Tampilkan postingan dengan label Saham PPRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham PPRO. Tampilkan semua postingan

PP Properti (PPRO) Lunasi Obligasi Yang Jatuh Tempo Pada Tahun 2023


PT PP Properti Tbk (Kode Saham: PPRO)
selaku Anak Perusahaan dari salah satu developer properti pelat merah yaitu PT PP (Persero) Tbk (Kode Saham: PTPP) telah melunasi pembayaran Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap I Tahun 2018 seri B yang jatuh tempo pada 6 Juli lalu dengan nilai sebesar Rp 142,5 miliar. Pelunasan pembayaran pokok Obligasi ini dilakukan dengan metode transfer ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI).

DAlam siaran pers PPRO (12/7) disebutkan PP Properti selalu memegang teguh komitmennya yang terbukti dengan cara menyelesaikan kewajiban jatuh tempo yang bernilai Rp 142,5 miliar untuk menjaga kepercayaan para Investor.

Selain itu, PP Properti juga selalu menjaga kepercayaan para konsumen dengan menyesuaikan minat dan memenuhi kebutuhan konsumen seperti menyediakan apartemen dengan fasilitas lengkap atau full furnished dan mengadakan promo-promo khusus secara rutin.

Dari segi pengembangan produk, PP Properti memiliki fokus untuk mengembangkan proyek. proyeknya yang sedang berjalan seperti Apartemen Westown View di Surabaya, Apartemen Louvin di Jatinangor, dan Landed House Permata Puri Cibubur. Bersamaan dengan pengembangan proyek, PP Properti juga akan fokus melakukan divestasi saham dan divestasi lahan di tahun 2023.

"PP Properti selalu berupaya menjaga kepercayaan para Investor dan Konsumen melalui komitmennya, salah satunya dengan menyelesaikan kewajiban jatuh tempo dan merampungkan proyek-proyek pembangunan yang saat ini sedang berjalan. Memenuhi minat dan kebutuhan konsumen dengan menyajikan produk-produk yang berkualitas dan memberikan kenyamanan merupakan prioritas PP Properti., tutur VP of Corporate Secretary, Ikhwan Putra. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Emisi Obligasi, PT PP Properti Tbk (PPRO) Incar Dana Rp800 Miliar


PT PP Properti Tbk (PPRO)
berencana menerbitkan surat utang atau obligasi II Tahun 2023 senilai Rp800 miliar. Obligasi PPRO tersebut di tawarkan dalam dua Seri, yakni seri A bertenor 3 tahun dan Seri B berjangka waktu selama lima tahun.

Dalam prospektus ringkas yang dikutip, Kamis (13/4/2023), disebutkan bahwa dalam aksi korporasi ini, PPRO akan dibantu oleh Penjamin pelaksana emisi obligasi yakni PT Bahana Sekuritas (terafiliasi), PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Shinhan Sekuritas Indonesia serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) sebagai wali amanat.

Dana dari hasil emisi obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, sebesar Rp505 miliar akan dipergunakan untuk melunasi utang pokok, dan sisanya Rp295 miliar untuk modal kerja Perseroan. Adapun surat utang PPRO ini telah memperoleh peringkat irBBB+ (triple B plus) dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI).

Sebagai informasi, penawaran obligasi ini akan dilangsungkan pada tanggal 22-23 Mei 2023. Jika berjalan dengan lancar, obligasi PPRO ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Mei 2023. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat menerbitkan pernyataan efektif untuk penerbitan obligasi PPRO pada 17 Mei 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT PP Properti Tbk (PPRO) Klaim Sudah Lunasi Obligasi Dan MTN Jatuh Tempo Tahun 2022


PT PP Properti Tbk (kode saham:PPRO) sebagai salah satu pengembang properti di Indonesia yang merupakan anak usaha dari PT PP (Persero) Tbk (kode saham: PTPP) sampai dengan saat ini telah melunasi pembayaran atas hutang jatuh tempo di tahun 2022 dengan nilai sekitar Rp 2,5 triliun yang terdiri dari Obligasi, MTN, dan Perbankan.

