google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham EXCL | XL Axiata (EXCL) Incar Pertumbuhan di Atas 5% Langsung ke konten utama

Saham EXCL | XL Axiata (EXCL) Incar Pertumbuhan di Atas 5%


PT XL Axiata Tbk (EXCL) berharap bisa mencetak kinerja keuangan lebih positif tahun ini. Emiten halo-halo ini sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target tersebut.

Presiden Direktur EXCL Dian Siswarini mengatakan, perusahaan ini membidik pertumbuhan pendapatan minimal sama seperti rata-rata industri, yakni antara 4%-5%. Skenario terbaiknya, pertumbuhan pendapatan EXCL melebihi perkiraan tersebut.

Dian optimistis, tahun ini pasar seluler akan mengalami pemulihan, terutama dari segmen bisnis layanan data, karena adanya peningkatan trafik yang cukup kuat. "Tahun 2019 diperkirakan trafik data akan meningkat 60% dibanding dengan tahun lalu," kata dia di Jakarta, Senin (29/4).

Demi menangkap peluang tersebut, EXCL bakal terus meningkatkan jaringan 4G di luar Pulau Jawa. Sampai tahun 2018, jaringan 4G EXCL mencakup lebih dari 80% populasi masyarakat Indonesia.

Tahun ini, EXCL menargetkan bisa menjangkau sekitar 90% dari populasi Indonesia. Untuk pengembangan di Pulau Jawa, emiten ini bakal fokus menggelar jaringan kabel optik. Agenda ini merupakan persiapan implementasi teknologi 5G.

Penyerapan capex

Direktur Independen PT XL Axiata Tbk Yessie Dianty Yosetya menambahkan, tahun ini perusahaannya menargetkan penggunaan kabel optik bisa mencapai 30%–35% dari jaringan 4G XL Axiata. "Dalam tiga tahun kami targetkan mencapai 50%," ucap Yessie.

Tahun ini, XL Axiata juga akan fokus ke segmen rumah dengan layanan fiber to the home (FTTH) dan ke segmen perusahaan dengan layanan internet of things (IoT). EXCL juga akan terus meningkatkan kemitraan dengan penyedia ponsel pintar untuk mendorong percepatan layanan 4G melalui bundling produk.

EXCL menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) lebih besar di tahun ini, guna merealisasikan semua ekspansi tersebut. Realisasi penyerapan capex diperkirakan tak akan meleset jauh dari target. Sebab, kontrak pembelian barang modal EXCL menggunakan sistem purchase order (PO).

Stevanus Juanda, analis UOB Kay Hian, memprediksi, sektor telekomunikasi bakal memperoleh keuntungan dari fokus kebijakan pemerintah di sektor teknologi dan sumber daya manusia tahun ini. "Emiten telekomunikasi yang sebelumnya merugi bahkan berpotensi membalikkan keadaan," tulis dia dalam riset per 24 April.

Namun, Stevanus merekomendasikan hold EXCL. Pasalnya, target harga saham ini di level Rp 2.930 sudah ditembus. Kemarin, saham EXCL naik 30 poin ke level Rp 2.900 per saham.

Sumber: kontan

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...