google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BRMS | 26 Oktober 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham BRMS | 26 Oktober 2017

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) akhirnya berhasil menekan rugi di akhir semester pertama tahun ini. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan perusahaan di semester satu 2017.

Kerugian yang ditanggung anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini berhasil menurun sebesar 38,69% menjadi US$ 92,11 juta pada enam bulan pertama tahun ini. Di periode yang sama tahun lalu, perusahaan membukukan rugi sebesar US$ 150,26 juta.

Berdasarkan laporan keuangan BRMS Juni 2017, penurunan kerugian ini disebabkan oleh lonjakan pendapatan BRMS. Di periode ini, BRMS berhasil mencatat pendapatan US$ 5 juta. Angka ini melonjak 130,16% dari sebelumnya sebesar US$ 2,17 juta.

Pendapatan yang meningkat drastis ini diperoleh dari jasa penasihat pertambangan yang dilakukan BRMS terhadap Bellridge Holdings Limited sebesar US$ 5 juta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017.

"Sementara semester satu tahun lalu, pendapatan perusahaan didapat dari dari jasa penasihat pemasaran yang dilakukan entitas anak, Bumi Resources Japan Company Limited terhadap Mitshubishi Corporation RtM Japan Ltd untuk memasarkan batubara sebesar US$ 1,17 juta. Kami juga memperoleh pendapatan dari jasa penasihat pemasaran yang kami lakukan terhadap PT Petromine Energy Trading untuk memasarkan produknya sebesar US$ 1 juta," tulis Suseno Kramadibrata, Direktur Utama BRMS dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis (26/10).

Sayangnya, lonjakan pendapatan ini juga membuat beban usaha perusahaan meningkat drastis. Beban usaha BRMS meningkat 157,45% menjadi US$ 6,54 juta dari sebelumnya sebesar US$ 2,54 juta. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya upah jasa profesional dari US$ 24.110 menjadi US$ 598.135 dan beban lain-lain menjadi US$ 4,29 juta.

Pada akhir Juni 2017, utang jangka pendek BRMS merosot 71,73% menjadi US$ 53,99 juta. Total liabilitas BRMS pun menyusut 45,14% menjadi US$ 240,22 juta.

Sekadar mengingatkan, pada 30 Mei 2017, BRMS menggelar private placement untuk menukar utang menjadi saham. Inilah penyebab penurunan utang BRMS yang cukup besar. Dari aksi korporasi ini, ekuitas BRMS naik 19,89% menjadi US$ 764,55 juta.

KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...