Instrumen Hutang dalam bentuk Obligasi dan MTN yang telah dilunasi terdiri dari Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap II Tahun 2021 senilai Rp 300 miliar yang jatuh tempo pada 15 Februari 2022, Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap II Tahun 2019 senilai Rp 800 miliar yang jatuh tempo pada 22 Februari 2022 lalu, Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 senilai Rp 534,5 miliar yang jatuh tempo pada 19 Juli 2022, kemudian terdapat juga Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap III Tahun 2021 senilai Rp 177 miliar yang jatuh tempo pada 12 September 2022 kemarin. Selain itu, surat hutang jangka menengah (MTN) juga telah dibayar oleh PPRO sebesar Rp 120 miliar yang jatuh tempo pada 30 Juli 2022.

"PPRO tetap berkomitmen dalam menyelesaikan kewajiban jatuh tempo senilai Rp 2,5 triliun untuk tetap menjaga kepercayaan dari Investor, dan kami yakin dapat mencapai target performance Perusahaan seiring dengan membaiknya industri properti di tahun 2022 dan 2023", ujar Deni Budiman selaku Direktur Keuangan.

Hal tersebut ditandai dengan terbitnya hasil Annual Review pada bulan Agustus 2022 oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang menegaskan peringkat "idBBB-" untuk PT PP Properti Tbk (PPRO) serta obligasi yang beredar memiliki outlook "stabil".

Dalam hal pengembangan produk, PPRO selektif dengan menyesuaikan minat masyarakat dan serapan pasar. Oleh karena itu, PPRO akan segera menyelesaikan project carry over yang marketing sales nya sudah mencapai 70%. PPRO pun akan menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan konsumen, dimana salah satunya dengan berupaya menyediakan apartemen yang sudah dilengkapi oleh peralatan rumah atau full furnished.

Namun demikian, PPRO tidak terlalu agresif dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam melakukan pengembangannya, dengan selektif terhadap obyek yang memiliki market potensial besar. Industri properti yang saat ini sangat terpengaruh oleh kondisi global, seperti covid-19, kenaikan suku bunga, serta insentif yang diberikan oleh Pemerintah.

Di sisi lain, PPRO juga terus melakukan review & remodelling terhadap obyek yang belum terserap market dengan baik. Atas obyek tersebut, PPRO menunggu momentum yang tepat saat kebangkitan industri properti pada titik tersebut sudah terlihat bangkit. Fokus pengembangan PPRO ke depan adalah pengembangan landed house, student apartment, pengembangan kawasan Transyogi Cibubur, dan juga pengembangan ke depan mengutamakan kerjasama.

"Saat ini, aktivitas pembelajaraan di kampus sudah mulai offline dan terjadi peningkatan permintaan di area tersebut, dan kami akan memenuhi kebutuhan permintaan tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan serapan market, dimana market membutuhkan apartemen yang sudah full furnished," ujar Deni Budiman.

Lebih lanjut, sampai dengan September 2022, diperkirakan PPRO dapat membukukan prapenjualan atau marketing sales sekitar Rp 700 miliar. "Jumlah tersebut telah mencapai 58% dari target marketing sales Perusahaan sepanjang tahun 2022 yaitu sebesar Rp1,2 triliun," tutup Deni. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT PP Properti Tbk (PPRO) Anggarkan Belanja Modal Rp200 Miliar Tahun Ini

PT PP Properti Tbk (PPRO)

PT PP Properti Tbk (PPRO) menyampaikan bahwa perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp200 miliar.

Direktur Pengembangan Bisnis dan HCM PT PP Properti, Fajar Saiful Bahri menuturkan, dana tersebut akan dipergunakan untuk operasional dan pengembangan bisnis PPRO pada tahun ini. Adapun realisasi belanja modal hingga saat ini, baru sekitar Rp97,5 miliar.

"Penggunaannya untuk kawasan, bisnis hotel, administrasi land bank, dan adanya juga untuk pengembangan bisnis yang baru," katanya, dalam acara Public Expose Virtual 2022, Selasa.

Adapun sumber pendanaan capex, kata Fajar, berasal dari hasil kombinasi antara kas internal dan aksi korporasi di pasar modal. "Sumber capex tahun ini, sebagian dari hasil penerbitan obligasi dan adanya dari selisih kas operasional. Realisasinya memang masih kecil, karena ini memang bertahap," jelasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT SURAT UTANG PPRO DI "idBBB-".



[Saham PPRO] PEFINDO menegaskan peringkat "idBBB-" untuk obligasi berkelanjutan II PT PP Properti Tbk (PPRO) tahun 2021 tahap III senilai Rp177 miliar yang akan jatuh tempo pada September 2022.

