google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo KB Bukopin (BBKP) Lakukan Kerja Sama Strategis Dengan Sinarmas Asset Management Langsung ke konten utama

KB Bukopin (BBKP) Lakukan Kerja Sama Strategis Dengan Sinarmas Asset Management


PT Bank Bukopin Tbk (KB Bukopin/BBKP) menyampaikan bahwa perseroan melakukan kerja sama strategis dengan PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM).

Melalui kerja sama ini, Bukopin menghadirkan peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi dengan produk-produk reksa dana unggulan di bawah kelolaan Sinarmas AM. Adapun produk reksa dana unggulan itu diantaranya Danamas Rupiah Plus, Danamas Pasti, Simas Syariah Pendapatan Tetap, Simas Satu Prima, Simas Saham Maksima.

Wakil Direktur Utama KB Bukopin, Robby Mondong menuturkan, krja sama ini dilakukan dalam rangka memperluas penjualan reksa Sinarmas AM kepada nasabah KB Bukopin. Perseroan menyambut baik kerja sama dengan Sinarmas Asset Management ini sebagai bentuk komitmen untuk terus bertransformasi dan berinovasi dalam menyediakan jasa keuangan terintegrasi. Baca Juga: KPR Bank KB Bukopin Berkolaborasi dengan 'Smart Move' Sinarmas Land.

"Kami berharap seluruh produk investasi yang ditawarkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dan KB Bukopin mengambil peran penting dalam upaya pemulihan ekonomi di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Untuk fase awal kerja sama ini, produk reksa dana ini mulai ditawarkan kepada nasabah ritel Bukopin melalui beberapa kantor cabang aktif yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kedepannya, produk ini akan dapat dinikmati seluruh nasabah melalui aplikasi. Para nasabah perbankan Bukopin kini dapat melakukan transaksi pembelian (subscription), penjualan kembali (redemption), dan pengalihan (switching) terhadap kelima produk reksadana unggulan Sinarmas AM yang didistribusikan melalui jaringan.

Dalam pengembangan kedepanya, KB Bukopin Tbk akan melihat peluang nasabah secara spesifik bahkan eksklusif, dimana perseroan mengembangakan digitalisasi reksa dana melalui digital banking KB Bukopin.

"Kami juga didukung oleh KB Kookmin Bank untuk mengembangkan digitalisasi berbentuk NGBS (next eneration banking system). Artinya kami menggantikan sekor banking kita secara sistem digital yang akan bisa di akses pada akhir tahun 2023," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sinarmas Sekuritas, Jamial Salim Konpoi mengatakan, Perseroan sebelumnya sudah cukup lama telah berkomunikasi dengan KB Bukopin terkait kerjasama ini. "Akhirnya terwuju juga, kami melihat banyak potensi yang bisa kembangkan dari kerja sama ini. Kami berharap dengan sinergi ini bisa memajukan industri keuangan dan pasar modal khususnya, sehingga kita bisa lebih melakukan financial literacy, melakukan financial education kepada nasabah KB Bukopin dan juga memberikan salah satu alternatif untuk berinvestasi," pungkasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...