google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham TBIG | Mainkan Sampai Habis [Analisis] Langsung ke konten utama

Saham TBIG | Mainkan Sampai Habis [Analisis]

Analisis Saham TBIG


Informasi Fundamental

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. memilih untuk menggunakan kas internal guna melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada kuartal terakhir tahun ini. 
Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan pihaknya akan menggunakan kas internal untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada bulan ini. 
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), emiten berkode saham TBIG itu memiliki obligasi yang jatuh tempo pada 28 Oktober 2019 dengan nilai Rp628 miliar. 
Menurut Helmy, perseroan memilih untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo dengan kas internal karena arus kas yang masih memadai dan jumlahnya yang tak terlalu besar. (dk)

Sumber Berita:

Informasi Teknis

Saham TBIG pada tanggal 11 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 6775, naik 4,23%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 255% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat baik.
Volatilitas saham ini berada pada area jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan uptrend.

Rekomendasi

HOLD. Waspada Koreksi, Tambah Porsi Jika Rebound Setelah Koreksi.
Support : 5500
Resisten : 7650 - 9925

by Abduh

Disclaimer ON

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...