Tampilkan postingan dengan label Saham BUDI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham BUDI. Tampilkan semua postingan

Budi Starch (BUDI) Akan Bagikan Dividen Tunai Rp8 Per Saham


PT Budi Starch & Sweetener Tbk.(BUDI)
akan membagikan dividen tunai tahun buku 2022 kepada pemegang sahamnya pada tanggal 14 Juni 2023.

Sudarmo Tasmin Wakil Presiden Direktur BUDI dalam keterangan tertulisnya Selasa (16/5) menturkan bahwa keputusan ini sesuai dengan hasil RUPS Tahunan yang digelar pada tanggal 12 Mei 2023 yang akan membagikan dividen sebesar Rp35,9 miiliar atau setara dengan Rp8 per saham.

Adapun untuk jadwal Cum dan Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 23 Mei dan 24 Mei 2023 sedangkan Cum dan Ex dividen di pasar tunai pada tanggal 25 Mei dan 26 Mei 2023.

Selanjutnya tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pembayaran dividen tunai jatuh pada tanggal 25 Mei 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham BUDI, SGER dan GZCO oleh MIRAE ASSET | 6 Juni 2022



MIRAE ASSET SEKURITAS
6 JUNI 2022



IHSG Daily, 7,182.96 (+0.48%), limited upside, trading range 7,140 – 7,252. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline.  Pada periode weekly indikator MFI optimized, RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung menguat lebih lanjut. Daily support di 7,140 dan daily resistance di 7,252.Cut loss level di 7,110.

BUDI Daily 242 (+1.68%), trading buy, trading range 234 – 250. Kenaikan indikator MFI , indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih terlihat. Daily support di 234 dan daily resistance di 250. Cut loss level di 224.

SGER Daily, 2,570 (+2.39%), trading buy, trading range 2,440 – 2,640. indikator MFI optimized , indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih  cenderung naik lebih lanjut. Daily support di 2,440 dan daily resistance di 2,640. Cut loss level di 2,350.

GZCO Daily, 188 (-1.57%), buy on weakness, trading range 182 – 200. Indikator MFI Optimized, indikator RSI Optimized dan W%R Optmized sudah berada di oversold area. Perkiraan daily support di 182 dan daily resistance terdekat di 200. Cut loss level di 164.


Disclaimer

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham IMJS, BUDI dan LPPF oleh Mirae Asset Sekuritas | 14 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 14, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, (6,088.16-0.11%), test resistance at 6,140. Trading range 6,044 – 6,140. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized cenderung bergerak naik. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized mulai bergerak turun menguji support trend line. Daily support di 6,079 dan daily resistance di 6,140. Cut loss level di 6,020.

IMJS Daily, 560 (+1.82%), trading buy,  trading range 530 – 600. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 530 dan daily resistance di 600. Cut loss level di 500.

BUDI Daily, 185 (+2.78%), trading buy,  trading range 177 – 192. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung bergerak naik.  Daily support di 177 dan daily resistance di 192. Cut loss level di 175.

LPPF Daily, 2,820 (+1.81%), buy on weakness,  trading range 2,720 – 2,930. Indikator MFI Optimized mulai terbatas dan RSI Optimized cenderung bergerak naik.  Perkiraan daily support di 2,720 dan daily resistance terdekat di 2,930. Cut loss level di 2,600

Analisa Saham BUDI, PRDA dan SMDR | 16 Juli 2021

PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI)


BUDI secara teknikal ditutup melemah membentuk pola candle bearish morubozu. Indikator stochastic juga tampak berpotensi terjadi deathcross yang mengindikasikan adanya pelemahan. Ditransaksikan dengan volume yang relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata 5 hari perdagangan.

Rekomendasi : Sell

Support: Rp 170 per saham

Resistance: Rp 194 per saham

Ivan Kasulthan, Erdhika Elit Sekuritas

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)


Kami memperkirakan, pergerakan PRDA akan cenderung terkoreksi, tampak dari pergerakan MACD yang tampak menunjukkan tanda-tanda koreksi ditambah dengan stochastic yang masih terkonfirmasi sideways.

Rekomendasi: Sell on Strength (SoS)

Support: Rp 7.100 per dolar AS

Resistance: Rp 9.225 per dolar AS

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)


SMDR sejatinya berjalan pada uptrend pendek, tetapi titik high 690 terhalang trendline yang konsisten menjadi resistance sejak bulan Mei lalu. Biasanya setelah ini harga akan pullback dan ditopang oleh support MA10 & 20 di sekitar 565. Namun apabila level ini tidak bertahan maka harga akan bergerak menuju support berikut yaitu MA50 yang saat ini masih berada di 520. 

Candle hanging man yang terjadi, menyusul candle shooting star yang terjadi sehari sebelumnya, semakin meneguhkan tanda awal pembalikan arah. Indikator RSI malah melandai selama titik-titik new high tercipta sejak bulan Mei lalu, mengindikasikan semakin lama momentum beli, semakin melemah. 

