Tampilkan postingan dengan label Saham DSSA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham DSSA. Tampilkan semua postingan

DSSA Telah Gelontorkan Dana Rp57,6 Miliar Untuk Buy Back Saham


PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
menyampaikan bahwa pada tanggal 31 Agustus 2023, Perseroan telah melakukan pembelian kembali sebanyak 1.200.000 saham dengan nilai saham sebesar Rp57.600.000.000.

"Melalui transaksi ini, Perseroan memiliki total sebanyak 64.950.500 saham treasuri,"Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra, dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Kamis (31/8).

Lebih lanjut Susan mengungkapkan, Perseroan akan melakukan Pembelian Kembali Saham secara bertahap selama Periode Pembelian Kembali Saham dan akan melakukan keterbukaan informasi kembali dalam hal Perseroan telah melaksanakan Pembelian Kembali Saham tahap selanjutnya.

Ia menjelaskan, Pembelian Kembali Saham akan menyebabkan terjadinya pengalihan aset berupa kas menjadi saham treasuri dan peningkatan laba per saham Perseroan.

"Pembelian Kembali Saham diharapkan juga dapat memberikan fleksibilitas kepada Perseroan untuk mengelola kebutuhan modal jangka panjang, di mana saham treasuri dapat dialihkan di masa yang akan datang," ujarnya. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Raih Pendapatan Usaha USD3,18 Miliar Hingga Juni 2023


PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
meraih pendapatan usaha USD3,18 miliar hingga periode 30 Juni 2023 naik dari pendapatan usaha USD2,59 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi US1,75 miliar dari USD1,46 miliar membuat laba kotor menjadi USD1,43 miliar naik dari laba kotor USD1,13 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha naik menjadi USD483,46 juta dari beban usaha USD347,05 juta dan laba usaha diraih USD951,49 juta naik dari laba usaha USD782,38 juta tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak naik menjadi USD909,42 juta dari laba sebelum pajak USD752,76 juta sedangkan laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih USD318,18 juta naik dari laba periode berjalan USD251,58 juta tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas mencapai USD3,01 miliar hingga periode 30 Juni 2023 turun dari jumlah liabilitas USD3,44 miliar hingga periode 31 Desember 2022. Sedangkan jumlah aset mencapai USD6,64 miliar hingga periode 30 Juni 2023 naik dari jumlah aset USD6,43 miliar hingga periode 31 Desember 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pada 16 Agustus 2023, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Gelontorkan Dana Rp724,8 Miliar Untuk Buy Back Saham


PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
menyampaikan bahwa perseroan melalui aksi korporasi (buy back saham) memiliki total sebanyak 31,1 juta lembar saham treasuri.

Corporate Scretary DSSA, Susan Chandra menuturkan, pada tanggal 16 Agustus 2023, Perseroan telah melakukan pembelian kembali sebanyak 15.100.000 saham dengan nilai saham sebesar Rp724.800.000.000.

"Melalui transaksi ini, Perseroan memiliki total sebanyak 31.100.000 saham treasuri," katanya dalam laporan hasil buy back saham, yang dikutip, Rabu (16/8/2023).

Ia menambahkan, Perseroan akan melakukan Pembelian Kembali Saham secara bertahap selama Periode Pembelian Kembali Saham dan akan melakukan keterbukaan informasi kembali dalam hal Perseroan telah melaksanakan Pembelian Kembali Saham tahap selanjutnya.

"Pembelian Kembali Saham akan menyebabkan terjadinya pengalihan aset berupa kas menjadi saham treasuri dan peningkatan laba per saham Perseroan," tuturnya.

Selain itu, menurut Susan, Pembelian Kembali Saham diharapkan juga dapat memberikan fleksibilitas kepada Perseroan untuk mengelola kebutuhan modal jangka panjang, di mana saham treasuri dapat dialihkan di masa yang akan datang. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Dian Swastatika (DSSA) Dirikan Anak Usaha Baru


PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
melalui anak usahanya mendirikan PT Eka Nusantara Gemilang (ENG) pada tanggal 8 Agustus 2023.

