Analisa Saham MAPI, PGAS dan ESSA

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight*
(Apr 9, 2019)
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,425.73 (-0.75%), consolidation. indikator MFI optimized dan indicator RSI optimized cenderung konsolidasi sekitar support. Pada periode weekly, indikator MFI optimized  dan indikator W%R optimized  akan menguji support trend line Daily resistance terdekat di 6,462 dan support di 6,403. Cut loss level di 6,383.

MAPI Daily, 940 (-5.05%), buy on weakness, trading range 925 – 975. indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trend line. Daily support  925 dan resistance di 975. Cut loss level di 900.

PGAS Weekly, 2,270 (-0.44%), buy on weakness, 2,160 – 2,360. indikator MFI optimized dan W%R optimized akan coba sudah berada sekitar support trend line. Weekly support  2,160 dan resistance di 2,360. Cut loss level di 2,140.

ESSA Daily, 372 (-4.62%), buy on weakness, trading range 368 – 390. Indikator MFI optimized dan indkator RSI optimized sudah berada sekitar support trendline. Dengan demikian diperkirakan potensi koreksi mulai terbatas dengan kecenderungan menguat. Perkiraan daily support di 368 dan daily resistance di 390. Cut loss level di 320.

Analisa Saham ITMG dan ESSA

Analisa Saham ITMG

Pasca cum date deviden sebesar 2.045/share, ITMG langsung bergerak turun dengan membentuk gap down di 21.875-23.825. Penurunan ITMG terus berlanjut dan saat ini menguji area suppot kuat dikisaran level 19.500. Terbuka peluang bagi ITMG untuk mengalami teknikal rebound sesaat apabila mampu bertahan di atas support tersebut. Target teknikal rebound dikisaran 20.500 hingga 21.250. Namun selama ITMG tidak mampu menguat diatas 23.600, maka kenaikan saham ini hanyalah teknikal rebound sementara dalam tren turun.

Apabila setelah rebound (atau bahkan belum sempat rebound) ITMG bergerak turun menembus ke bawah 19.500, maka saham ini berpeluang melemah menuju target di level 16.500, dengan minor target di 18.350. Indikator teknikal MACD yang bergerak turun menembus ke bawah centreline, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak dalam tren negatif.

Rekomendasi: Sell jika break low dan gagal bertahan di 19.500.


Analisa Saham ESSA

Pasca rilis kinerja keuangan 2018, dimana laba bersih mengalami kenaikan tajam dari US$2,55 juta pada akhir tahun 2017 menjadi US$ 41,41 juta di akhir 2018, saham ESSA malah bergerak turun. Ketidakmampuan ESSA untuk break out resistance level 434, membuat saham ini tertekan dan saat ini menguji area support dari tren naik jangka menengahnya di level 364. Apabila dapat bertahan diatas support tersebut dan kembali bergerak naik, maka ESSA berpeluang kembali menguji area resistance 430-434. Namun jika turun dan menjebol support trend naiknya dengan bergerak ke bawah 364, maka saham ini berpeluang memasuki fase sideways dengan menguji support 338 kembali. Akan tetapi jika tekanan masih berlanjut dan ESSA gagal bertahan di 338, terbuka peluang bagi saham ini untuk bergerak turun menuju target di level 300, dengan minor target di 320. Indikator teknikal Stochastic bergerak turun dan MACD mengalami death cross mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak dalam tren negatif.

Rekomendasi: Hold. Trailing stop jika gagal bertahan di 364.



by StepTrader

Analisa Saham FREN | Buy on Weakness

Analisa Saham FREN

FREN Daily : Buy on Weakness. Diperkirakan koreski harga daham ini mulai terbatas, Berdasarkan Peak and Trough Analysis terlihat support terdekat  saat ini  234 dan resistance terdekat di 299. Bedasarkan hasil optimasi terlihat indikator MFI Optimized dan RSI Optmized juga sudah berada di oversold area dengan perkiraan support terdekat di 238 denga  perkiraan resisrtance terdekat di 260 sebelum lanjut ke 300.


by Tasrul Tanar

Analisa Saham SILO dan HMSP

Analisa Saham SILO

Ciptadana Sekuritas on Siloam International Hospitals (SILO)
Healthy operations to support long term growth

- Siloam International Hospitals (SILO) melaporkan pendapatan kotor sebesar Rp5,96 triliun pada tahun 2018 (+ 12% YoY / + 1% QoQ). Pendapatan rawat inap naik 11% YoY / -0,4% QoQ, sedangkan rawat jalan naik 14% YoY / + 4% QoQ. Laba kotor naik 17% YoY / -2% QoQ menjadi Rp1,93 tn pada 2018, yang mendorong GPM untuk tumbuh 120bps YoY, karena COGS meningkat 10% YoY. Pada intinya, laba bersih turun 83% YoY / -53% QoQ menjadi Rp16 miliar pada 2018 dan Rp13 miliar pada 4Q18 di ambang beban pajak yang lebih tinggi (+ 45% YoY / + 14% QoQ), yang diterjemahkan menjadi 150 penurunan bps pada NPM di FY18. Secara keseluruhan, kami melihat bahwa operasional SILO membaik. Karenanya, kami percaya tren positif ini akan berlanjut pada 2019, karena akan ada lebih banyak dukungan dari rumah sakit baru.

