IQPlus, (05/03) - PT Indocement Tunggal Prakarsa menggandeng Universitas Indonesia (UI) memberikan pelajaran tentang cara membuat laporan keuangan yang benar kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.
"Memberikan pengenalan kepada pelaku UMKM supaya mengerti cara pembuatan laporan keuangan yang sederhana dan dapat mengelola keuangan dengan baik," ujar CSRS Division Manager PT Indocement, Sahat Panggabean.
Menurutnya, kegiatan bertajuk .Menuju UMKM Mandiri Berwawasan Manajerial Keuangan di Era Millenial" itu membuktikan keseriusan perusahaannya untuk meningkatkan kapasitas UMKM di 12 desa mitra sekitar kompleks pabrik Indocement Citeureup.
Sahat mengatakan, laporan keuangan yang baik dibutuhkan UMKM agar dapat berkembang, terlebih untuk memperoleh permodalan dari pihak ketiga. Laporan keuangan bermanfaat untuk memberikan gambaran mengenai jalannya usaha tersebut, sehingga menjadi pertimbangan bagi pihak ketiga untuk diberikan bantuan modal usaha.
"Peserta berjumlah 30 orang, pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha, seperti perajin palet, akrilik, tali plastik bekas, ban bekas, kaleng, kaca (lampu hias), usaha bengkel motor, usaha pembuatan batako, usaha peternakan ayam, dan usaha kuliner," papar Sahat.
Sementara itu, Director Department of Accounting Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Dr Ancella A Hermawan sebagai pemateri mengaku sudah memberikan materi dasar pembuatan laporan keuangan kepada para peserta.
"Merealisasikan pelatihan dari yang sederhana, prinsip-prinsip laporan keuangan yang benar," ujarnya.
Ancella mengatakan, kini Ikatan Akuntan Indonesia sudah menerbitkan standar pelaporan keuangan untuk UMKM, tapi ia menyayangkan justru masih sedikit pelaku UMKM yang bisa membuat laporan keuangan dengan benar.(end)
PT Blue Bird Tbk Cegah Corona Sediakan Masker
IQPlus,(05/03) - Penyedia layanan transportasi PT Blue Bird Tbk menyiapkan serangkaian tindakan preventif mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) mulai dari membersihkan kabin mobil oleh pengemudi setiap kali selesai mengantarkan penumpang hingga penyediaan masker reusable yang akan diberikan ke masing-masing pengemudi Bluebird.
"Kami berpartisipasi aktif untuk mencegah penyebaran virus corona. Kami berharap serangkaian tindakan preventif yang kami lakukan dapat memberikan ketenangan bagi para pengguna, divmana keamanan dan kenyamanan mereka merupakan prioritas utama dari perusahaan," kata Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk Amelia Nasution dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Amelia menambahkan upaya menjaga kebersihan kabin adalah bagian dari standar operasional yang selama ini telah diterapkan di layanan Bluebird.
"Kami berharap usaha dalam menjaga tingkat kebersihan kabin mobil ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi penumpang sebelum diantarkan dengan selamat sampai tujuan," katanya.
Selain itu, perusahaan juga menyediakan masker yang dapat digunakan kembali (reusable) untuk diberikan kepada pengemudi yang sekiranya membutuhkan.
Masker itu dibuat oleh Kartini Bluebird, sebuah pusat pelatihan wirausaha yang terdiri dari istri dan anak perempuan dari pengemudi Bluebird.
Lebih lanjut, Bluebird juga mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk menggunakan fasilitas JPK3 (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Karyawan dan Keluarga) yang tersedia di masing-masing klinik pool di mana perusahaan memberikan penanganan pertama dari keluhan kondisi pengemudi. Penanganan ini tidak dikenakan biaya kepada para pengemudi.(end)
"Kami berpartisipasi aktif untuk mencegah penyebaran virus corona. Kami berharap serangkaian tindakan preventif yang kami lakukan dapat memberikan ketenangan bagi para pengguna, divmana keamanan dan kenyamanan mereka merupakan prioritas utama dari perusahaan," kata Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk Amelia Nasution dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Amelia menambahkan upaya menjaga kebersihan kabin adalah bagian dari standar operasional yang selama ini telah diterapkan di layanan Bluebird.
"Kami berharap usaha dalam menjaga tingkat kebersihan kabin mobil ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi penumpang sebelum diantarkan dengan selamat sampai tujuan," katanya.