Susan Chandra Corporate Secretary DSSA dalam keterangan tertulisnya Rabu (9/8) menuturkan bahwa Perseroan melalui anak usahanya mendirikan ENG dengan kepemilikan saham efektif DSSA dalam dalam ENG adalah lebih dari 99%.

"PT Eka Nusantara Gemilang ini nantinya bergerak di bidang solusit teknologi,"tutur Susan.

Dalam penuturannya Susan menambahkan bahwa pendirian ENG tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan DSSA. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Dian Swastatika (DSSA) Dirikan Anak Usaha Baru


PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
melalui anak usahanya mendirikan PT Daya Mas Agra Sejahtera (DMAS) pada tanggal 20 Juli 2023.

Susan Chandra Corporate Secretary DSSA dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/7) menuturkan bahwa Perseroan melalui anak usahanya mendirikan DMAS dengan kepemilikan saham efektif DSSA dalam dalam DMAS adalah lebih dari 99%

"DMAS ini nantinya bergerak di bidang ketenagalistrikan,tuturnya.

Dalam penuturannya Susan menambahkan bahwa pendirian DMAS tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan DSSA. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Dian Swastatika Raih Pendapatan Usaha Sebesar USD4,16 Miliar Hingga September 2022


PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) meraih pendapatan usaha sebesar US4,16 miliar hingga periode 30 September 2022 naik dari pendapatan usaha USD1,44 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi US2,31 miliar dari USD867,09 juta dan laba kotor naik menjadi USD1,85 miliar dari laba kotor USD570,06 juta.

Beban usaha naik menjadi US637,13 juta dari beban usaha USD295,58 juta dan laba usaha diraih sebesar USD1,21 juta meningkat dari laba usaha USD264,48 juta tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak diraih sebesar USD1,14 miliar naik dari laba sebelum pajak USD201,48 juta dan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih USD348,75 juta naik dari laba USD61,22 juta tahun sebelumnya.

Total liabilitas perseroan mencapai USD3,66 miliar hingga periode 30 September 2022 naik dari total liabilitas USD1,26 miliar hingga periode 31 Desember 2021 sedangkan total aset mencapai USD6,64 miliar hingga periode 30 September 2022 naik dari total aset USD3,01 miliar hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

ANAK USAHA DSSA TERBITKAN SSN USD90 JUTA DENGAN BUNGA 8% PER TAHUN.


PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyampaikan bahwa pada tanggal 9 Maret 2022, Golden Energy and Resources Limited (GEAR), entitas anak langsung Perseroan, menerbitkan Senior Secured Notes (SSN) dengan jumlah pokok sebesar USD90 juta.

Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra menuturkan, untuk kupon bunga SSN yang ditawarkan adalah sebesar 8,5% per tahun, dan jatuh tempo pada bulan Mei 2026. SSN dijamin antara lain dengan sebagian aset grup GEAR.

"Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan SSN akan digunakan oleh GEAR, melalui Golden Investments (Australia) Pte. Ltd., untuk mengambil bagian dalam penawaran hak pro-rata saham biasa Stanmore Resources Limited, yang akan digunakan sebagai salah satu sumber pendanaan atas rencana transaksi pengambilalihan 100% saham Dampier Coal (Queensland) Pty Ltd, rencana mana telah mendapatkan persetujuan para pemegang saham pada RUPSLB Perseroan pada tanggal 23 Februari 2022,"katanya.

Ia menegaskan, penerbitan SSN ini menyebabkan rasio hutang terhadap ekuitas Perseroan meningkat sekitar 4,8%. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

DSSA BAKAL MERAIH PINJAMAN MAKSIMAL USD150 JUTA DARI BANK MANDIRI.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyampaikan bahwa pihaknya pada tanggal 20 Januari 2022, telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman berjangka dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk, dengan plafon sampai dengan sebesar USD150.000.000.

Corporate Secretary DSS, Susan Chandra menuturkan, fasilitas pinjaman ini untuk jangka waktu 60 bulan. Fasilitas ini dijamin antara lain dengan aset Perseroan.

