google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham JPFA, CPIN dan MAIN | 13 Agustus 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham JPFA, CPIN dan MAIN | 13 Agustus 2018

Sektor BASIC-IND tengah menguat sepanjang perdagangan saham terhitung sejak 4 Juli 2018. Dengan 3 saham “primadona” dari subsektor peternakan atau poultry. Ya, bisnis ini cukup menarik dan mudah dijalankan, jika pembaca adalah salah satu pelaku bisnis peternakan maka penulis yakin beternak ayam masih lebih mudah daripada beternak modal di pasar saham.
Bicara mengenai sektor poultry, ada 3 saham yang secara khusus menarik perhatian pasar karena kenaikan ketiganya yang terbilang signifikan. Bahkan sudah melewati 30% dalam waktu 1 bulan. Ketiga saham tersebut adalah:
  • Japfa Comfeed Tbk. alias JPFA, dengan produk yang terkenal dengan brand So Good;
  • Charoen Pokphan Tbk. alias CPIN, yang terkenal dengan brand Fiesta nugget, dan
  • Malindo Feedmill Tbk. alias MAINwell, kurang terkenal, namun produk dari emiten ini salah satunya adalah chicken nugget dengan brand Sunny Gold.
Dengan PER masing-masing:
  • JPFA di 11.5x
  • CPIN di 16.3x
  • MAIN di 12.5x
Dan pergerakan harga secara teknikal yang mana sangat kuat antar emiten, manakah yang paling menarik? Pertanyaan lebih lanjut, masih bisakah dikoleksi? Mari kita kupas bersama dalam artikel ini!
Pertama kita mulai dengan prospek bisnis. Kita sama-sama tahu, semenjak hari raya Lebaran, harga produk makanan terutama daging mengalami penguatan. Dan hal ini terjadi secara rutin setiap tahun. Pemerintah tentu sudah mengupayakan untuk mencegah kenaikan harga tersebut. Namun bisnis tetaplah bisnis, tradisi tidak akan berubah. Pada akhirnya harga akan tetap naik, walaupun kenaikannya berhasil ditekan juga. Hal ini penulis yakini sebagai salah satu upaya mengecilkan angka inflasi agar tidak terlihat meninggi hanya pada saat Lebaran saja, lalu setelahnya menjadi lesu. Hal ini akan menimbulkan kesan positif bagi investor karena memberikan gambaran ekonomi yang stabil dan layak untuk dijadikan negara tujuan investasi.
Setelah harga pakan menguat, tentunya kini kita akan menyadari bahwa pendapatan emiten setidaknya harus ikut bertambah kuat, jika tidak berarti ada yang salah dengan emiten tersebut. Dan berakhir pada laporan keuangan yang sudah diperoleh masing-masing pembaca, emiten-emiten yang bidang bisnisnya consumer goods dan basic industry mengalami penguatan pada kinerja keuangannya. Good? Of course!
Baik, kembali pada pergerakan ketiga saham JPFA, CPIN, dan MAIN. Manakah yang paling menarik menurut pembaca? Dan bagaimana prospek masing-masing saham? Mari kita bedah satu per satu chart-nya.
JPFA
JPFA tengah mengalami penguatan sejak 7 Juli 2018. Penguatan ini mulai terbatas sejak alotnya harga saham ini menembus resistance 2300. Namun jika diperhatikan pada bagian yang diberikan garis berwarna hijau pada gambar di atas, ada juga support kuat JPFA di 2150, dan ini sangat kuat. Mengapa? Perhatikan gambar chart di bawah ini yang merupakan zoom out dari chart JPFA untuk jangka yang lebih panjang.