Selain itu, perusahaan juga menyediakan masker yang dapat digunakan kembali (reusable) untuk diberikan kepada pengemudi yang sekiranya membutuhkan.
Masker itu dibuat oleh Kartini Bluebird, sebuah pusat pelatihan wirausaha yang terdiri dari istri dan anak perempuan dari pengemudi Bluebird.
Lebih lanjut, Bluebird juga mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk menggunakan fasilitas JPK3 (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Karyawan dan Keluarga) yang tersedia di masing-masing klinik pool di mana perusahaan memberikan penanganan pertama dari keluhan kondisi pengemudi. Penanganan ini tidak dikenakan biaya kepada para pengemudi.(end)
PT PP (Persero) Tbk Raih BUMN Performance Excellence Award (BPEA) 2020
IQPlus, (05/03) - PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, meraih BUMN Performance Excellence Award (BPEA) 2020 sebagai bentuk apresiasi kepada BUMN yang berhasil melakukan berbagai inovasi.
Siaran pers PT PP yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan, Direktur Strategi Korporasi & HCM PT PP (Persero) M. Aprindy mewakili perseroan menerima penghargaan tersebut dan penghargaan diberikan pihak penyelenggara dikarenakan Perseroan berhasil masuk dalam daftar sembilan BUMN yang berhasil meraih level Industry Leader dalam Assessment KPKU 100 BUMN yang dilakukan oleh Tim Assessment Forum Ekselen BUMN pada tahun 2019 karena mendapatkan skor 677,5.
Skor ini melebihi dari skor yang ditargetkan oleh Perseroan sebesar 654. BPEA 2020 diselenggarakan oleh Forum Ekselen BUMN bekerjasama dengan Majalah Infobank.
Sebagai informasi, sejak tahun 2012 assessment KPKU BUMN dilakukan oleh tim eksternal Forum Ekselen BUMN (FEB) dimana FEB sendiri terdiri dari tenaga-tenaga asessor dan tim ahli dari beberapa BUMN. Tahun ini merupakan penghargaan kedua yang diberikan untuk kinerja BUMN tahun 2018.
Terdapat 100 BUMN yang mengikuti proses asessment tersebut, dimana 70 BUMN berhasil meraih Excellence Level, mulai dari level Good Performance, Emerging Indusry Leader hingga Industry Leader.
Sejak tahun 2012, Perseroan telah mengikuti assessment KPKU yang diadakan oleh Forum ekselen BUMN, mulai dari predikat Good Performance selama empat tahun, Emerging Industy Leader selama dua tahun dan di tahun 2019 lalu Perseroan berhasil memasuki level Industry Leader.
Perjalanan Perseroan selama delapan tahun terakhir ini membawa perubahan budaya yang cukup signifikan, salah satunya kesadaran akan pentingnya pengembangan strategi dan evaluasi sistem yang mendukung tercapainya visi dan misi perusahaan.
Tidak hanya itu, KPKU juga mendorong Perseroan untuk terus melakukan inovasi atau improvement yang berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan, sehingga Perseroan terus terpacu untuk selalu melakukan perencanaan inovasi dan evaluasi atas hasil implementasi inovasi tersebut.(end)
Siaran pers PT PP yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan, Direktur Strategi Korporasi & HCM PT PP (Persero) M. Aprindy mewakili perseroan menerima penghargaan tersebut dan penghargaan diberikan pihak penyelenggara dikarenakan Perseroan berhasil masuk dalam daftar sembilan BUMN yang berhasil meraih level Industry Leader dalam Assessment KPKU 100 BUMN yang dilakukan oleh Tim Assessment Forum Ekselen BUMN pada tahun 2019 karena mendapatkan skor 677,5.
Skor ini melebihi dari skor yang ditargetkan oleh Perseroan sebesar 654. BPEA 2020 diselenggarakan oleh Forum Ekselen BUMN bekerjasama dengan Majalah Infobank.
Sebagai informasi, sejak tahun 2012 assessment KPKU BUMN dilakukan oleh tim eksternal Forum Ekselen BUMN (FEB) dimana FEB sendiri terdiri dari tenaga-tenaga asessor dan tim ahli dari beberapa BUMN. Tahun ini merupakan penghargaan kedua yang diberikan untuk kinerja BUMN tahun 2018.
