Tampilkan postingan dengan label Saham CINT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham CINT. Tampilkan semua postingan

Chitose (CINT) Siapkan Dividen Tunai Rp1 Miliar Untuk Pemegang Saham


PT Chitose Internasional Tbk (CINT)
berencana membagikan dividen tunai kepada pemegang saham. Hal itu disampaikan Direktur CINT, R.Nurwulan Kusumawati, dalam keterbukaan informasi, yang dikuutip Selasa (2/5).

Ia mengatakan, Perseroan bakal melakukan pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2022 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 17 April 2023. Besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham CINT adalah sebesar Rp 1 miliar atau Rp 1 per saham.

"Realisasi pembayaran dividen tersebut adalah pada tanggal 17 Mei 2023. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 05 Mei 2023 Waktu 16:00 WIB," katanya.

Sebagai informasi, Cum dan Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi pada tanggal 3 dan 4 Mei 2023. Adapun Cum dan Ex Dividen di Pasar Tunai akan dilaksanakan pada tanggal 5 dan 8 Mei 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PETINGGI CHITOSE INTERNASIONAL DIVESTASI KEPEMILIKAN SAHAM.


Salah satu petinggi PT Chitose Internasional Tbk (CINT) telah melepas sebagian kepemilikan sahamnya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham CINT.

Disebutkan bahwa Marcus Harianto B, selaku Komisaris CINT telah melepas sekitar 1,5 juta lembar saham CINT miliknya. Penjualan saham tersebut dilakukan pada tanggal 2 November 2021."Tujuan penjualan saham tersebut adalah hasil investasi,"tulis Manajemen CINT.

Dijabarkan bahwa saham CINT dijual oleh Marcus Harianto B di kisaan harga Rp336-360 per lembar sahamnya. Dengan demikia dapat diasumsikan, Marcus telah mengantongi dana sekitar Rp504 juta hingga Rp540 juta dari hasil divestasi tersebut.

Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Marcus Harianto B di CINT berkurang menjadi 943.000 lembar saham atau sekitar 0,0943%, dari sebelumnya mengenggenggam sebanyak 2.443.000 lembar saham atau sekitar 0,2443%. (end/as)

Sumber : IQPLUS

Chitose Internasional akan tebar dividen Rp 1 miliar, berikut jadwalnya


PT Chitose Internasional Tbk (CINT) akan membagikan dividen hingga Rp 1 miliar. Pembagian dividen ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (14/4). 

Nantinya, setiap pemegang saham akan menerima dividen Rp 1 per saham. Dividen akan dibagikan secara tunai pada 11 Mei 2021. 

Mengutip pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (19/4), berikut jadwal lengkap pembagian dividen Chitose:

Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi: 22 April 2021

Tanggal Ex Dividen di Pasar Regular & Pasar Negosiasi: 23 April 2021

Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai: 26 April 2021

Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai: 27 April 2021

Tanggal Pencatatan (Recording Date): 26 April 2021

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai: 11 Mei 2021

Tanggal Penyerahan bukti rekam SKD/DGT: 29 April 2021

Jika berpatok harga saham CINT pada perdagangan, Senin (19/4), maka dividend yield yang akan diterima pemegang saham mencapai 0,42% per saham. 

Asal tahu saja, pada penutupan perdagangan Senin (19/4), harga saham CINT berada di Rp 238 per saham. 


Sumber: KONTAN

[CINT] Ini strategi Chitose bertahan di tengah tekanan pandemi Covid-19


PT Chitose International Tbk (CINT) menghadapi tantangan berat di tahun lalu karena adanya pandemi Covid-19. Namun, hal ini tidak membuat emiten furnitur ini patah arang, justru CINT melakukan inovasi untuk tetap bertahan.

Direktur CINT Fadjar Swatyas mengatakan, pada akhir tahun 2019, CINT optimistis melihat prospek bisnis di 2020. Namun, pada kuartal II 2020 Indonesia harus menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang berdampak cukup signifikan ke perusahaan. Kala itu, penjualan CINT ke ritel turun karena ada pembatasan mobilitas yang ketat. Padahal, kekuatan penjualan Chitose adalah dari toko-toko dan agen di lapangan.

"Oleh karena itu pada kuartal II 2020 kami melakukan efisiensi ke semua bidang, saat itu rata-rata utilisasi hanya 30% dari kapasitas yang ada. Maka dari itu kuartal II 2020 kami melakukan perubahan strategi untuk bisa bertahan dan tumbuh di semester ke depannya," ujarnya dalam paparan publik, Rabu (14/4).

Kendati ritel mencatatkan penurunan, Fadjar bilang, di segmen non-reguler yakni ekspor bisa tetap tumbuh stabil. CINT juga membidik ke proyek-proyek lewat kerja sama. Semisal Chitose berkolaborasi dengan Roland untuk mengeskpor kursi piano sebanyak ribuan unit ke Jepang.

Lantas untuk bisa terus bertahan, selain efisiensi CINT juga  gesit berinovasi dengan meluncurkan produk-produk yang berhubungan dengan pandemi.  Mereka menyebutnya sebagai produk new normal.