"Fasilitas ini akan digunakan antara lain untuk pengembangan usaha Perseroan dan entitas anak,"terangnya, dalam keterbukaan informasi, Jumat (21/1).

Patut dicatat, fasilitas pinjaman ini menyebabkan rasio hutang terhadap ekuitas Perseroan meningkat sekitar 8%.

Sebelumnya Perseroan juga telah menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi dengan beberapa lembaga pembiayaan, yaitu Varde Partners, Canyon Capital Advisors LLc, Farallon Capital Asia Pte Ltd, dan beberapa lembaga pembiayaan lainnya. Hal tersebut dilakukan dalam rangka melancarkan rencana pengambilalihan seluruh saham Dampier Coal (Queensland) Pty Ltd ("Rencana Akuisisi"), Stanmore SMC Holdings Pty Ltd ("SMC"), entitas anak tidak langsung Perseroan.

Adapun nilai komitmen fasilitas adalah sebesar USD625.000.000 dan akan jatuh tempo 5 tahun sejak tanggal penarikan pertama.

"Fasilitas ini yang akan dijaminkan dengan aset SMC, akan digunakan sebagai salah satu sumber pendanaan atas pelaksanaan Rencana Akuisisi, dimana penarikan fasilitas akan dilakukan setelah syarat-syarat pendahuluan terkait Rencana Akuisisi terpenuhi,"jelasnya. (end/as)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Raih Kenaikan Pendapatan Periode Juni 2021


PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) meraih pendapatan sebesar US$937,57 juta hingga periode 30 Juni 2021 naik dari US$771,61 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba kotor diraih US$376,23 juta naik dari laba kotor US$292,12 juta.

Laba usaha diraih sebesar US$184,31 juta naik dari laba usaha US$118,44 juta tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat US$139,43 juta naik dari laba sebelum pajak US$58,89 juta.

Sedangkan laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat US$43,92 juta naik dari laba US$22,46 juta.

Total aset perseroan mencapai US$3,01 miliar hingga periode 30 Juni 2021 naik dari total aset US$2,90 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end)

Sumber: IQPLUS

Dian Swastatika Sentosa Menandatangani Perjanjian Pinjaman dengan Anak Usaha


Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT DSSA Mas Sejahtera (DSSAMS) yang merupakan anak usahanya pada tanggal 30 desember 2020.

Menurut keterangan Susan Chandra Corporate Secretary DSSA mengatakan bahwa fasilitas pinjaman tersebut memiliki plafon sebesar USD125 juta. Pada tanggal yang sama, DSSA juga menandatangani adendum atas perjanjian fasilitas pinjaman yang ada dengan anak usahanya yaitu PT Surya Kalimantan Sejati (SKS) dengan penambahan plafon menjadi sebesar Rp300 miliar.

Sebagai informasi DSSA Mas Sejahtera andalah anak usaha DSSA dengan kepemilikan saham sebesar 99,99% dan fasilitas ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keungan DSSA.

Susan menambahkan "Fasilitas ini diberikan untuk mendukung kebutuhan modal kerja DSSAMS dan SKS,"imbuhnya. (end)

Sumber: IQPLUS

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Suntik Modal ke Anak Perusahaan


Emiten energi dan infrastruktur Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk., kembali menyuntikan modal ke dua anak usahanya.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, emiten berkode saham DSSA itu meningkatkan modal di entitas anak PT DSSP Power Mas Utama (PMU) dan PT DSSP Power Sejahtera.

Modal ditempatkan dan disetor PMU yang semula sebesar Rp4,141 triliun menjadi Rp4,155 triliun, sedangkan modal ditempatkan dan disetor DSSP Power Sejahtera Rp52,39 miliar menjadi sebesar Rp52,73 miliar.

Adapun, seluruh saham baru dari dua entitas anak usaha itu diambil bagian oleh EMAS.

“Peningkatan modal di entitas anak tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perseroan,” tulis Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra dikutip dari keterbukaan informasinya, Selasa (1/12/2020).

Untuk diketahui, DSSP Power Sejahtera dan PMU memiliki anak usaha yaitu DSSP Power Sumsel Dua yang bergerak di bisnis pembangkit listrik.