Terdapat 100 BUMN yang mengikuti proses asessment tersebut, dimana 70 BUMN berhasil meraih Excellence Level, mulai dari level Good Performance, Emerging Indusry Leader hingga Industry Leader.
Sejak tahun 2012, Perseroan telah mengikuti assessment KPKU yang diadakan oleh Forum ekselen BUMN, mulai dari predikat Good Performance selama empat tahun, Emerging Industy Leader selama dua tahun dan di tahun 2019 lalu Perseroan berhasil memasuki level Industry Leader.
Perjalanan Perseroan selama delapan tahun terakhir ini membawa perubahan budaya yang cukup signifikan, salah satunya kesadaran akan pentingnya pengembangan strategi dan evaluasi sistem yang mendukung tercapainya visi dan misi perusahaan.
Tidak hanya itu, KPKU juga mendorong Perseroan untuk terus melakukan inovasi atau improvement yang berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan, sehingga Perseroan terus terpacu untuk selalu melakukan perencanaan inovasi dan evaluasi atas hasil implementasi inovasi tersebut.(end)
Analisa Saham UNTR | 5 Maret 2020
Saham UNTR pada tanggal 4 Maret 2020 ditutup menguat pada harga 18500, naik 4,81%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 141% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik dan baru saja mengalami Golden Cross.
Rekomendasi :
Beli
Jika naik di atas 18850 maka berpeluang ke 20225
Jika turun di bawah 18450 maka berpeluang ke 17950
Disclaimer ON
Rekomendasi Saham Mirae Asset | ACES, MAPI, PWON
Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)
*IHSG Daily, 5,650.14 (+2.38%),limited upside. Indikator MFI optimized, indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik lebih lanjut Pada periode weekly indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator Stochastic% cenderung menguat . Daily support di 5,600 dan daily resistance di 5,721. Cut loss level di 5,440.
*ACES Weekly , 1,535 (+1.32%), trading buy , trading range 1,450 – 1,630. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik lebih lanjut. Weekly support di 1,450 sementara itu weekly resistance di 1,630. Cut loss level 1,430.
*MAPI Weekly, 800 (+0.00%), trading buy, trading range 750 – 840. indikator MFI, indikator sudah berada di oversold area, indikator W%R optimized indikator Stochastic%D optimized cenderung naik lebih lanjut. Weekly support di 750 sementara itu weekly resistance di 840. Cut loss level di 740.
*PWON Monthly, 560 (+5.66%), trading buy, trading range 500-610 Indikator MFI optimized,indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik lebih lanjut . Perkiraan Monthly support di 505 dan monthly resistance di 610.Cut loss level di 500.
Analisa Saham ADRO | 5 Maret 2020
Saham ADRO pada tanggal 4 Maret 2020 ditutup menguat pada harga 1205, naik 5,7%. Hal ini disertai dengan penurunan volume yang tidak terlalu signifikan, yaitu 93% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas dan baru saja mengalami Golden Cross. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi :
Beli
Berpeluang ke 1360
Jika turun di bawah 1195 maka berpeluang ke 1100
Disclaimer ON
Rekomendasi Saham IPOT | BBCA, INDF, GGRM
IHSG (5.535-5.760) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 5.760 kemudian 5.855 dengan support di level 5.535 dan 5.435.
BBCA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 32.950 kemudian 33.475 dengan support di level 31.550, cut loss jika break 30.975.
INDF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.300 kemudian 7.400 dengan support di level 7.050, cut loss jika break 6.925.
GGRM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 53.100 kemudian 54.350 dengan support di level 50.500, cut loss jika break 49.175.
XIIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 591 kemudian 607 dengan support di level 559, cut loss jika break 543.
XPFT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 532 kemudian 549 dengan support di level 498, cut loss jika break 480.
XPSG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 430 kemudian 442 dengan support di level 403, cut loss jika break 388.
Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mju
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | UNVR, JSMR, JPFA, INCO
MNC Daily Scope Wave
5 Maret 2020
Pada perdagangan kemarin (4/3), IHSG ditutup menguat 2,4% ke level 5,650 dan tertahan oleh fibo 50. Kami perkirakan IHSG rentan terkoreksi dalam jangka pendek ke area 5,470-5,520 sebagai bagian dari wave [iv]. Namun waspadai akan koreksi IHSG apabila menembus level 5,288, maka pergerakan IHSG sudah terkonfirmasi wave [iv] dan menuju ke 5,150-5,250.