Menurut Fadjar, di masa pandemi, konsumen CINT tidak mau menggunakan produk reguler, mereka lebih senang dengan produk yang telah disesuaikan dengan kondisi. "Kami punya R&D yang bisa memenuhi kebutuhan ada needs di sana dan kami adalah solusinya," ujarnya.

Fadjar menyebutkan, Chitose memproduksi sejumlah produk, di antaranya divider atau pembatas, handsanitizer stand, ranjang perawatan dari kardus bernama origami bed. Produk origami bed ini cukup diminati pasar karena merupakan produk terbaru dengan teknologi dari Jepang.

"Origami bed merupakan satu-satunya produk yang ada di Chitose dan produk yang cocok untuk di masa pandemi Covid-19," kata Fadjar.

Di sepanjang tahun lalu, produk-produk new normal keluaran Chitose mampu memberikan kontribusi hingga 20% ke pendapatan. Manajemen CINT berharap tahun ini, juga bisa memberikan kontribusi yang positif.

Sumber: KONTAN

Saham CINT | Chitose Akan Mengerek Harga Produk


Emiten mebel PT Chitose Internasional Tbk (CINT) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 9,5 miliar pada tahun ini. Dengan bekal belanja modal itu, emiten bersandi saham CINT di Bursa Efek Indonesia ini ingin membidik laba bersih sebesar Rp 21 miliar atau tumbuh 55% dibandingkan laba bersih tahun lalu.

"Dana capex berasal dari kas sebesar Rp 9,5 miliar dengan rincian penggunaan dana untuk pengembangan produk dan special project. Sisanya untuk produksi dan rehabilitasi," ujar Dedie Suherlan, Direktur Utama PT Chitose Internasional Tbk, Senin (29/4).

Pada awal tahun ini, Chitose telah membenamkan investasi ke C-ENG Co Ltd asal Jepang sebesar 33,30 juta. Aksi korporasi tersebut merupakan akuisisi saham dan pengembangan bisnis usaha. CINT juga terus menggelar diversifikasi produk dan meningkatkan pangsa pasar, khususnya pada produk matras C-Pro untuk memperkuat lini bisnisnya di masa mendatang. "Pasar ASEAN, Jepang dan Oceania adalah target perluasan dari investasi ini. Selain itu, perkembangan bisnis ke pasar lokal juga diharapkan terus bertumbuh," kata Dedie.

Chitose Internasional juga optimistis dengan prospek bisnis industri manufaktur di Indonesia yang masih cukup menarik. Alhasil, CINT bakal terus meningkatkan produktivitas serta perluasan usaha demi memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Untuk memenuhi target laba Rp 21 miliar, Chitose menyiapkan beragam strategi bisnis yang siap dijalankan sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah rencana menaikkan harga produknya. "Sudah dua tahun kami tidak menyesuaikan harga jual terkait kenaikan inflasi," ungkap Timatius J Paulus, Direktur Independen PT Chitose Internasional Tbk.

CINT berencana menaikkan harga produk rata-rata 3%. Penyesuaian harga ini diharapkan bisa mendorong penjualan. Tidak hanya itu, mereka menyiapkan strategi product mix, termasuk penetrasi pasar produk nursing bed. Tahun lalu, CINT meneken kontrak kerjasama pemasaran dengan PT Sandana dan PT Indomedik Niaga Perkasa.

Di pasar ekspor, Chitose Internasional akan memperkuat pasar lama, khususnya Jepang, serta membuka pasar baru ke Australia dan negara Asia lainnya.

Tebar dividen

Pemegang saham Chitose kemarin menyetujui pembagian dividen tahun buku 2018 sebesar Rp 3 miliar atau Rp 3,3 per saham. Jumlah tersebut setara 24,3% dari laba bersih tahun lalu.

"Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen Rp 3 miliar," kata Timatius.

Tahun lalu, Chitose mengantongi laba Rp 13,55 miliar, turun 54,28% dibandingkan laba bersih 2017 yang senilai Rp 29,65 miliar. Adapun pendapatannya turun tipis 0,95% year-on-year (yoy) menjadi Rp 370,39 miliar.

Direktur CINT, Fadjar Swatyas, menyebutkan pembagian dividen akan dilaksanakan pada 31 Mei tahun ini, untuk pemegang saham yang tercatat hingga 10 Mei. Hingga akhir tahun ini, Chitose Internasional membidik pendapatan senilai Rp 389 miliar dan laba bersih Rp 21 miliar. Target itu tumbuh masing-masing sebesar 5% dan 55%.

SUmber: kontan

Berita Saham CINT | 29 Maret 2018

Berita Saham CINT
PT Chitose International Tbk (CINT) meraih laba bersih Rp27,66 miliar hingga periode 31 Desember 2017 dari laba bersih Rp19,30 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, penjualan bersih naik jadi Rp373,95 miliar dari penjualan bersih Rp327,42 miliar tahun sebelumnya dan laba bruto meningkat menjadi Rp125,20 miliar dari laba bruto Rp96,62 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan laba sebelum pajak mencapai Rp38,31 miliar naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp28,17 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp476,57 miliar hingga 31 Desember 2017 naik dari total aset Rp399,33 miliar hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS