google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Pasar Global | 14 November 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Pasar Global | 14 November 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Nov 14, 2017)
Investment Information Team
(ayuningdyah@miraeasset.co.id)

 
US

Saham A.S. ditutup sedikit menguat Senin setelah Dow dan S&P 500 membukukan penurunan mingguan pertama mereka dalam dua bulan pekan lalu. Namun, kenaikan masih terbatas, karena ketidakpastian terus berlanjut mengenai undang-undang pemotongan pajak Republik sementara saham blue-chip General Electric Co jatuh ke level terendah lebih dari lima tahun.

Analis telah menyalahkan penurunan baru-baru ini pada kekhawatiran tentang penundaan pemotongan pajak perusahaan dari Washington yang banyak diantisipasi. Tiga acuan saham utama masih naik antara 15% dan 25% untuk tahun ini, didukung oleh faktor-faktor seperti ekonomi A.S. yang berkembang dan perbaikan keuntungan perusahaan.

Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dalam sebuah pidato hari Minggu menarik sedikit dukungannya untuk kenaikan suku bunga Desember.

Tidak ada pejabat Federal Reserve yang dijadwalkan untuk berbicara pada hari Senin, namun pada hari Selasa, Ketua Fed Janet Yellen dijadwalkan untuk mengambil bagian dalam diskusi panel dengan kepala bank sentral utama lainnya.

Europe

Saham Eropa pada hari Senin ditutup melemah untuk sesi kelima berturut-turut, setelah utilitas Prancis Electricite de France SA mengeluarkan sebuah peringatan keuntungan, dan mengenai kekhawatiran tentang Brexit yang membebani prospek pertumbuhan untuk zona euro.

Pasar juga tampak terguncang oleh ketidakpastian seputar kemajuan pemotongan pajak A.S.

Investor mulai menyelesaikan musim pendapatan Eropa. Laba per saham pada kuartal ketiga telah sedikit melampaui ekspektasi, sementara penjualan lebih lemah dari pada laba karena pergerakan mata uang, kata Morgan Stanley, yang mengeluarkan final earnings monitor untuk musim ini pada hari Senin.

Perekonomian zona euro akan menderita bersama dengan Inggris jika ada Brexit yang "mengganggu", seorang pejabat di Dana Moneter Internasional mengatakan kepada Reuters, Senin.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...