Tampilkan postingan dengan label Saham IDPR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham IDPR. Tampilkan semua postingan

Febyan Tambah Kepemilikan Saham IDPR


Febyan selaku Direktur Utama dan pengendali PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 10 Oktober 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Dwijanto Corporate Secretary IDPR Kamis (12/10) menyampaikan bahwa Febyan telah membeli sebanyak 10.000 lembar saham IDPR di harga Rp135 per saham.

Sebagai informasi, Febyan juga pernah membeli sebanyak 30.000 lembar saham IDPR di harga Rp135 per saham dan sebanyak 199.500 lembar saham di harga Rp130 per saham pada tanggal 11 September dan 22 September 2023.

"Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Febyan di IDPR bertambah menjadi 42,6 juta lembar saham setara dengan 2,13% dibandingkan sebelumnya sebanyak 42,59 juta lembar saham. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Febyan Tambah Kepemilikan Saham IDPR


Febyan selaku Direktur Utama dan pengendali PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 11 September 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Dwijanto Corporate Secretary IDPR Kamis (14/9) menyampaikan bahwa Febyan telah membeli sebanyak 199.500 lembar saham IDPR di harga Rp130 per saham senilai Rp25,9 juta.

Sebagai informasi, Febyan juga pernah membeli sebanyak 400.000 lembar saham IDPR di harga Rp135 per saham pada tanggal 5 September 2023 dan sebanyak 150.000 lembar saham IDPR di harga Rp152,2 per saham pada tanggal 23 Agustus .

"Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Febyan di IDPR bertambah menjadi 42,56 juta lembar saham setara dengan 2,13% dibandingkan sebelumnya sebanyak 42,3 juta lembar saham setara dengan 2,12%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Indonesia Pondasi Raya (IDPR) Catat Pendapatan Neto Rp609,87 Miliar Hingga Juni 2023


PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR)
mencatat pendapatan neto sebesar Rp609,87 miliar hingga periode 30 Juni 2023 naik dari pendapatan neto Rp525,73 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp553,74 miliar dari Rp463,37 miliar membuat laba bruto turun menjadi Rp56,13 miliar dari laba bruto Rp62,36 miliar.

Rugi usaha diderita sebesar Rp1,93 miliar usai meraih laba usaha Rp22,87 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan rugi sebelum pajak diderita sebesar Rp26,16 miliar dari laba sebelum pajak Rp2,64 miliar tahun sebelumnya.

Rugi neto tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diderita Rp15,04 miliar usai meraih laba neto Rp2,58 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah aset tercatat Rp1,73 triliun hingga periode 30 Juni 2023 naik ari jumlah aset Rp1,54 triliun hingga periode 31 Desember 2022.

Jumlah liabilitas juga naik menjadi Rp1,12 triliun hingga periode 30 Juni 2023 dari jumlah liabilitas Rp911,73 miliar hingga periode 31 Desember 2022. Jumlah ekuitas tercatat Rp600,21 miliar hingga periode 30 Juni 2023 turun dari jumlah ekuitas Rp630,75 miliar hingga periode 31 Desember 2022. (end)
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Manuel Djunako Tambah Kepemilikan Saham IDPR


Manuel Djunako selaku Komisaris Utama dan pengendali PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 26-27 Juni dan 4 Juli 2023.

Dwijanto Corporate Secretary IDPR dalam keterangan tertulisnya Kamis (6/7) menyampaikan bahwa Manuel Djunako telah membeli sebanyak 452.400 lembar saham IDPR dengan harga pembelian (total) senilai Rp69,3 juta.

Sebagai informasi, Manuel Djunako juga pernah membeli sebanyak 200.000 lembar saham IDPR dengan harga pembelian (total) senilai Rp35,1 juta pada tanggal 13 Juni dan 16 Januari 2023.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Manuel Djunako di IDPR bertambah menjadi 1.711.554.006 lembar saham setara dengan 85,45% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1.711.101.606 lembar saham setara dengann 85,43% (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Indonesia Pondasi Raya (IDPR) Bakal Bagikan Dividen Tunai Rp1 Per Saham


PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR)
akan membagikan dividen tunai periode tahun buku 2022.

Manajemen IDPR dalam keterangan tertulisnya Senin (26/6) menuturkan bahwa pembagian dividen ini sesuai dengan hasil RUPS tahunan yang digelar pada tanggal 23 Juni 2023 yaitu sebesar Rp2.003.000.000 atau Rp1 per saham.

Adapun Cum dan Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 6 Juli dan 7 Juli 2023 sedangkan Cum dan Ex dividen di pasar tunai pada tanggal 10 Juli dan 11 Juli 2023.