Rupanya 2150 merupakan harga tertinggi JPFA pada tahun 2013 sebelum stock split 1:5. Dan setelah stock split masih mengalami penguatan di atas harga tertinggi tersebut. Maka sekarang tugas pelaku pasar (termasuk bandar) adalah mereka harus bisa mempertahankan level 2150 ini agar tidak ditembus lagi, dan jika berhasil maka bersiaplah karena secara teknikal JPFA akan all time high terussss
Namun berhati-hatilah jika harga turun menembus 2150, karena berarti penguatan harga saham ini hanya sampai titik impas yaitu harga tertinggi pada tahun 2013 dan dianggap selesai. Namun sejauh ini, melihat level 2150 sudah gagal ditembus sebanyak 6 kali maka penulis melihat pertahanannya cukup kuat dan potensi all time high masih tinggi. Dengan terbentuknya all time high, maka target secara teknikal sebenarnya tidak ada, kecuali kita cari sendiri angka-angka psikologis yang akan disukai oleh pelaku pasar, yakni 2430 s/d 3000.
CPIN
Sejak direkomendasikan pertama kali pada harga 3770 degan resistance yang harus di-breakout 3840, harga saham ini CPIN terus melonjak sampai pada harga tertingginya 4980, namun terbentuk resistance yang cukup kuat di 4950. Tentunya dibanding dengan JPFA, pergerakan CPIN secara teknikal lebih menarik. Alasannya? Perhatikan bagaimana CPIN lebih condong ke atas dibanding JPFA yang mulai mendatar trennya. Tentunya hal ini terjadi karena ada dukungan secara bandarmology yang membuat harga saham CPIN lebih terlihat usaha menguatnya dibanding dengan JPFA.
Secara teknikal, CPIN menguji resistance 4950, dengan target lanjutan psikologisnya di 5000Jika berhasil breakoutbersiaplah untuk kenaikan lanjutan menuju 5200resistance selanjutnya secara teknikal. Dan penulis menilai kondisi CPIN secara bandamology cukup mendukung untuk kenaikan ini. Perhatikan range 4750 s/d 5000 untuk swing trading.
MAIN
Pergerakan harga saham yang satu ini, mungkin paling fantastis dibanding kedua saham yang telah diulas sebelumnya. Dan memang, dengan volume yang biasanya “tidur” dan tiba-tiba ramai ini membuat MAIN menjadi yang paling menarik bagi para fast trader. Namun penulis pada awalnya cukup meragukan lantaran distribusi oleh FG yang terus menerus pada awal kenaikannya, walaupun pada akhirnya penulis sudah berani ikut dalam perdagangan saham ini setelah menyadari bahwa distribusi yang terjadi adalah harus dan bertujuan positif.
Secara teknikal, persis seperti yang penulis sampaikan sebelumnya dalam “Market Now” di IDX Channel bahwa potensi koreksi terbuka pada MAIN, telah terjadi. MAIN akan terkoreksi dengan batas wajar di MA5. Perhatikan garis berwarna merah pada gambar yang merupakan MA5 tersebut. Jika koreksi tertahan pada MA5 dan rebound, pembaca dapat membeli kembali saham ini untuk trading jangka pendek.
Target MAIN lebih jauh, jika masih melanjutkan kenaikan ada pada 1500, perhatikan pada gambar di bawah ini.
Ingat, target ini hanya berlaku jika MAIN masih melanjutkan kenaikan.
Sekarang, mari kita simpulkan. Penulis melihat dengan PER, JPFA paling rendah. Namun karena bahasan utama dalam artikel ini adalah teknikal, maka kondisi PER tadi boleh dilupakan.
Secara teknikal, penulis menyukai potensi all time high JPFA dimana masih adanya akumulasi broker yang sesuai dengan ulasan JPFA sebelumnya di sini. Namun CPIN juga masih diakumulasi terus dan polanya belum berubah. Ditambah dengan fakta bahwa all time high lebih disukai oleh pelaku pasar kebanyakan maka tentunya JPFA lebih menarik (lihat kasus ERAA, ITMG, PTBA, HOKI, TARA, WSKT). Sedangkan, jika pembaca adalah pelaku pasar yang notabene adalah fast trader, maka pilihan tentu jatuh pada MAIN, karena volume yang biasanya “tidur” mendadak ramai akan membuat trading jangka pendek lebih valid dan terdukung.
Oleh karena itu, jika kita berikan urutan, maka:
  1. MAIN
  2. JPFA
  3. CPIN
http://www.wh-project.com/2018/08/11/tren-jangka-pendek-saham-poultry-jpfa-main-cpin-mana-yang-paling-menarik/

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...