Support: 5,560, 5,470
Resistance: 5,690, 5,750
UNVR - Buy on Weakness (7,425)
Kemarin (4/3), UNVR menguat 4,2% ke level 7,425, tertahan oleh MA20 dan saat ini berada pada fibo 38,2. Selama UNVR tidak turun melebihi 6,725, maka posisi UNVR saat ini berada di akhir wave (a) dari wave [iv], dimana UNVR akan terkoreksi dalam jangka pendek untuk membentuk wave (b). Selanjutnya UNVR berpeluang untuk menguat kembali.
Buy on Weakness: 7,200-7,350
Target Price: 7,625, 7,875
Stoploss: below 6,725
JSMR - Buy on Weakness (4,820)
Saat ini posisi JSMR kami perkirakan sedang berada pada wave [c] dari wave B, dimana JSMR berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 4,730-4,820
Target Price: 4,960, 5,250
Stoploss: below 4,560
JPFA - Buy on Weakness (1,520)
Kami memperkirakan posisi JPFA saat ini sudah berada pada akhir dari wave [i] dari wave (C), dimana JPFA rentan terkoreksi dalam jangka pendek untuk membentuk wave [ii]. Setelahnya, maka JPFA berpotensi untuk menguat membentuk wave [iii].
Buy on Weakness: 1,450-1,500
Target Price: 1,590, 1,705
Stoploss: below 1,320
INCO - Sell on Strength (2,710)
Kemarin (4/3) INCO terkoreksi tipis ke 2,710. Kami perkirakan INCO saat ini sudah berada di akhir wave (iv) dari wave [c], yang berarti INCO rentan terkoreksi untuk membentuk wave (v) dari wave [c]. Adapun level koreksi INCO berada pada area 2,150 dan 2,000.
Sell on Strength: 2,710-2,820
Disclaimer On
Analisa Saham JPFA: Heating up the engine | 5 Maret 2020
JPFA mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,6 triliun di 4Q19 (+7,1 QoQ; +10,3% YoY) dan membawa pendapatan di 2019 tecatat sebesar Rp36,7 triliun (+8,0% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 97,3%; Cons: 100,8%). Secara khusus di 4Q19, JPFA berhasil mencatatkan peningkatan marjin laba kotor mencapai 25,1% (3Q19: 15,7%; 4Q18: 18,1%) seiring dengan perbaikan harga broiler dan DOC dimana di 4Q19 masing-masing meningkat sebesar 9,6% QoQ dan 32,7% QoQ. Sejalan dengan hal ini, laba bersih di 2019 tercatat sebesar Rp1,8 triliun (-18,6% YoY), berada di atas estimasi (PANS: 120,7%; Cons: 114,2%). Memasuki tahun 2020, kami memperkirakan kinerja yang lebih positif didukung oleh: 1) potensi harga broiler dan DOC yang lebih stabil didukung culling program yang lebih agresif, 2) pertumbuhan yang solid dari segmen pakan ternak, dan 3) potensi perbaikan neraca didorong oleh perbaikan harga broiler dan DOC. Sejalan dengan hal ini, kami menaikan estimasi laba bersih JPFA di 2020 sebesar 3,5% dan mempertahankan rekomendasi BUY untuk JPFA dengan target harga Rp2.200 (implied PE 12,5x di 2020) ini setara dengan 48,8% discount dari CPIN.
Pendapatan meningkat didukung pertumbuhan kinerja segmen pakan ternak. JPFA mencatatkan pendapatan di 4Q19 sebesar Rp9,6 triliun (+7,1% QoQ; +10,3% YoY) membawa pendapatan di 2019 tercatat sebesar Rp36,7 triliun (+8,0% YoY) inline dengan estimasi (PANS: 97,3%; Cons: 100,8%). Berdasarkan segmen bisnisnya, segmen pakan ternak mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,0% YoY di 2019 (2018: +9,5 YoY) dimana hal ini didukung oleh adanya peningkatan dari penjualan volume pakan ternak yang tercatat meningkat 9% YoY dan meningkatnya harga jual rata-rata seiring dengan penyesuaian terhadap harga bahan baku. Untuk segmen commercial farm dan juga DOC masing-masing mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,7% YoY (2018: 11,5% YoY) dan 8,0% YoY (2018: 29,9% YoY) di 2019, melambat dibanding tahun sebelumnya seiring dengan melemahnya harga broiler dan DOC sepanjang tahun 2019.
