google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham TOWR | Sarana Menara Nusantara (TOWR) ingin jadi penghuni LQ45 pada Agustus 2019 Langsung ke konten utama

Berita Saham TOWR | Sarana Menara Nusantara (TOWR) ingin jadi penghuni LQ45 pada Agustus 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengklaim volume dan likuiditas perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik signifikan di bulan Januari 2019. Kenaikan saham secara signifikan terjadi sejak akhir tahun 2018 lantaran saham emiten menara telekomunikasi ini masuk ke dalam indeks IDX80. IDX80 merupakan indeks baru yang dibentuk oleh BEI yang terdiri dari 80 saham paling likuid.

Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Aming Santoso mengatakn, likuiditas perdagangan di BEI punya peran penting bagi perusahaan untuk meningkatkan harga saham dan merefleksikan nilai intrinsik perusahaan dan pertumbuhan yang kuat selama beberapa tahun terakhir.

“Perkembangan terkini dari likuiditas saham ini merupakan pengakuan atas pertumbuhan yang baik, posisi keuangan yang solid, serta valuasi dari perusahaan kami,” kata dia melalui keterangan tertulis Selasa (12/2).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, emiten yang tergabung dalam Grup Djarum ini saat ini memiliki new contracted revenue sebesar Rp 5,8 triliun dari order pipeline serta sewa menara dan fiber beserta kontrak satelit.

Untuk kontrak satelit, Sarana Menara Nusantara melalui anak usahanya PT iForte Solusi Infotek telah memperoleh kontrak untuk untuk menyiapkan jaringan di 1.939,2 Mhz satelit multifungsi atau high throughput satellite (HTS) dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).

Sementara itu Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari menjelaskan rata-rata perdagangan saham alias Average Daily Traded Value (ADTV) saham TOWR mencapai Rp 30 miliar di bulan Januari 2019. “Di bulan Juli 2018, ADTV saham TOWR adalah Rp 1,1 miliar, volume perdagangan terus meningkat hingga hampir 30 kali sejak bulan tersebut,” ungkap Adam.

Menurut Adam, sebelumnya saham TOWR bisa dibilang sebagai salah satu saham yang tidak likuid di bursa dengan volume perdagangan tertinggi berupa transaksi di pasar negosiasi berupa block trade.

Saat ini volume perdagangan saham TOWR berada pada parameter ADTV yang lebih baik daripada saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45. “Pada tingkat likuiditas saat ini dengan free float kami yang cukup besar di 48,9% kami berharap bahwa kami bisa disertakan di indeks LQ45 pada bulan Agustus 2019 mendatang,” tutup Adam.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...