Selanjutnya daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada tanggal 10 Juli 2023. pembayaran dividen tunai jatuh pada tanggal 25 Juli 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Manuel Djunako Tambah Kepemilikan Saham IDPR


Manuel Djunako selaku Komisaris Utama dan pengendali PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 13 dan 16 Januari 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Dwijanto Corporate Secretary IDPR Rabu (18/1) menyampaikan bahwa Manuel Djunako telah membeli sebanyak 200.000 lembar saham IDPR dengan harga pembelian (total) senilai Rp35,1 juta.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Manuel Djunako di IDPR bertambah menjadi 1,711 miliar lembar saham setara dengan 85,43% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,710 lembar saham setara dengan 85,42% (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) Incar Pendapatan Rp1 Triliun Dari Sektor Publik Di Tahun 2023.


PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Digital, khususnya di bidang Solusi dan Konsultasi digital serta Distribusi digital, mengincar pendapatan Rp 1 Triliun dari sektor publik di tahun 2023. Ini didasari pada masifnya transformasi digital di BUMN dan lembaga pemerintah yang membutuhkan solusi digital dari Perseroan.

Pertumbuhan jumlah order kontrak di sektor ini sangat besar, mencapai tiga kali lipat. Di tahun 2021 Perseroan memperoleh pendapatan Rp 232 miliar dan di akhir tahun 2022 diperkirakan akan mencapai Rp 700 miliar. Diharapkan pencapaian ini akan terus meningkat sehingga di tahun 2023 target sebesar Rp 1 triliun dapat tercapai.

Selain sektor publik, peluang bisnis Solusi dan Konsultasi di sektor digital native juga semakin terbuka. Ini dipicu oleh sejumlah startup dan unicorn yang harus melakukan efisiensi, termasuk di bidang IT sehingga membutuhkan solusi digital.

"Saat ini kontribusi terbesar unit bisnis Solusi dan Konsultasi berasal dari sektor perbankan dan jasa keuangan, telekomunikasi, dan migas. Peluang di sektor lainnya seperti sektor publik dan digital native masih sangat terbuka karena masifnya transformasi digital di sektor ini. Kami sangat fokus pada sektor ini untuk mencapai target tahun ini," kata Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja.

Unit bisnis Solusi dan Konsultasi memiliki delapan pilar solusi digital Metrodata, yaitu Cloud Services, Big Data & Analytics, IT Security, Hybrid IT Infrastructure, Business Application, Digital Business Platform, Consulting & Advisory Services, dan Managed Services. Layanan tersebut untuk menjawab peluang dari transformasi digital yang terus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Salah satu solusi yang patut disorot karena pertumbuhannya yang cepat adalah bisnis Cloud karena mampu tumbuh 63% YoY di kuartal III 2022.

Pendapatan MTDL dari Cloud diperkirakan akan terus naik karena didukung oleh tren beralihnya ke langganan berbasis Cloud yang semakin banyak diminati. Selain itu, peluang di consulting security juga semakin besar, karena tingkat serangan digital seperti ransomware yang semakin merusak bahkan bisa menghentikan bisnis perusahaan.

Sedangkan di unit bisnis Distribusi, Perseroan mendistribusikan hampir 90% dari brand IT yang ada di Indonesia. Pada tahun 2022, terdapat penambahan lima produk IT yang ditangani, yang semakin melengkapi portfolio produk-produk MTDL. Dengan luasnya portfolio tersebut, risiko bisnis dapat tersebar sehingga bisnis Perseroan akan tetap stabil walaupun terdapat goncangan pada merek-merek tertentu.

Selain terus menambah portfolio produk, Perseroan juga akan terus memperbesar channel coverage di semua sektor bisnis dan meningkatkan kerjasama dengan vendor-vendor yang memiliki potensi untuk berkembang. Saat ini Perseroan telah memiliki 5.200 channel partner dan 3.700 dealer aktif di 20 lokasi di 150 kota di Indonesia. Distribusi melalui omnichannel baik offline dan online juga sudah dilakukan untuk mempermudah transaksi dengan pelanggan.

Perseroan telah menetapkan target pendapatan dan pertumbuhan laba bersih sebesar 10% di tahun 2023. Target tersebut dicanangkan dengan mempertimbangkan dampak dari situasi ekonomi makro yang diperkirakan akan bergejolak tahun ini. Perseroan melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka sehingga ekspansi bisnis tetap terus dilakukan.

"Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, pasti akan ada hal positif yang bisa kita ambil. Kita akan tetap menambah produk lebih banyak lagi dan lebih memperluas pasar, karena dalam masa sulit biasanya kompetitor akan memperlambat atau mengurangi investasinya, sementara kita ingin tetap agresif," tambah Susanto Djaja.