Perbaikan harga broiler dan DOC mendorong kinerja di 4Q19. Seiring dengan culling program yang dilakukan oleh pemerintah, harga broiler dan DOC tercatat membaik di 4Q19 masing-masing sebesar Rp18.434 per kg (+9,6% QoQ) dan Rp5.501 per ekor (+32,7% QoQ). Perbaikan harga ini turut mendorong peningkatan marjin laba operasi di 4Q19 yang tercatat berada di level 25,1% (3Q19: 15,7%; 4Q18: 18,1%) dan juga marjin laba bersih ke 7,5% di 4Q19 (3Q19: 2,4%; 4Q18: 5,7%). Sejalan dengan hal ini, JPFA mencatatkan laba bersih di 4Q19 sebesar Rp722 miliar (+237,8% QoQ; +45,6% YoY) dan membawa laba bersih di 2019 tercatat sebesar Rp1,8 triliun (-18,6% YoY) berada di atas estimasi (PANS: 120,7%; Cons: 114,2%).
Potensi perbaikan harga didorong oleh culling program. Memasuki tahun 2020, pemerintah masih melakukan culling program untuk menjaga supply dari broiler dan DOC di pasar, dimana pada bulan Februari 2020 terdapat 2 program culling untuk pengurangan hatching eggs (HE) umur 19 hari sebanyak 13 juta butir per minggu (4-29 Februari 2020) dan culling PS umur lebih dari 60 minggu (17-29 Februari 2020). Culling program yang dilakukan pemerintah cenderung lebih agresif dibanding dengan tahun 2019, sehingga kami melihat hal ini akan mampu menjadi katalis positif untuk menopang harga broiler dan DOC di 2020 mendekati target pemerintah dimana untuk broiler berada di rentang Rp19.000-Rp21.000 per kg dan untuk DOC berada di rentang Rp5.000-Rp6.000 per ekor.
Kondisi neraca diperkirakan membaik didukung kenaikan harga. Lemahnya harga broiler dan DOC turut berdampak terhadap posisi neraca JPFA di 2019 dimana net gearing ratio tercatat meningkat ke 0,67x (2018: 0,57x) dimana kenaikan ini banyak didorong oleh meningkatnya utang jangka pendek. Sejalan dengan potensi perbaikan harga broiler dan DOC di 2020 seiring dengan culling program yang lebih agresif, kami memperkirakan net gearing ratio berpotensi turun ke kisaran 0,60x didorong oleh kebutuhan pendanaan modal kerja yang lebih minim.
Rekomendasi
Mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp2.200. Kami melihat kinerja JPFA berpotensi membaik di 2020 didukung oleh: 1) potensi harga broiler dan DOC yang lebih stabil di 2020 dan berdampak positif terhadap peningkatan marjin keuntungan segmen DOC dan commercial farm, 2) pertumbuhan kinerja dari segmen pakan ternak yang solid dengan marjin keuntungan yang stabil menjadi backbone kinerja JPFA, dan 3) potensi perbaikan neraca seiring dengan membaiknya harga broiler dan DOC di 2020. Dengan demikian, kami menurunkan estimasi penjualan di 2020 sebesar 0,8% seiring dengan potensi menurunnya volume penjualan broiler dan DOC pasca culling program, namun menaikkan estimasi laba bersih di 2020 sebesar 3,5% seiring dengan potensi membaiknya marjin keuntungan. Kami mempertahankan rekomendasi BUY untuk JPFA dengan target harga Rp2.200 (implied PE 12,5x di 2020) ini setara dengan discount 48,8% dari CPIN.
Best Regards,
Panin Sekuritas
Bandarmologi Saham TLKM, INDF, UNVR, BMRI, BBCA
Thursday (05/03/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)
IDX Composite 5,614 - 5,722
SUMMARY: STRONG SELL
11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: NEUTRAL
BULLBEAR (13): SELL
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
STOCKS PICK:
TLKM 3,630 - 3,950
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
INDF 7,025 - 7,350
TECHNICAL INDICATORS: BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
UNVR 7,100 - 7,625
TECHNICAL INDICATORS: BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
BMRI 7,225 - 7,650
TECHNICAL INDICATORS: BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
BBCA 31,275 - 33,100
TECHNICAL INDICATORS: BUY
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id
Langganan:
Postingan (Atom)