PPRO berencana untuk melunasi surat utang yang akan jatuh tempo menggunakan kas internal dan/atau sumber pembiayaan lainnya dari rencana aksi korporasinya. Per 31 Desember 2021, PPRO memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1.6 triliun.

Efek utang dengan peringkat idBBB mengindikasikan parameter proteksi yang memadai dibandingkan surat utang Indonesia lainnya. Walaupun demikian, kondisi ekonomi yang buruk atau keadaan yang terus berubah akan dapat memperlemah kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Tanda Kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

PPRO mulai beroperasi pada tahun 1991 sebagai divisi properti PTPP dan didirikan sebagai entitas terpisah pada bulan Desember 2013. PPRO mengembangkan dan menjual apartemen dan perumahan, serta menghasilkan pendapatan berulang dari hotel dan mal. Per tanggal 31 Desember 2021, pemegang saham PPRO adalah PTPP (64,96%), publik (34,97%), dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (0,07%). (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Jatuh Tempo di Februari, PP Properti (PPRO) Lunasi Obligasi Sebesar Rp 1,1 Triliun



PT PP Properti Tbk (PPRO) telah melakukan pembayaran atas sejumlah surat utang yang telah jatuh tempo di bulan Februari 2022. Total pembayaran yang dilakukan anak usaha PTPP ini mencapai Rp 1,1 triliun.

Dengan rincian, Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap II Tahun 2021 senilai Rp 300 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2022 dan Obligasi berkelanjutan I PP Properti Tahap II Tahun 2019 senilai Rp 800 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 22 Februari 2022.

Direktur Keuangan PPRO, Deni Budiman menjelaskan pihaknya telah mengalokasikan dana untuk melaksanakan pembayaran atas pokok utang dan bunga obligasi jatuh tempo di bulan Januari 2022.

“Dana tersebut sudah dibayarkan kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) senilai Rp 300 miliar tanggal 14 Februari 2022 dan senilai Rp 800 miliar pada tanggal 21 Februari 2022," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/2).

Di samping itu, PPRO juga responsif dalam mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) super prioritas oleh pemerintah yakni di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, event Internasional MotoGP yang akan diselenggarakan 20 Maret 2022 mendatang membuat berbagai fasilitas pendukung event tersebut mulai menawarkan program untuk menarik wisatawan. Salah satunya, perseroan sudah melakukan launching Hotel terbaru bintang 4 yang terletak di Kota Mataram, yakni Prime Park Hotel & Convention Lombok.

Prime Park Hotel & Convention Lombok sendiri menyediakan berbagai fasilitas yang menarik dengan konsep desain yang modern dan instagramable, dilengkapi dengan 158 kamar dengan desain interior yang elegant mampu memanjakan setiap tamu yang menginap serta memiliki rooftop infinity swimming pool pertama dan tertinggi di kota Mataram yang menyuguhkan pemandangan sunset & kota yang spektakuler. Ditambah, memiliki Ballroom yang megah dengan luas 1.056 meter persegi memuat 1.500 orang


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PP PROPERTI BAKAL RAIH FASILITAS PEMBIAYAAN Rp800 MILIAR DARI BSI.



PT PP Properti Tbk (PPRO) bakal memperoleh fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp800 miliar dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS). Fasilitas pembiayaan yang diterima PPRO dari Bank BSI akan dipergunakan oleh PPRO untuk keperluan Modal Kerja.

Fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh Bank BSI kepada PPRO berdasarkan prinsip musyarakah dengan jumlah setinggi-tingginya sebesar Rp800 miliar berjangka waktu selama 12 bulan terhitung sejak tanggal pencairan dengan nisbah bagi hasil sebesar PPRO 58,36% dan Bank BSI 41,46% dengan salah satu jaminan berupa Corporate Guarantee atas nama PT PP Properti Tbk (PTPP).

PTPP yang merupakan induk perusahaan dari PPRO dengan kepemilikan saham sebesar 64,96% dan dalam hal ini bertindak selaku corporate guarantee dari PPRO dalam kaitannya selaku penerima fasilitas pembiayaan dari Bank BSI.

