google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Global Market Review | 23 Mei 2019 Langsung ke konten utama

Global Market Review | 23 Mei 2019

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(May 23, 2019)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)


U.S

Ketegangan perdagangan AS dan China yang baru menekan Wall Street

Indeks utama Wall Street turun pada hari Rabu karena meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina menekan sentimen investor.

Dow Jones turun 100,72 poin atau 0,39% menjadi 25.776,61. S&P 500 kehilangan 8,09 poin atau 0,28% menjadi 2.856,27. Nasdaq turun 34,88 poin atau 0,45% menjadi 7.750,84.

Sehari setelah pelonggaran sementara Washington terhadap Huawei Technology Co Ltd, ada laporan bahwa Gedung Putih bisa memberlakukan pembatasan pada perusahaan teknologi China lainnya sehingga mengguncang saham A.S. lagi.

Laporan media pada hari Rabu mengatakan administrasi Trump sedang mempertimbangkan sanksi pada perusahaan pengawasan video Hikvision.

Eropa

Saham Eropa turun karena Brexit dan kekhawatiran perang dagang

Saham Eropa melemah pada hari Rabu di tengah kegelisahan atas perkembangan perang dagang AS-China dan kepergian Inggris yang tidak pasti dari Uni Eropa.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup turun 0,08%.

Bank dan saham sensitif Brexit memimpin kerugian karena beberapa investor beralih ke obligasi zona aman sebagai tekanan yang tumbuh akibat Perdana Menteri Inggris Theresa May yang mengundurkan diri setelah anggota parlemen di partainya sendiri menolak kesepakatan komprominya untuk keluar dari Uni Eropa.

Sebuah Laporan menyebutkan Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengekang perusahaan pengawas video China, Hikvision, menambah kekhawatiran investor.

"Sentimen tetap rapuh karena investor mencerna perubahan wajah sengketa perdagangan dari tarif yang luas untuk tindakan langsung terhadap perusahaan China tunggal," kata analis.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...