google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Ada Apa Dengan Saham WSKT | 30 Oktober 2018 Langsung ke konten utama

Ada Apa Dengan Saham WSKT | 30 Oktober 2018

Ketika saham PT Waskita Karya Tbk. alias WSKT sudah tidak bisa naik lagi, maka kemana arahnya?

Seperti yang kita tahu, fundamental emiten konstruksi BUMN itu bagus, kontrak bertambah terus, pendapatan luar biasa. Tapi, kok turun?

Jika digali lebih dalam, masalahnya akan selalu kembali pada cash flow. Maka selama cash flow tersebut masih berantakan yah kita anggap memang tidak akan naik. Lalu, mau turun ke berapa sebenarnya WSKT ini? Berikut adalah analisa penulis dan tim.

Sebelumnya penulis berpesan, jangan lanjutkan membaca jika Anda masih menyimpan saham ini di harga 3000an, akan sangat menyakiti hati. Namun kami selalu berusaha memberikan research terbaik dan paling netral sehingga jika bagus bilang bagus dan jika jelek bilang jelek.

Baik, mari kita mulai dengan… kondisi harga saham WSKT terakhir, yakni pada 1430. Secara teknikal, harga ini sudah melewati strong support WSKT pada 1500. Perhatikan gambar di bawah.



Dan, berapakah strong support selanjutnya?

Jika bicara WSKT akan rebound, tentu kapan saja akan rebound. Penulis kira, dalam rilis laporan keuangan sampai akhir tahun nanti WSKT akan rebound beberapa kali. Namun jika downtrend ini terus berlanjut, maka berapakah strong support WSKT berikutnya? Perhatikan gambar di bawah.


Ini akan membuat Anda berpikir dua kali untuk hold, namun 800 adalah strong support baru pada WSKT secara teknikal.

Diperkirakan dengan berhentinya beberapa proyek pemerintah dan masih minusnya cash flow WSKT maka strong support ini memiliki peluang terbuka untuk dihampiri. Namun semua kondisi ini bisa dibereskan, hanya 1 cara: perbaiki masalah cash flow. Pemerintah menghentikan proyek adalah hal baik dan kesempatan bagus untuk mengisi kekosongan cash flow tersebut.

Berhati-hatilah, tetap konservatif, dan siapkan strategi Anda.

by William Hartanto
http://www.wh-project.com/2018/10/29/waskita-yang-bikin-was-was/

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berita Saham BCAP 22 Mei 2017

MNC KAPITAL INDONESIA BERNIAT TAMBAH MODAL TANPA HMETD IQPlus, (22/05) - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 406.627.281 saham dengan nominal Rp100 atau maksimal 7,43% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan bahwa Penambahan Modal Tanpa HMTED ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 30 Mei 2017 mendatang. Rencananya dana hasil PMTHMETD ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk investasai dan modal kerja untuk perseroan dan entitas anak dengan pembagian 70% dan 30%. Bagi pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan maksimal 6,92%. Dilusi ini menurut perseroan relatif kecil dan terjadi pada harga pasar sehingga tidak me...

INDUSTRI LOGAM DAN BAJA TUMBUH POSITIF TAHUN 2021.

Meskipun tantangan Covid-19 masih belum berakhir, kinerja industri nasional cukup menggembirakan dibanding tahun 2020, dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager's Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka 50 atau ada dalam ahap ekspansif. Hal ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri logam dan baja yang turut mengalami pertumbuhan positif selama tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada kuartal III tahun 2021, sektor industri logam dengan HS 72-73 mampu tumbuh di atas 9,82 persen. Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai USD19,6 miliar dan mengalami surplus sebesar USD6,1 miliar. Direktur Industri Logam, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Budi Susanto mengemukakan, pertumbuhan positif sektor baja akibat upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan konsep smart supply demand, yang diterapkan dengan berpihak pada industri baja nasional mulai dari sektor hulu...

Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp1 Triliun Di Semester I 2023

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) selaku pengembang Kota Deltamas Cikarang menyampaikan bahwa peruusahaan meraih prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1 triliun pada semester pertama tahun 2023, atau sekitar 59,7% dari target marketing sales tahun 2023 sebesar Rp1,8 triliun. Perolehan marketing sales tersebut menjadi tolok ukur kalau kebutuhan ruang serta produk komersial maupun area industri masih cukup tinggi. Hal itu dikatakan, Direktur Sales & Marketing PT Puradelta Lestari Tbk, Stanley W. Atmodjo, dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Rabu (16/8). Untuk meningkatkan produk komersial, kata Stanley W. Atmodjo, perusahaan kembali meluncurkan klaster komersial terbaru yakni Greenland Square yang mengusung konsep commercial lot berlokasi di Jalan Utama Kota Deltamas. "Ruang komersial telah menjadi sarana pendukung untuk sebuah kawasan hunian seiring terus berkembangnya populasi di kawasan residensial. Kami menghadirkan kawasan komersial premium Greenland Square di K...