"Pemberian Corporate Guarantee dari PTPP kepada Bank BSI guna menjamin dan menanggung pemenuhan kewajiban PPRO atas fasilitas pembiayaan yang diterima oleh PPRO yang tercantum dalam akad pembiayaan dan perubahan-perubahannya,"kata Direktur Keuangan Merangkap Corporate Secretary PTPP, Deni Budiman, dalam keterbukaan informasinya, Rabu (23/2). (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham PPRO, BBRI, INCO dan UNTR oleh MNC SEKURITAS | 22 Februari 2022



MNC Daily Scope Wave
22 Februari 2022




IHSG kembali ditutup menguat sebesar 0,2% ke level 6,902 pada perdagangan kemarin (21/2), pergerakan IHSG pun diiringi dengan adanya kenaikan volume perdagangan dan telah mengenai level penguatan minimal yang kami berikan kemarin. Meskipun masih ada peluang menguat ke area 6,950, namun waspadai adanya koreksi ke rentang area 6,679-6,830 untuk membentuk wave [ii] di label hitam.

Support: 6,790, 6,698

Resistance: 6,900, 6,930


PPRO - Spec Buy (58)

Pada perdagangan kemarin (21/2), PPRO ditutup menguat 1,8% ke level 58. Kami memperkirakan, posisi PPRO saat ini sedang berada di awal iii dari wave (c) sehingga PPRO berpeluang melanjutkan penguatannya. Hal tersebut akan terjadi apabila PPRO mampu bergerak di atas 55 dan mampu break 63 sebagai resistancenya.

Spec Buy: 56-58

Target Price: 66, 74

Stoploss: below 55


BBRI - Buy on Weakness (4,490)

BBRI ditutup menguat 1,4% ke level 4,490 pada perdagangan kemarin (21/2). Kami perkirakan, posisi BBRI saat ini sedang berada di awal wave [v] dari wave 1, sehingga BBRI berpeluang melanjutkan penguatannya terlebih bila mampu break resistance 4,550.

Buy on Weakness: 4,410-4,490

Target Price: 4,680, 4,750

Stoploss: below 4,340


INCO - Buy on Weakness (4,900)

Kemarin (21/2), INCO ditutup cenderung flat ke level 4,900. Posisi INCO saat ini diperkirakan, sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave E dari wave (X). Hal ini berarti, selama tidak terkoreksi ke bawah 4,620 maka INCO berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 4,790-4,880

Target Price: 5,100, 5,400

Stoploss: below 4,620


UNTR - Buy on Weakness (23,500)

UNTR ditutup terkoreksi 1,8% ke level 23,500 pada perdagangan kemarin (21/2). Kami perkirakan, posisi UNTR sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c], sehingga dapat dimanfaatkan koreksi UNTR untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 22,800-23,400

Target Price: 24,500, 25,250

Stoploss: below 22,100


Disclaimer On

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PP Properti (PPRO) Membidik Laba Bersih Rp 13 Miliar Tahun Ini



PT PP Properti Tbk (PPRO) menargetkan pertumbuhan marketing sales sebesar 20% sepanjang 2022. Untuk mengejar target, PPRO masih akan mengandalkan proyek rumah tapak.

"Proyek residensial masih menjadi target kontribusi terbesar marketing sales tahun ini sekitar 75%, selain itu juga tetap fokus untuk mengembangkan produk rumah tapak," kata Deni Budiman, Direktur Keuangan PP Properti kepada Kontan.co.id, Senin (17/1).

Adapun tahun 2021, PPRO membukukan marketing sales sebesar Rp 932 miliar. Kontribusi terbesar datang dari proyek Grand Sungkono Lagoon, Grand Dharmahusada Lagoon, Begawan Apartemen dan The Alton.

Anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) ini membidik pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 13 miliar tahun ini. Guna mencapai target, PPRO berencana mempercepat penjualan unit yang ready stock dengan memanfaatkan dukungan dari pemerintah melalui relaksasi PPN. PPRO juga akan memperbesar pengembangan produk rumah tapak dan melakukan program Kementerian BUMN terkait asset recycling dalam bentuk divestasi saham anak perusahaan dan penjualan lahan.

Untuk memuluskan rencana tersebut, PP Properti menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 300 miliar. Dana itu akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan mall & hotel dan sisanya untuk pengembangan kawasan. "Sumber dana berasal dari kas internal," imbuhnya.

