal itu juga menandakan bahwa keuntungan per tahun perusahaan tersebut telah berjalan secara stabil. 

4. Profit Margin

Profil margin atau dikenal dengan istilah pretax profit margin adalah nilai yang didapatkan dari pembagian biaya pengeluaran tanpa pajak dengan hasil penjualan. Pretax profit margin yang meningkat dari periode ke periode adalah indikasi bahwa perusahaan tersebut cocok bagi strategi growth investing. 

5. Future/Forward Earning Growth

Setiap perusahaan akan mengumumkan pendapatannya di tiap kuartal atau per periode tertentu. Sebelum itu, lazimnya equity analyst akan memberi laporan perkiraan pendapatan/earnings estimates. Kesesuaian dua laporan tersebut dan persentase pertumbuhannya yang di atas rata-rata mengisyaratkan baik untuk growth investing. 


Tips Menjalankan Growth Investing

Growth investing tidak hanya dilakukan dengan memperkirakan bahwa suatu saham akan meningkat. Meskipun ada beberapa indikator untuk mengukurnya, tetap ada langkah growth investing yang baik. Berikut ini adalah beberapa tips dalam melakukan growth investing: 

1. Melakukan Riset

Untuk mengetahui potensi kenaikan harga sebuah saham, Anda tentu harus tahu nilai intrinsik saham atau melakukan analisis fundamental. Lakukan juga berbagai riset lain untuk mengetahui bahwa nilai saham akan meningkat di masa depan. 

2. Sabar Menunggu

Meskipun tidak dimaksudkan untuk investasi jangka panjang, Anda harus sabar menunggu setidaknya satu tahun. Strategi ini umumnya belum terlihat hasilnya pada periode yang singkat seperti tiga bulan atau enam bulan. 

3. Perhatikan Dominasi Market

Kecermatan dalam melihat sektor yang berkembang adalah kunci lain sukses menjalankan growth investing. Pilih sektor yang dapat mendominasi market sehingga harganya dapat naik. Hari ini sektor teknologi adalah contoh yang baik untuk growth investing karena mengeluarkan produk disruptif. 

4. Diversifikasi

Untuk menuntaskan sebuah strategi investasi adalah dengan mengembangkannya atau diversifikasi. Hal ini dilakukan agar memperkecil potensi kerugian. Caranya adalah dengan melakukan investasi di ukuran perusahaan, sektor industri, atau instrumen yang berbeda. 

Anda dapat diversifikasi ke pengelolaan uang yang lebih aman untuk menyimpan keuntungan. Salah satunya adalah dengan menjadi pendana di fintech Modal Rakyat. Dengan mengalihkan sebagian keuntungan ke pendanaan di Modal Rakyat, Anda berpotensi memperoleh keuntungan 18% per tahun. 

Selain memasukkan modal untuk dikembangkan di Modal Rakyat, Anda juga dapat memperoleh bantuan modal untuk melakukan growth investing dari Modal Rakyat. Dengan skema peminjaman yang aman terawasi OJK, Anda dapat memperoleh bantuan modal dari Modal Rakyat hingga Rp 2 miliar.


sumber : modalrakyat

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...