google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham LPCK dan LPKR | 16 Oktober 2018 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham LPCK dan LPKR | 16 Oktober 2018


Investor disarankan untuk menjauhi saham-saham properti grup Lippo seperti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) untuk jangka pendek pascaoperasi tangkap tangan KPK di Kabupaten Bekasi yang terkait proyek Lippo Grup, yakni Meikarta.

OTT KPK terjadi pada Minggu (14/10/2018) dan menjaring 10 orang dalam dugaan suap perizinan proyek Meikarta. KPK menahan uang sekitar Rp1 miliar dalam pecahan rupiah dan dolar Singapura sebagai barang bukti.

Beredarnya berita ini segera merontokkan harga saham emiten properti Lippo pada perdagangan Senin (15/10/2018). LPKR mengalami koreksi 2,68% ke level Rp290 setelah sebelumnya sempat turun mencapai 7,4%, sedangkan LPCK anjlok mencapai 14,77% ke level Rp1.385.

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Capital, mengatakan bahwa adanya kasus OTT ini menambah daftar tekanan pada emiten properti Grup Lippo.

Secara sektoral, emiten-emiten properti di pasar saham masih belum menunjukkan pemulihan, baik secara fundamental maupun kinerja harga sahamnya, termasuk dua emiten properti Lippo tersebut. Menurutnya, dengan adanya kasus OTT, prospek kedua emiten tersebut menjadi sangat negatif.

“Mungkin dari segi dampak finansial secara jangka pendek tidak akan besar, misalnya terkait denda. Namun, dari sisi trust, ini yang akan mempengaruhi sebab faktor GCG [good corporate governance] sangat signifikan dampaknya untuk emiten properti,” katanya, Senin (15/10/2018).

Alfred mengatakan, emiten properti sangat banyak jumlahnya di pasar modal dalam negeri, sehingga investor punya banyak pilihan untuk beralih dari emiten yang bercitra negatif dari segi GCG.

Beberapa emiten properti yang terkena kasus GCG mendapatkan sentimen negatif yang sangat panjang, sehingga harga sahamnya sulit pulih meskipun sudah sangat murah.

Bila terbukti Grup Lippo terlibat dalam kasus korupsi tersebut, harga saham dan likuiditasnya kemungkinan akan terus memburuk. Apalagi, Mahkamah Konstitusi sudah memungkinkan korporasi menjadi terdakwa sebagai pelaku kejahatan korupsi.

Menurutnya, dalam kondisi ketidakpastian yang akan meningkat ini, investor kedua emiten sebaiknya melepas kepemilikannya. Pasalnya, ruang penurunan harga saham kedua emiten masih sangat besar ke depan seiring perkembangan pemberitaan tentang kasus tersebut.

“Lebih bagus keluar untuk sementara sampai fix betul ke arah mana kasus ini, seberapa besar dampak finansialnya, dan seberapa besar exposure kasus ini pada image perusahaan,” katanya.

Frederik Rasali, Vice President Research Artha Sekuritas, mengatakan bahwa efek kasus korupsi terhadap emiten sangat negatif. Oleh karena itu, dirinya sependapat agar investor menjauhi saham LPKR dan LPCK, meskipun belum benar-benar terbukti keterlibatan Lippo dalam kasus tersebut.

“Ini sentimen negatif, dalam jangka pendek hindari dulu karena kita tidak tahu ke depannya. Kalau terbukti tidak bersalah dan fundamentalnya baik, tentu tidak masalah untuk kembali masuk,” katanya.

Sementara itu, ketika hendak diminta komentarnya terkait kasus tersebut, Head of Corporate Communication LPKR sekaligus Direktur Informasi Publik Meikarta, Danang Kemayan Jati tidak memberikan tanggapan.

Namun, dalam video pendek yang dibagi Danang di salah satu grup WhatApp investor, per 3 Oktober 2018 pembangunan 28 menara di Meikarta sudah mencapai lantai 11. Pada akhir Oktober 2018 akan segera dibuka shopping street baru di Meikarta yang diklaim terlengkap dan mewah.

Selain itu, dalam video tersebut juga diungkapkan bahwa pembangunan fase pertama 28 super tower setinggi 32 dan 42 lantai akan mulai serah terima pada Februari 2019.
http://market.bisnis.com/read/20181015/190/849581/kasus-ott-proyek-meikarta-ini-rekomendasi-analis-untuk-saham-lpkr-lpck#.W8UvEwayVhE.whatsapp

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...