Penerapan trailing stop semakin penting untuk diberlakukan sebelum terjebak pada bubarnya tren naik ini. Oleh karena itu, best advise yang bisa disarankan adalah: sell on strength, atau set your trailing stop di angka bulat 600 (selaku support psikologis).

Rekomendasi: Sell on Strength

Support: Rp 600 per saham, Rp 565 per saham, Rp 520 per saham

Resistance: Rp 640 per saham, Rp 690 per saham – Rp 700 per saham

Liza Camelia, Henan Putihrai Sekuritas

Saham BUDI | Pemegang Saham di TBLA Tambah Kepemilikan di BUDI


Saham PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) mungkin bukanlah favorit kebanyakan pelaku pasar.

Ini terlihat dari perdagangan harian saham emiten milik Sungai Budi Group itu yang sepi transaksi.

Meskipun di atas kertas sebetulnya kepemilikan investor publik di saham ini sangat besar, mencapai sekitar 2,10 miliar lembar, setara 46,60%.

Tapi investor korporasi di BUDI rupanya memiliki pandangan berbeda terhadap saham ini.

Paling tidak hal itu terlihat dari dua kali transaksi pembelian saham BUDI yang berlangsung belum lama ini.

Sepanjang Oktober 2019, salah satu pemegang sahamnya, yakni PT Budi Delta Swakarsa sudah dua kali membeli saham BUDI.

Total jumlah saham yang dibeli sebanyak 100 juta lembar. 

Transaksi pertama berlangsung pada 2 Oktober 2019. 

Saat itu PT Budi Delta Swakarsa merogoh kocek Rp 5 miliar, atau Rp 100 per saham.

Investasi jangka panjang

Sudarmo Tasmin, Wakil Presiden Direktur PT Budi Starch & Sweetener Tbk dalam keterbukaan informasi (04/10) menyebut, tujuan transaksi tersebut sebagai investasi jangka panjang.

Transaksi pembelian kedua, berlangsung pada 15 Oktober 2019. 

Juga sebanyak 50 juta lembar tapi kali ini dengan harga Rp 95 per saham.

Sehingga total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 4,8 miliar.

Kedua transaksi crossing di pasar negosiasi itu difasilitasi oleh Mahastra Andalan Sekuritas.

Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, usai transaksi ini kepemilikan PT Budi Delta Swakarsa di BUDI membengkak menjadi 28,92%.

Hal itu tercantum dalam laporan kepemilikan efek di atas 5% per 16 Oktober 2019 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Oh ya, PT Budi Delta Swakarsa juga tercatat sebagai salah satu pemegang saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).

Data RTI menunjukkan, per 30 September 2019 kepemilikannya di TBLA mencapai 27,18%.

Analisa Saham BUDI, GJTL dan SMGR | 5 April 2018

Berikut rekomendasi teknikal tiga saham dari sejumlah analis, yang bisa jadi pertimbangan pada perdagangan Kamis (5/4).

1. PT Budi Strach & Sweatener Tbk (BUDI)
Muncul Dark cloud cover candle dengan penurunan volume perdagangan. Indikatior relative strength index (RSI) melemah meski indikator stochastic berpotongan membentuk golden cross (GC). Sempat break Upper Bollinger Band (UBB), namun harga tetap ditutup di bawahnya.

Rekomendasi : Sell on strength
Support : Rp 123
Resistance : Rp 178
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

2. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)
Terlihat pola three advancing soldiers candlestick pattern, yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Ini didukung oleh indikator moving average convergence divergence (MACD), indikator average directional movement index (ADX) dan indikator SAR yang menunjukkan sinyal positif.

Rekomendasi : Buy
Support: Rp 835
Resistance: Rp 910
Muhammad Nafan Aji, Binaartha Sekuritas

3. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)
SMGR masih bergerak dalam pola sideways jangka panjangnya dalam rentang harga Rp 9.500 – Rp 11.500. Dalam jangka pendek, seiring dengan kondisi harga yang telah overboughtpada indikator stochastic oscillator 90 dan indikator relative strength index (RSI) 80, SMGR cenderung terkoreksi.

Rekomendasi : Sell
Support : Rp 9.900
Resistance : Rp 11.100
Krishna Setiawan, Lotus Andalan Sekuritas

Source:
KONTAN

Berita Saham BUDI | 23 Maret 2018

Berita Saham BUDI
PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) meraih kenaikan laba bersih menjadi Rp41,07 miliar hingga periode 31 Desember 2017 dibandingkan laba bersih Rp33,65 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan usaha naik jadi Rp2,51 triliun dari Rp2,46 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp347,79 miliar dari laba kotor Rp274,26 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha naik jadi Rp165,08 miliar dari Rp109,40 miliar dan laba usaha naik menjadi Rp182,71 miliar dari laba usaha Rp164,85 miliar. Beban lain-lain bersih naik jadi Rp121,69 miliar dari Rp112,01 miliar.

Sedangkan laba sebelum pajak diraih Rp61,01 miliar meningkat dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp52,83 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp2,939 triliun hingga 31 Desember 2017 relatif sama dibandingkan total aset Rp2,931 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS