google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PT Citra Putra Realty Tbk Mengalami Penurunan Pendapatan Yang Cukup Signifikan di Semester I-2021 Langsung ke konten utama

PT Citra Putra Realty Tbk Mengalami Penurunan Pendapatan Yang Cukup Signifikan di Semester I-2021


PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) mengantongi pendapatan sebesar Rp 6,6 miliar di semester I-2021. Jumlah itu tercatat menurun hingga 79,8% dari periode yang sama di tahun 2020 yang sebesar Rp 32,8 miliar. 

Pendapatan CLAY berasal dari sewa kamar yang turun dari Rp 21,5 miliar menjadi Rp 4,2 miliar, makanan dan minuman yang turun dari Rp 10,7 miliar menjadi Rp 2,3 miliar dan departemen lainnya yang turun dari Rp 520 juta menjadi Rp 35,2 juta. 

Berdasarkan laporan keuangan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan signifikan tersebut membuat perseroan mengalami kerugian kotor Rp 11,4 miliar. Adapun, di tengah penurunan tersebut beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 18 miliar. 

Selain itu, beban usaha tercatat sebesar RP 39,2 miliar dan beban keuangan sebesar Rp 40,7 miliar. Dus, jumlah kerugian bersih yang dialami oleh CLAY sebesar Rp 82,4 miliar. 

Adapun posisi kas dan setara kas CLAY di akhir periode tercatat sebesar Rp 11,5 miliar. Jumlah tersebut turun signifikan dibanding periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 25,7 miliar. 

Dari sisi kewajiban, CLAY tercatat memiliki liabilitas sebesar Rp 527,3 miliar yang terdiri dari liabilitas jangka panjang yang mencapai Rp 438,3 miliar dan jangka pendek Rp 88,9 miliar. Sementara itu ekuitas tercatat sebesar Rp 86,3  miliar hingga semester I-2021. 


Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...

Investasi untuk Lansia yang Ingin Punya Tabungan Warisan untuk Anak dan Cucu

Semakin mendekati usia senja pasti banyak dari Anda yang sudah mulai memikirkan bagaimana cara menabung untuk bekal masa depan anak dan cucu di masa depan alias warisan atau bisa juga untuk kepentingan lainnya di beberapa tahun kedepan. Seperti yang sudah diketahui, pada usia senja tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan termasuk kegiatan untuk menghasilkan uang atau mencicil aset. Faktornya bisa karena tubuh yang sudah tidak sanggup beraktivitas seperti dulu dan terbatasnya pilihan yang bisa dikerjakan secara aman dan nyaman untuk para lansia. Tapi tenang saja, yang lain bisa terbatas tapi tidak untuk investasi. Dengan berinvestasi Anda tidak perlu lagi bingung bagaimana meng alokasikan sebagian dana pensiun atau penghasilan saat ini ke hal yang bisa disimpan, dikelola bahkan dikembangkan lagi untuk dijadikan bekal masa depan anak dan cucu atau untuk cita-cita lainnya. Berikut jenis-jenis investasi yang cocok untuk para orang tua yang sudah memasuki usia lansia (lanjut usia): 1. Dep...