google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham FOOD | Bidik Laba Berlipat, Ini Strategi Sentra Food Indonesia (FOOD) Langsung ke konten utama

Saham FOOD | Bidik Laba Berlipat, Ini Strategi Sentra Food Indonesia (FOOD)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen daging olahan PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) membukukan kinerja apik di 2018 lalu. Tahun ini, emiten ini menargetkan pertumbuhan laba mencapai dua atau tiga kali lipat.

Mengutip laporan keuangan akhir 2018, perusahaan yang menaungi brand Kemfood dan Yangini ini mengumpulkan penjualan Rp 122,06 miliar atau naik 22% dari tahun 2017. Sedangkan labanya melesat 200% ke Rp 1,49 miliar.

Presiden Direktur FOOD Agustus Sani Nugroho mengungkapkan, pendorong kinerja 2018 adalah strategi pemasaran yang efektif dan efisien. "Selain itu, kami juga melakukan variasi produk yang tepat dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen," terang dia, Rabu (27/3).

Berdasarkan laporan keuangan FOOD, kontribusi segmen penjualan daging olahan naik 10,13% jadi Rp 77,22 miliar. Sementara penjualan daging segar naik 53,65% menjadi Rp 47,18 miliar.

Maka untuk tahun ini, Agustus mengungkapkan, pihaknya mematok target pendapatan sebesar Rp 150 miliar atau meningkat sekitar 23% dari realisasi 2018. FOOD menerapkan strategi fokus pada pengembangan pasar dan produk daging olahan yang dapat diterima pasar. "Kami melihat masih besarnya potensi pasar yang dapat dikembangkan," kata Agustus.

Gerak FOOD cukup cepat. Perusahaan ini sudah menggunakan seluruh dana penjualan saham perdana (IPO) yang digelar Januari lalu. Dana Rp 20,25 miliar sudah diserap untuk modal kerja.

Sebelumnya, Agustus pernah menyebut pihaknya menargetkan laba bersih tahun ini mencapai Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar, atau naik 168%-235%. Kenaikan ini ditopang peluang penjualan di pasar domestik yang masih besar.

Agustus menuturkan, tahun ini FOOD mengincar peningkatan pangsa pasar dari sektor ritel maupun sektor hotel, restoran, kafe (horeka) yang masih terbuka lebar. Sementara, tantangan yang mungkin dihadapi FOOD adalah kompetisi di industri makanan olahan ini.


Sumber : KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...