google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham BBNI : Improved Core Earnings | 1 April 2020 Langsung ke konten utama

Analisa Saham BBNI : Improved Core Earnings | 1 April 2020

Bank Negara Indonesia (BBNI IJ) 2M20 review: Improved core earnings 

by Lee Young Jun (lee.youngjun@miraeasset.co.id) 


Pada bulan Februari 2020, Bank Negara Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp1,314.9 miliar (+8.7% YoY; +4.1% MoM), berkat pendapatan bunga bersih yang meningkat secara solid (+20.2% YoY), biaya provisi yang dikelola dengan baik (-6.1% YoY) ), dan pengeluaran SG&A yang berkelanjutan (+5.6% YoY).

Pada 2M20, margin bunga bersih (NIM) tetap flat di 5.4%. Pertumbuhan kredit dan simpanan tetap dalam batas normal dengan kenaikan dari Januari 2020. Loan to deposit ratio (LDR) tetap ketat di 92.4%, dan rasio CASA berada di 64.8%. Di sisi biaya kredit, pengeluaran terkait dikelola dengan baik pada 143bps selama dua bulan berturut-turut.

Menurut manajemen, total pinjaman untuk perdagangan, restoran, dan hotel berjumlah sekitar IDR100tr, sementara transportasi hanya terdiri dari IDR6tr, yang mewakili 18% dari total pinjaman yang belum dibayar.

Dalam tahap awal analisis, BBNI tidak mengungkapkan penelitian terbaru, tetapi berdasarkan penelitian terakhir, NPL perusahaan akan naik 0.2% p menjadi 0.4% p jika perusahaan EBIT tergelincir 35%. Mengingat eksposur pada segmen yang secara langsung akan terkena dampak oleh COVID-19, kami pikir dampaknya akan lebih besar.

Kami meningkatkan rekomendasi kami ke Buy dari Hold dengan target harga IDR5,630.

(See Full Report: https://bit.ly/3dMFMom )

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...

Investasi untuk Lansia yang Ingin Punya Tabungan Warisan untuk Anak dan Cucu

Semakin mendekati usia senja pasti banyak dari Anda yang sudah mulai memikirkan bagaimana cara menabung untuk bekal masa depan anak dan cucu di masa depan alias warisan atau bisa juga untuk kepentingan lainnya di beberapa tahun kedepan. Seperti yang sudah diketahui, pada usia senja tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan termasuk kegiatan untuk menghasilkan uang atau mencicil aset. Faktornya bisa karena tubuh yang sudah tidak sanggup beraktivitas seperti dulu dan terbatasnya pilihan yang bisa dikerjakan secara aman dan nyaman untuk para lansia. Tapi tenang saja, yang lain bisa terbatas tapi tidak untuk investasi. Dengan berinvestasi Anda tidak perlu lagi bingung bagaimana meng alokasikan sebagian dana pensiun atau penghasilan saat ini ke hal yang bisa disimpan, dikelola bahkan dikembangkan lagi untuk dijadikan bekal masa depan anak dan cucu atau untuk cita-cita lainnya. Berikut jenis-jenis investasi yang cocok untuk para orang tua yang sudah memasuki usia lansia (lanjut usia): 1. Dep...