- Selama 2018, baik pasien yang rawat inap maupun rawat jalan tumbuh masing-masing sebesar 11% dan 8% menjadi 205 ribu untuk yang rawat inap dan 2,39 juta untuk rawat jalan. Pendapatan tidak sabar per hari meningkat 3% YoY menjadi Rp 4,93juta, sedangkan ALOS lebih rendah 3% YoY menjadi 3,46 hari. Pendapatan rawat jalan per kunjungan naik 4% YoY menjadi Rp850, sebagian besar karena kenaikan dari segmen BPJS (+ 16% YoY) dan rumah sakit barat dewasa (+ 7% YoY). Kami berharap BOR akan berkembang, terutama didorong oleh peningkatan rumah sakit SILO yang baru dibuka. Seperti pada tahun 2018, rumah sakit Baru dan Berkembang berkontribusi masing-masing 11% dan 10% untuk pertumbuhan volume rawat inap dan rawat jalan

- Valuasi: BUY dengan TP IDR4,460


Ciptadana Sekuritas on HM Sampoerna (HMSP) 03/25/2019
In-line results supported by 4Q performance

-  Sementara total volume pasar rokok Indonesia sedikit menurun sebesar 4 juta batang (-0,1%) menjadi 307 miliar pada tahun 2018, volume penjualan HM Sampoerna (HMSP) sedikit meningkat menjadi 101,4 miliar batang (+ 0,1% YoY). HMSP membukukan pertumbuhan pendapatan FY18 sebesar 7,7% YoY menjadi Rp 106,74 tn, pada 101% dari FY18F dan konsensus kami. Penghasilan bersih naik 6,8% YoY menjadi Rp 13,5 triliun, juga sesuai dengan harapan kami dan konsensus (membentuk 102% dari FY18F kami). Karena COGS meningkat pada tingkat yang lebih cepat 8,5% YoY dan opex juga naik tipis 6,2% YoY, laba kotor dan laba operasi sedikit meningkat sebesar 5,3% dan 4,8% YoY masing-masing di Rp25.5tn dan Rp16.8tn.

-  Volume penjualan HMSP flat QoQ tetapi -11,4% YoY menjadi 26,9 miliar batang di 4Q18 setelah mencatat pertumbuhan volume QoQ + 6,2% di 3Q18. Sementara pangsa pasar 2018 tetap stabil di 33%. Namun, pangsa pasar HMSP turun sedikit sebesar -0,3% YoY dan QoQ menjadi 32,7% di 4Q18, karena pangsa pasar yang lebih rendah di SKM (23,1% di 4Q18 dari 23,4% di 3Q18). Kami perhatikan, Sampoerna A dan U Mild terus melaporkan penurunan volume pada 4Q18 karena kenaikan harga yang berkelanjutan (8-9,5%). Di sisi lain, varian Marlboro Filter Black 20s dan Dji Sam Soe Magnum Mild 16 terus mencatat volume yang terus bertambah. Volume penjualan Dji Sam Soe naik 13,9% YoY menjadi 8 miliar batang di 4Q18, menjadikan total volume penjualan setahun penuh menjadi 29,1 miliar batang (+ 28,3% YoY).

- Valuasi: BUY dengan TP IDR4,500


=====
by Mirae Asset Sekuritas

Analisa Saham PTPP, ADHI dan RALS

Analisa Saham PTPP

PTPP: Trading Buy
• Close 2200, TP 2240
• Boleh buy di level  2160-2200
• Resistance di 2240 & support di 2160
• Waspadai jika tembus di 2160
• Batasi resiko di 2140


Analisa Saham ADHI

ADHI : Trading Buy• Close 1690, TP 1710
• Boleh buy di level  1675-1690
• Resistance di 1710 & support di 1675
• Waspadai jika tembus di 1675
• Batasi resiko di 1665


Analisa Saham RALS

RALS:  Trading Buy
• Close 1760, TP 1795
• Boleh buy di level  1735-1760
• Resistance di 1795 & support di 1735
• Waspadai jika tembus di 1735
• Batasi resiko di 1720


by Valbury Sekuritas

Analisa Saham PPRO, BRPT dan UNVR

Analisa Saham PPRO

PPRO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 148 kemudian 151 dengan support di level 142, cut loss jika break 139.


Analisa Saham BRPT

BRPT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.660 kemudian 3.750 dengan support di level 3.510, cut loss jika break 3.430.


Analisa Saham UNVR

UNVR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 49.375 kemudian 49.850 dengan support di level 48.425, cut loss jika break 48.025.


by IPOT

Analisa Saham JPFA dan ISAT

Analisa Saham JPFA

JPFA – BUY
Indikator RSI sudah keluar dari zona jenuh jual sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp1,800 dengan target ke level Rp1,900.


Analisa Saham ISAT

ISAT – BUY
Harga melakukan rebound sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp2,590 dengan target ke level Rp2,800.


by UOBKH