Hingga kuartal ketiga 2021, pendapatan usaha PP Properti tercatat sebesar Rp 847 miliar, atau turun 33,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp 1,27 triliun. Lalu, laba bersih turun 84,72% dari Rp 76,48 miliar menjadi Rp 11,68 miliar di akhir September 2021.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

PT PP Properti Tbk Targetkan IDR 1,5 trilyun dari KIT Batang


PT PP Properti Tbk. (PPRO) menargetkan pendapatan dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang) akan sekitar Rp1,5 triliun. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PPRO, I Gede Upeksa Negara, dalam Public Expose Live.

Ia mengaku, Perseroan bakal mengembangkan properti KIT Batang yang menjadi salah satu proyek strategis nasional di Jawa Tengah dengan total area seluas 4.300 hektare. Dalam hal ini, PPRO telah melakukan kesepakatan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama dengan KIT Batang pada Rabu, 1 September 2021.

"Saat ini, ada sekitar 7 hektare yang kami siapkan untuk dikembangkan, dan kami perkirakan nilai investasinya akan mencapai Rp759 miliar. Kedepannya, KIT Batang diproyeksikan mencatat revenue sebesar Rp1,5 triliun. Namun nanti tergantung dengan penyerapan tenant yang masuk dalam KIT Batang tersebut. Kami akan membangun hotel, low rise, dan apartemen disana,"tuturnya.

Seperti diketahui, KIT Batang akan terbagi dalam tiga klaster, yakni area industri seluas 3.100 hektare, township 800 hektare, serta klaster recreational estate & township 400 hektare. Kawasan tersebut memiliki potensi berkembangnya tenaga kerja yang akan membutuhkan hunian, area perkantoran, commercial area, serta hotel. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Analisa Saham PPRO | 9 September 2021


Analisa Saham PPRO

Saham PPRO pada tanggal 9 September 2021 ditutup melemah pada harga 71, turun -2,73%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 44% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 73

Jika naik di atas 76 maka berpeluang ke 80-90

Jika turun di bawah 69 maka berpeluang ke 66

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


PP PROPERTI TAWARKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN TAHAP III TAHUN 2021


PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menawarkan obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2021 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp500 miliar.

Menurut prospektus perseroan yang dikutip Selasa, obligasi ini terdiri dari dua seri yakni seri A dengan jumlah Rp170 miliar dengan tingkat bunga 10,% per tahun dan jangka waktu 370 hari.

Sedangkan seri B dengan jumlah Rp162 miliar dengan tingkat bunga 11% per tahun dan jangka waktu 3 tahun.

Dan sisa Rp168 miliar yang dijamin dengan kesanggupan terbaik Bila jumlah dalam Penjaminan Terbaik (best effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan Obligasi tersebut.

Pefindo memberikan peringkat idBBB- untuk obligasi ini dan penjamin pelaksana emisi PT Trimegah Sekuritas Indonesia dan Bahana Sekuritas dengan walk amanat BPD Jabar Banten.

Masa penawaran umum pada 26-30 Agustus 2021 dan pencatatan di Bursa pada 3 September 2021.(end/af)

Sumber: IQPLUS

PPRO KEMBALI PERCEPAT PEMBAYARAN OBLIGASI Rp523 MILIAR


PT PP Properti Tbk (PPRO) kembali percepat pembayaran atas utang Obligasi berkelanjutan I PP Properti Tahap I Tahun 2018 senilai Rp523 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2021.

Setelah satu hari sebelumnya (29/6) Perseroan juga telah melakukan percepatan pembayaran Obligasi senilai Rp400 miliar atas utang Obligasi I PP Properti Tahun 2016 Seri B yang jatuh tempo pada tanggal 02 Juli 2021, sehingga total percepatan pembayaran obligasi yang sudah dilakukan Perseroan senilai Rp923 miliar.

Direktur Keuangan, Deni Budiman menjelaskan perseroan telah mengalokasikan dana untuk melaksanakan pembayaran atas pokok utang dan bunga obligasi jatuh tempo di bulan Juli 2021. "Dana tersebut sudah dibayarkan kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) senilai Rp400 miliar tanggal 29 Juni 2021 dan senilai Rp523 miliar pada tanggal 30 Juni 2021," tutur Deni.

Di era pandemi, perseroan adaptif melakukan pengembangan produk sejalan dengan kebijakan Work From Home yang dianjurkan oleh Pemerintah dan hal tersebut sudah menjadi trend bisnis saat ini. Seiring dengan permintaan pasar yang relatif cukup tinggi mengenai rumah tapak, tahun 2021 perseroan telah melakukan launching product Landed House di kawasan Cibubur, Depok . Hal tersebut diharapkan menjadi pendukung kinerja keuangan Perseroan kedepannya.