Sementara itu, sebagai bagian dari partisipasi Perseroan untuk memberikan literasi digital, keterampilan digital, dan persiapan kerja kepada masyarakat Indonesia, MTDL telah bergabung dalam kegiatan kemitraan strategis Microsoft dengan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.

Melalui Metrodata Academy, sebuah divisi dari anak perusahan Perseroan yaitu PT Mitra Integrasi Informatika, MTDL telah bergabung bersama beberapa perusahaan IT lainnya di Satu Talenta, sebuah komunitas LinkedIn besutan Microsoft yang dimaksudkan utnuk menjadi tempat bertemunya talenta-talenta digital Indonesia yang telah memiliki sertifikasi Microsoft.

Di komunitas tersebut, mereka dapat mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia kerja, mulai dari keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri, networking dengan perusahaan atau institusi, hingga berbagi lowongan pekerjaan.

Satu Talenta merupakan bagian dari program Skills for Jobs Indonesia, sebuah program kemitraan strategis Microsoft dengan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, yang baru saja diluncurkan. Skills for Jobs Indonesia adalah sebuah program yang bertujuan memberikan literasi digital, keterampilan digital, dan persiapan kerja gratis kepada sedikitnya satu juta masyarakat Indonesia sampai dengan tahun 2024 mendatang. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) Catat Penjualan Neto Rp525,73 Miliar Hingga Juni 2022


PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) mencatat penjualan neto Rp525,73 miliar hingga periode 30 Juni 2022 naik dari Rp393,75 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, laba kotor diraih Rp62,36 miliar usai mencatat rugi kotor Rp5,09 miliar tahun sebelumnya.

Laba usaha diraih Rp22,88 miliar dari rugi usaha yang tercatat Rp65,37 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak berhasil diraih Rp2,64 miliar dari rugi sebelum pajak Rp85,92 miliar tahun sebelumnya.

Laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp2,58 miliar dari rugi neto Rp83,99 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp1,59 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari total aset Rp1,49 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT. Indonesia Pondasi Raya Tbk Tingkatkan Modal Anak Usaha


PT. Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) emiten yang bergerak di bidang konstruksi pondasi meningkatkan modal anak usaha yaitu PT. Rekagunatek Persada pada tanggal 21 September 2021.

"IDPR meningkatkan modal anak usahanya tersebut sebesar Rp50 miliar yang bersumber dari dana internal perseroan,"tegas Dwijanto Corporate Secretary IDPR, Selasa (21/9).

Dengan disetornya modal tersebut, IDPR ingin mengembangkan kegiatan usahanya dibidang Beton Pracetak (Precast) sehubungan dengan proyek-proyek yang didapatkan dan prospek usaha yang baik.(end/ar)

Sumber: IQPLUS

Analisa Saham IDPR | 22 September 2021


Analisa Saham IDPR

Saham IDPR pada tanggal 21 September 2021 ditutup menguat pada harga 228, naik 1,78%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 212% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah sideway

Rekomendasi dari kami adalah beli jika di atas 232

Jika naik di atas 256 maka berpeluang ke 306

Jika turun di bawah 220 maka berpeluang ke 210

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) tingkatkan modal di PT Rekagunatek Persada

IQPlus, (11/03) - PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) meningkatkan modal di entitas anak perseroan yaitu PT Rekagunatek Persada pada 9 Maret 2020.

Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan, jumlah besaran peningkatan modal Rp50 miliar dimana dana setoran berasal dari dana internal perseroan.

Dana itu akan digunakan PT Rekagunatek persada untuk mengembangkan kegiatan usahanya di bidang Beton Pracetak (PrecasT) sehubungan dengan proyek-proyek yang didapatkan dan prospek usaha yang baik. (end)

Pendapatan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) per 30 Juni 2018


IQPlus, (26/07) - PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) alami penurunan pendapatan sebesar 25,3 persen hingga periode yang berakhir 30 Juni 2018 menjadi Rp363,27 miliar dibandingkan pendapatan Rp486,93 miliar di periode sama tahun sebelumya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp275,86 miliar dari beban pokok pendapatan Rp348,81 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp87,40 miliar dari laba kotor Rp138,12 miliar tahun sebelumnya.

Laba operasional turun menjadi Rp20,96 miliar dari laba operasional Rp77,06 miliar sedangkan laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp17,88 miliar dari laba sebelum beban pajak tahun sebelumnya yang Rp68,91 miliar.

Laba tahun berjalan yang didistribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp16,25 miliar dari laba Rp67,27 miliar hingga Juni tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp1,80 triliun hingga 30 Juni 2018 turun tipis dari total aset Rp1,84 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)