google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo BEI Beri Peringatan 7 Emitan Terkait Biaya Pencatatan Tahunan Langsung ke konten utama

BEI Beri Peringatan 7 Emitan Terkait Biaya Pencatatan Tahunan

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan Peringatan Tertulis I kepada 7 perusahaan tercatat (emiten) berkaitan dengan pembayaran biaya pencatatan tahunan yang melampaui tanggal ketentuan yang berlaku.

Terdapat 7 emiten atau sebanyak 12 emisi yang melakukan pembayaran biaya pencatatan tahunan melampaui tanggal ketentuan yang berlaku.

"Mengacu pada Ketentuan C.2 dan C.4 Peraturan BEI Nomor I.A.6 tentang Sanksi, maka Bursa telah memberikan Peringatan Tertulis I kepada 7 emiten tersebut," tulis pengumuman BEI, dikutip Rabu (8/7/2020).

Berikut 7 emiten tersebut dan surat utangnya:

1. PT Indonesia Eximbank (BEXI)

- Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank III Tahap I Tahun 2016 Seri C

- Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap I Tahun 2018 Seri A

- Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap I Tahun 2018 Seri B

- Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap I Tahun 2018 Seri C 

- Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Tahap I Tahun 2018 Seri B

2. PT Serasi Autoraya (TRAC)

- Obligasi Berkelanjutan I Serasi Autoraya Tahap I Tahun 2018 Seri C

- Obligasi Berkelanjutan I Serasi Autoraya Tahap I Tahun 2018 Seri C 

3. PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII)

Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Aneka Gas Industri Tahap I Tahun 2017 Seri B

4. PT Indosat Tbk (ISAT)

- Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018 Seri B

- Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018 Seri C

- Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018 Seri D

- Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018 Seri E

- Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 Seri D

- Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 Seri E 

- Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 Seri D

- Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 Seri E

- Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 Seri B

- Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 C, Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 D

5. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)

- Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap II Tahun 2019 Seri B

- Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap II Tahun 2019 Seri C

6. PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM)

- Obligasi II Tridomain Performance Materials Tahun 2019

7, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

- Obligasi Subordinasi III Bank BRI Tahun 2018

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...