Trend penggunaan internet meningkat cukup tinggi dan ditambah keadaan sosial yang serba dibatasi membuat industri bisnis mengalami perubahan model pemasarannya. Sehingga perseroan lebih memaksimalkan strategi digital marketing untuk melakukan kegiatan pemasaran melalui pemanfaatan beberapa platform yang dimiliki seperti website, instragram, youtube, dll.(end)

Sumber: IQPLUS

PPRO PERCEPAT PEMBAYARAN OBLIGASI Rp400 MILIAR


PT PP Properti Tbk (PPRO) telah membayar senilai Rp400 miliar kepada KSEI untuk pembayaran atas utang Obligasi I PP Properti Tahun 2016 Seri B yang akan jatuh tempo pada tanggal 1 Juli 2021.

Deni Budiman selaku Direktur Keuangan PPRO menegaskan, "Kami tetap berupaya untuk berkomitmen dalam menjaga kepercayaan para investor pemegang obligasi yang jatuh tempo tahun ini, di tengah kondisi pasar yang kurang menentu akibat dampak dari pandemic covid-19 yang sudah berjalan hampir 1,5 tahun yang turut mempengaruhi sektor properti".

Di tengah kondisi Pandemi saat ini, PPRO terus melanjutkan proses serah terima unit jadi yang sudah terpasarkan di tahun-tahun sebelumnya, adapun beberapa lokasi yang akan dilanjutkan diserahterimakan pada tahun ini diantaranya Grand Sungkono Lagoon & Grand Dharmahusada Lagoon รข€“ Surabaya, Grand Kamala Lagoon - Bekasi, Begawan Apartemen - Malang, Amartha View & The Alton - Semarang, Evenciio - Depok dan The Ayoma Apartemen - Serpong.

Sebagai strategi lanjutan, PPRO menjalankan beberapa strategi khusus dari sisi keuangan, diantaranya cashflow leadership, dan program kerjasama dengan beberapa perbankan (DP 0%, KPA Simple, Subsidi bunga, dll), serta aset recycling atas penyertaan saham di afiliasi.

"Kami melakukan beberapa strategi tersebut untuk tetap menjaga keseimbangan kondisi keuangan Perusahaan dan kepercayaan para investor maupun konsumen", tutup Deni Budiman.(end)

Sumber: IQPLUS

Analisa Saham PPRO | 30 Juni 2021

Analisa Saham PPRO

Saham PPRO pada tanggal 29 Juni 2021 ditutup menguat pada harga 76, naik 1,33%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 29% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Downtrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 78

Jika naik di atas 84 maka berpeluang ke 94

Jika turun di bawah 72 maka berpeluang ke 69

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON

PANDEMI COVID-19, PPRO TETAP BERKOMITMEN UNTUK SERAH TERIMA UNIT


Salah satu pengembang properti di Indonesia, PT PP Properti Tbk. (PPRO) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2020 (.RUPST.) pada hari ini Rabu (9/6) yang bertempat di Plaza PP, Wisma Subiyanto . Jakarta. Pemegang saham telah memberikan persetujuan atas seluruh laporan dan rencana Perseroan yang tertuang dalam agenda RUPST.

Pelaksanaan RUPST dilaksanakan dengan protokol pencegahan covid-19 yang mengacu pada Peraturan Gubernur No. 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, pasal 10 ayat 2, POJK No.15/POJK.04/2020 Tentang Rencana Dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

PPRO melaporkan kinerja keuangan tahun buku 2020 dimana posisi total aset sebesar Rp 18,58 triliun, pendapatan usaha (revenue) sebesar Rp 2,07 triliun dengan laba bersih Rp 106 miliar. Pemegang saham PPRO juga telah menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 89 miliar ditetapkan seluruhnya menjadi dana cadangan Perusahaan.