Saat ini perseroan memiliki dua proyek pembangunan Independent Power Producer (IPP) PLTU yaitu, Kalteng-1 berkapasitas dan Kalteng-3 berkapasitas 2 x 100 MW yang tengah dikebut untuk dirampungkan tahun ini.

Per 31 Desember 2019, progres pembangunan IPP Kalteng-1 sudah mencapai 98 persen, sedangkan untuk proyek IPP Kalteng-3 saat ini sudah dalam tahap penyelesaian pembangunan dan menuju tahap persiapan operasi.

Selain dua proyek PLTU tersebut, emiten bersandi DSSA itu telah memiliki dua proyek pembangkit listrik lainnya yaitu IPP PLTU Sumsel-5 berkapasitas 2X150 MW yang telah beroperasi pada Desember 2016 dan IPP PLTU Kendari-3 berkapasitas 2X50 MW yang telah beroperasi pada Oktober 2019.

Pasokan batu bara yang dibutuhkan oleh seluruh PLTU milik perseroan akan berasal dari kombinasi pihak internal dan eksternal.

Kebutuhan batu bara terbesar dimiliki oleh IPP PLTU Sumsel-5, yaitu sekitar 2 juta ton per tahun sedangkan IPP PLTU Kalteng-1 butuh sekitar 1,5 juta ton per tahun, dan IPP PLTU Kendari-3 sekitar 500.000 ton per tahun.

Sumber: BISNIS

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Terus Tingkatkan Kontribusi Non Batu Bara


Emiten pertambangan batu bara, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk., terus meningkatkan kontribusi kinerja dari bisnis non batu bara termal.

Direktur Dian Swastatika Sentosa Adrijanto mengatakan bahwa perseroan melalui anak usaha telah mulai melakukan diversifikasi usaha ke bisnis pertambangan batu bara metalurgi dan emas di tengah tantangan bisnis akibat volatilitas harga batu bara termal.

Emiten berkode saham DSSA itu melalui anak usahanya Golden Investment Ltd. (GI) telah mengakuisisi dua perusahaan tambang batu bara metalurgi dan emas di Australia.

Di bisnis batu bara metalurgi, perseroan dalam proses untuk mengakuisisi saham Stanmore Coal Limited yang hingga saat ini total kepemilikan saham Golden Investment di perusahaan tambang itu sudah mencapai 75,33 persen.

Adapun, estimasi volume produksi batu bara metalurgi adalah 2,1 juta ton untuk sepanjang tahun ini.

Sementara itu, di bisnis pertambangan emas GI membentuk perusahaan joint venture dengan salah satu perusahaan emas yaitu Raven Gold Nominee Pty Ltd dengan tujuan untuk memperlancar proses akuisisi tambang emas Ravenswood milik Carpentaria Gold Pty Ltd (Carpentaria Gold) dan Resolute Mining Limited.

Untuk periode April hingga Desember 2020, Ravenswood diharapkan dapat memproduksi sekitar 45.000 ounce.

“Kontribusi masih 45.000 ounce karena akuisisi baru dilakukan pada 31 Maret 2020. Baru pada tahun depan, produksi meningkat diharapkan mencapai kurang lebih 120.000 ounce,” papar Andrijanto dalam paparan publik secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Andrijanto mengungkapkan perseroan juga akan terus menganalisa setiap peluang bisnis baru di proyek kelistrikan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan, termasuk peluang untuk menjajaki bisnis energi baru terbarukan (EBT).

Hal itu pun sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mendukung perkembangan teknologi pembangkit batu bara dan pemanfaatan energi yang berkelanjutan untuk pengembangan listrik berbasis EBT.

Di sisi lain, kendati bisnis batu bara dalam jangka pendek dalam tekanan seiring dengan pandemi Covid-19 dan penerapan lockdown di berbagai negara telah melemahkan harga dan permintaan, perseroan masih optimistis terhadap prospek komoditas itu dalam jangka panjang.

Menurut Andrijanto, batu bara, termasuk jenis termal, masih akan menjadi pemain penting dalam bauran energi negara-negara di dunia.

