google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham INDF | INDOFOOD BERNIAT BELI SISA SAHAM DI INDOFOOD AGRI RESOURCES Langsung ke konten utama

Saham INDF | INDOFOOD BERNIAT BELI SISA SAHAM DI INDOFOOD AGRI RESOURCES

IQPlus, (11/04) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang diwakili CIMB Bank Berhad cabang Singapura, pada 10 April 2019 telah melakukan penawaran tunai bersyarat untuk membeli seluruh saham Indofood Agri Resources Ltd (IFAR).

Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan IFAR adalah anak usaha perseroan yang dimiliki baik langsung maupun tidak langsung oleh grup perseroan sekitar 74,34% dan terdaftar di Bursa Singapura.

Penawaran berlaku untuk semua saham IFAR selain yang dimiliki oleh Grup Perseroan pada tanggal penawaran mencakuk 25,65% dari total saham IFAR. Perseroan telah mendapatkan kesanggupan secara tertulis yang tidak dapat dibatalkan dari First Pacific Investment Limited (FPIL) dan First Pacific Investment (B.V.I) Limited yang bersama-sama memiliki 0,14% saham IFAR untuk tidak menerima penawaran dan tidak akan menjual yang mereka miliki dimana kedua perusahaan mempunyai pihak pengendali yang sama dengan perseroan.

Harga peanwaran untuk setiap lembar saham IFAR sebesar S$0,28 dalam bentuk tunai dimana harga sudah termasuk dividen yang akan diterima sehingga harga penawaran yang akan dibayar kepada pemegang saham yang menerima penawaran akan dikurangi dengan jumlah dividen yang akan diterima sebelum tanggal penyelesaian. Penawaran ini akan didanai melalui pinjaman bank.

Perseroan mempertimbangkan akan melakukan delisting dan privitisasi IFAR agar dapat memberikan fleksibilitas bagi perseroan dan manajamen IFAR dalam melakukan inisiatif strategis. (end)


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...