Deni Budiman, Direktur Keuangan Perseroan menyampaikan .Tahun 2021 PPRO melanjutkan proses serah terima unit yang sudah jadi dan terpasarkan di tahun-tahun sebelumnya, beberapa lokasi yang akan dilanjutkan serah terima diantaranya, Grand Sungkono Lagoon dan Grand Dharmahusada Lagoon-Surabaya, Grand Kamala Lagoon - Bekasi, Begawan Apartemen - Malang, Amartha View & The Alton - Semarang, Evenciio . Depok dan The Ayoma Apartemen - Serpong. Selain itu, PPRO tetap melanjutkan proses pembangunan unit apartemen yang sudah terpasarkan untuk dilakukan serah terima mulai tahun 2022 dan selanjutnya, antara lain Louvin - Bandung, Permata Puri Cibubur (landed house) & Ma-Zhoji-Depok, serta Grand Kamala Lagoon - Bekasi.

Sehubungan diterbitkannya PMK 21/2021 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Rumah Tapak dan Unit Hunian Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah, "Kami berterima kasih kepada Pemerintah atas kebijakan dan dukungan yang diberikan pada industri properti, seperti PPN 0%, penurunan suku bunga kredit, dan relaksasi Loan to Value (LTV) guna meningkatkan pertumbuhan bisnis properti di era pandemi," ungkap Deni.

RUPS Tahunan PPRO menetapkan sejumlah keputusan antara lain:

1. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Termasuk didalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Serta Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

2. Menyetujui penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020

3. Menyetujui tantiem tahun 2020, penetapan gaji dan honorarium berikut fasilitas serta tunjangan lainnya untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Tahun 2021

4. Menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2021

5. Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap I Tahun 2020 dan Tahap II Tahun 2021

6. Menyetujui Pengukuhan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor:

a. PER-1/MBU/03/2021 tanggal 01 Maret 2021 tentang Pedoman Pengusulan, Pelaporan, Pemantauan, dan Perubahan Penggunaan Tambahan Penyertaan Modal Negara Kepada Badan Usaha MilikNegara dan Perseroan Terbatas beserta perubahan-perubahannya

b. PER-11/MBU/11/2020 tanggal 12 November 2020 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen Tahunan Direksi Badan Usaha Milik Negara beserta perubahan-perubahannya

c. PER-2/MBU/2010 tanggal 23 Juli 2010 tentang Tata Cara Penghapusbukuan dan Pemindahtanganan ktiva Tetap Badan Usaha Milik Negara beserta perubahan-perubahannya.

7. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan

8. Menyetujui perubahan Susunan Pengurus Perseroan

Keputusan RUPS tahunan Perseroan menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi terhitung sejak ditutupnya RUPS ini, sebagai berikut:

Komisaris Utama : Sinurlinda Gustina Manurung

Komisaris Independen : Wahyu Indro Widodo

Komisaris Independen : Aryanto Sutadi

Direktur Utama : I Gede Upeksa Negara

Direktur Utama : I Gede Upeksa Negara

Direktur Keuangan : Deni Budiman

Direktur Operasi I : Rudy Harsono

Direktur Operasi II : T. Arso Anggoro

Direktur Business Development & Human Capital Management : Fajar Saiful Bahri

(end)

Sumber: IQPLUS

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT "idBBB-" UNTUK OBLIGASI PPRO YANG AKAN JATUH TEMPO


PEFINDO menegaskan peringkat "idBBB-" untuk Obligasi I Tahun 2016 Seri B senilai Rp400 miliar dan Obligasi I Tahap I Tahun 2018 Seri A senilai Rp523 miliar yang jatuh tempo di bulan Juli 2021 yang diterbitkan oleh PT PP Properti Tbk (PPRO). PPRO berencana untuk melunasi Obligasi yang jatuh tempo tersebut menggunakan pinjaman dari pemegang saham, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP). PPRO telah memiliki perjanjian pendahuluan dengan PTPP untuk menerima pinjaman pemegang saham senilai Rp4 triliun. Per 31 Maret 2021, PPRO memiliki kas dan setara kas senilai Rp429,8 miliar.

Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi. Tanda Kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Peringkat Perusahaan mencerminkan posisi PPRO yang cukup penting bagi induk usahanya, PT Pembangunan Perumahan (Persero Tbk, kualitas aset yang baik, dan lokasi properti yang relatif terdiversifikasi. Namun, peringkat dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi, proteksi arus kas dan likuiditas yang lemah, proporsi pendapatan berulang yang terbatas, dan sensitivitas terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.