Prospek ekspor batu bara tetap tinggi dikarenakan permintaan dari pasar China yang masih tetap besar dan didukung meningkatnya permintaan dari pembangkit-pembangkit listrik baru di Asia Tenggara, seperti di Vietnam dan Filipina.

“Perseroan akan terus berupaya memperkuat pemasaran batu bara termal ke pasar domestik dan pasar ekspor seperti China, India, Malaysia dan berupaya menjangkau pasar-pasar baru lainnya di Asia Tenggara,” ujar Andrijanto.

Adapun, pada enam bulan pertama tahun ini, bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara masih memiliki kontribusi terbesar terhadap kinerja keseluruhan perseroan yaitu sebesar 75,3 persen.

Kemudian, dilanjutkan bisnis ketenagalistrikan sebesar 14 persen, perdaganagn pupuk dan bahan kimia sebesar 7,9 persen, bisnis multimedia sebesar 2,7 persen, dan lainnya 0,1 persen.

Sepanjang semester I/2020, DSSA berhasil membukukan volume produksi batu bara sebesar 17,6 juta ton. Pencapaian itu naik 33,3 persen dibandingkan dengan volume produksi semester I/2019 yang hanya mencapai 13,2 juta ton.

Kinerja penjualan batu bara perseroan juga berhasil tumbuh 28,6 persen menjadi 18 juta ton, daripada 14 juta ton pada semester I/2019.

Kinerja operasional itu berhasil membuat DSSA membukukan pendapatan dari dari bisnis pertambangan naik 17,2 persen secara year on year mencapai US$581 juta pada semester I/2020.

Namun, pendapatan secara konsolidasi menurun 7,27 persen menjadi US$771,6 juta pada semester I/2020 dan laba bersih DSSA juga menyusut 11,5 persen menjadi US$42,3 juta.

Sumber: BISNIS


PASCA OWK JADI SAHAM, DIAN SWASTATIKA RESMI KUASAI 15% SAHAM FREN



PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyampaikan bahwa pihaknya telah menguasai 15% kepemilikan di PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Hal tersebut seiirng dengan telah tercatatnya Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp3,4 triliun menjadi saham pada tanggal 22 September 2020.

Alhasil, nilai kepemilikan tersebut akan dicatatkan dalam laporan keuangan perseroan sesuai dengan nilai pasar saham tersebut.

Melalui keterangan resmi yang bersamaan, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) juga mengumumkan telah melaksanakan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) II dan II menjadi 34 miliar saham seri C dengan nilai pelaksanaan Rp100 per lembar. (end/as)

sumber: iqplus

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Raih Pendapatan USD 1,67 Milyar | Saham DSSA

IQPlus, (01/04) - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat pendapatan usaha sebesar US$1,67 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun dari US$1,77 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu disebutkan, laba kotor turun menjadi US$580,37 juta dari laba kotor US$628,74 juta dan laba usaha turun menjadi US$237,88 juta dari laba usaha US$329,40 juta.

Sedangkan laba sebelum pajak tercatat US$132,99 juta turun dari laba sebelum pajak US$194,31 juta.Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun jadi US$50,22 juta dari laba US$89,35 juta.

Total aset perseroan mencapai US$3,72 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset US$3,39 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham DSSA | DSSA RAIH PINJAMAN DARI BANK MANDIRI


IQPlus, (11/12) - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) meraih fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri pada 9 Desember 2019.

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, plafon pinjaman sebesar USD223.500.000 untuk jangka waktu 51 bulan dan suku bunga LIBOR 3-bulan ditambah 4,5% per tahun.

Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap perseroan. Fasilitas ini akan digunakan antara lain untuk pengembangan usaha perseroan dan entitas anak.

Fasilitas pinjaman ini menyebabkan rasio hutang terhadap ekuitas perseroan meningkat sekitar 4%. (end)

Saham DSSA | DSSA BUAT PERUSAHAAN UNTUK GARAP PROYEK ENERGI TERBARUKAN



IQPlus, (17/05) - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) pada 16 Mei 2019 melalui anak usahanya Golden Energy and Resources Limited telah mendirikan GEAR Renewables Pte Ltd.

Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, GEAR merupakan perusahaan dengan kegiatan usaha termasuk di bidang investasi dalam proyek-proyek energi terbarukan.

Adapun kepemilikan Golden Energy and Resources Limited dalam GEAR Renawables Pte Ltd adalah 100%. Disebutkan pembentukan anak perusahaan baru ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perseroan. (end)

Berita Saham DSSA | Entitas Sinarmas Siap Operasikan 2 PLTU pada 2019


Bisnis.com, JAKARTA — Entitas Group Sinarmas, PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) berencana mengoperasikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada 2019.

Masing-masing proyek ialah Independent Power Producer (IPP) PLTU Kendari-3 berkapasitas 2x50 MW, dan PLTU Kalteng-1 berdaya 2x100 MW.

“Progress pembangunan per November 2018, PLTU Kendari-3 sudah 95%, sedangkan PLTU Kalteng-1 mencapai 88%,” tutur Sekretaris Perusahaan Dian Swastika Sentosa Susan Chandra kepada Bisnis.com baru-baru ini.

Menurutnya, PLTU Kendari-3 dapat beroperasi komersial pada kuartal I/2019 dan PLTU Kalteng-1 beroperasi pada kuartal IV/2019. Nilai investasi masing-masing proyek sekitar US$200 juta dan US$330 juta.

Sebelumnya kedua proyek tersebut, perusahaan mengandalkan bisnis IPP dari PLTU Sumsel 5 berkapasitas 2x150 MW. Pada 2017, pembangkit yang beroperasi sejak 20 Desember 2016 ini memeroleh pendapatan US$79,1 juta.

Di bisnis kelistrikan, perseroan juga mengoperasikan 4 pembangkit untuk captive market di kawasan industri, yakni 2 di Karawang, 1 di Serang, dan 1 di Tangerang.

Sementara itu, Golden Energy and Resources Ltd. (GEAR) masih dalam proses mengakuisisi perusahaan batu bara Stanmore Coal yang bermarkas di Australia.

GEAR yang melantai di Bursa Singapura (SGX), 86,87% sahamnya dikuasai oleh DSSA. Adapun, GEAR dan DSSA memegang mayoritas saham emiten tambang batu bara Sinarmas yang beroperasi di Indonesia, yakni PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).

Berita Saham DSSA | 21 Desember 2018

DIAN SWASTATIKA RAIH PINJAMAN US$59,5 JUTA

IQPlus, (21/12) - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Saran Multi Infrastruktur (Persero) dimana fasilitas itu ditandatangani pada 19 Desember 2018.

Menurut keterangan Susan Chandra, Sekretaris Perusahaan DSSA pada Jumat, plafon pinjaman sebesar US$59,5 juta dengan jangka waktu 4 tahun dan suku bunga LIBOR 1-bulan ditambah 4,50% per tahun.

Adapun pinjaman ini dijamin antara lain dengan aset tetap perseroan. Pinjaman ini akan digunakan perseroan untuk proyek ketenagalistrikan.

Menurut Susan, fasilitas pinjaman akan meningkatkan rasio hutang terhadap ekuitas perseroan sekitar 3,9%. (end)


Berita Saham DSSA | 29 Maret 2018

Berita Saham DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) meraih pendapatan usaha sebesar US$1,32 miliar hingga 31 Desember 2017 naik tajam dibandingkan pendapatan usaha US$712,05 juta tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan laba kotor naik menjadi US$518,22 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$287,81 juta dan beban usaha meningkat menjadi US$222,14 juta dari US$150,75 juta.

Laba usaha naik menjadi US$296,08 juta dari laba usaha tahun sebelumnya yang US$137,06 juta. Beban lain-lain bersih naik jadi US$104,72 juta dari beban lain-lain bersih US$39,41 juta sedangkan laba sebelum pajak US$191,36 juta naik dari laba sebelum pajak US$97,64 juta tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang didistribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi US$85,62 juta dari laba US$55,59 juta tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai US$2,73 miliar hingga 31 Desember 2017 naik dari total aset US$2,23 miliar hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS