Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 4 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 4, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street menutup tahun pandemi yang liar dengan rekor Dow dan S&P

Bursa AS mengakhiri tahun yang penuh gejolak dengan rekor Dow dan S&P 500, dengan tiga indeks ekuitas utama AS mencatatkan kenaikan tahunan yang solid hingga spektakuler meskipun ekonomi naik oleh virus COVID-19 karena investor melihat ke dunia pasca pandemi.

Dow Jones naik 196,92 poin atau 0,65% menjadi 30.606,48. S&P 500 naik 24,03 poin atau 0,64% menjadi 3.756,07. Komposit Nasdaq menambahkan 18,28 poin atau 0,14% menjadi 12.888,28.

Dalam satu tahun yang menandai berakhirnya pasar bullish terpanjang dalam catatan karena penguncian pemerintah yang diinduksi pandemi menghantam ekonomi global, ekuitas menyerbu kembali, dengan S&P 500 naik lebih dari 66% dari level terendah 23 Maret, menghasilkan pasar bearish terpendek dalam sejarah. Kenaikan indeks mengirim Dow dan S&P ke rekor tertinggi untuk menutup tahun dan Nasdaq ke rekor awal pekan ini, sebagian didorong oleh stimulus fiskal dan moneter besar-besaran yang diberlakukan untuk menopang ekonomi yang terguncang akibat kejatuhan virus korona, serta perkembangan vaksin.

Eropa

Bursa Eropa mengakhiri 2020 dengan penurunan karena penguncian Inggris yang lebih ketat membebani

Bursa Eropa ditutup lebih rendah pada hari Kamis, mengakhiri 2020 di zona merah karena pembatasan virus korona yang lebih ketat di Inggris dan tarif AS yang lebih tinggi pada beberapa produk UE mengurangi semangat pada hari perdagangan terakhir tahun ini.

Indeks STOXX 600 Eropa berakhir lebih rendah 0,6% menjadi 399,03.

Volume tipis, dengan banyak investor pergi dan sebagian besar bursa utama Eropa ditutup, kecuali London, Madrid dan Paris. Indeks pan-Eropa STOXX 600 mencatat penurunan 3,7% pada tahun 2020 - tertinggal dari rekan-rekan Asia dan Wall Street yang diperdagangkan mendekati rekor tertinggi - karena lonjakan kasus virus korona dan kekhawatiran tentang Brexit yang kacau membebani pasar benua. Namun, indeks hanya 7% di bawah rekor tertingginya setelah reli sekitar 50% dari posisi terendah Maret dan karena ekspektasi lebih banyak stimulus, peluncuran vaksin virus corona dan kesepakatan perdagangan Brexit yang disegel pekan lalu meningkatkan taruhan pada pemulihan yang lebih kuat pada 2021.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da