PPRO mulai beroperasi pada tahun 1991 sebagai divisi properti PTPP dan didirikan sebagai entitas terpisah pada bulan Desember 2013. PPRO mengembangkan dan menjual apartemen dan perumahan, serta menghasilkan pendapatan berulang dari hotel dan mal. Per tanggal 31 Desember 2020, pemegang saham PPRO adalah PTPP (64,96%), publik (34,97%), dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (0,07%). (end)

Sumber: IQPLUS

[Saham PPRO] PT PP Properti Tbk Apresiasi Dukungan Pemerintah dalam Usaha Pemulihan Sektor Properti


PT PP Properti Tbk (PPRO) merespon baik dukungan yang diberikan pemerintah untuk memulihkan perekonomian khususnya di sektor properti, mulai dari relaksasi uang muka (DP) 0% untuk KPR rumah hingga Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 0%, yang berlaku hingga 31 Agustus 2021. Stimulus ini dapat membangkitkan kembali penjualan di sektor properti, mekanisme pemberian insentif PPN dengan besaran 100% ditanggung pemerintah untuk rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar dan 50% ditanggung pemerintah untuk rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar.

Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk. Deni Budiman menjelaskan "Stimulus yang diberikan Pemerintah akan berpengaruh terhadap pendapatan PP Properti, karena kami memiliki beberapa unit yang telah ready untuk diserahterimakan yang menjadi syarat bebas PPN 100% dan diharapkan kondisi pandemi saat ini berangsurangsur pulih dengan adanya vaksinasi, sehingga respon pasar properti makin terlihat peningkatannya".

Fokus perseroan saat ini antara lain segera melakukan serah terima kepada konsumen untuk produk-produk yang siap huni, menyelesaikan beberapa proyek yang sedang berjalan diantaranya student residence yang masih sangat diminati para konsumen serta pengembangan rumah tapak yang tersebar di beberapa wilayah seperti di daerah Cibubur, Bandung dan Semarang, dengan sasaran segmen pasar menengah.

Seiring dengan pemulihan sektor properti, Perseroan memiliki beberapa strategi mulai dari program peningkatan penjualan hingga program pendanaan yang akan dilakukan pada tahun ini. Selain itu Perseroan juga masih memiliki fasilitas pendanaan yang berasal dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan II dan Medium Term Notes (MTN) sekitar Rp2,45 triliun.

"Adapun rencana Shareholder Loan yang berasal dari induk Perseroan PT PP hanya akan digunakan untuk backup mengantisipasi jika terjadi keterlambatan pada program pendanaan yang telah direncanakan oleh Perseroan," tutup Deni.(end)

Sumber: IQPLUS

[PPRO] BEI RESMI CATAT OBlIGASI BERKELANJUTAN II TAHAP II PPRO


Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap II Tahun 2021 (Obligasi Tahap II) yang diterbitkan oleh PT PP Properti Tbk mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap II Tahun 2021 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp300 miliar (PPRO02CN2) dengan jangka waktu 370 Hari.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap II adalah idBBB- (Triple B Minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 4 Emisi dari 4 Emiten senilai Rp1,44 triliun.

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 468 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp423,66 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 129 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 138 seri dengan nilai nominal Rp4.000,55 Triliun dan USD400,00 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp7,29 Triliun. (end/is)

Sumber: IQPLUS

[PPRO] PT PP Properti Tbk Siapkan Capex 430 Milyar


PT PP Properti Tbk (PPRO) telah menyiapkan anggaran belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 430 miliar untuk tahun ini. 

Direktur Utama PPRO Sinurlinda Gustina menjelaskan, capex tahun ini akan digunakan untuk menyelesaikan Prime Park Hotel and Convention di Lombok serta penyelesaian perlengkapan Lagoon Avenue Sungkono Surabaya. 

Untuk kebutuhan capex tersebut, Sinurlinda bilang, PPRO akan menggunakan dana dari induk usahanya yaitu PT PP Tbk (PTPP). "Untuk pendanaan kami dibantu PP," kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (29/1). 

PPRO telah memperoleh pinjaman dari PTPP dengan nilai Rp 1,6 triliun dengan bunga 9,5% atau 0,79% per bulan. Utang ini bersifat non-revolving dengan jangka waktu pinjaman 36 bulan. Nilai pinjaman ini setara 35,25% dari ekuitas PPRO per 30 September 2020. 

Pinjaman ini diperlukan oleh PPRO , anggota indeks Kompas100 ini, lantaran perbankan pada saat ini memberlakukan kebijakan pengetatan dalam memberikan pendanaan. 


Sumber: KONTAN