Tampilkan postingan dengan label Saham MFIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham MFIN. Tampilkan semua postingan

Pefindo Tegaskan Peringkat PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) Di idA


PEFINDO menegaskan peringkat PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) serta obligasi yang diterbitkan di .idA. serta peringkat atas sukuk yang masih beredar di "idA(sy)". Prospek perusahaan adalah "stabil".

Kesiapan Perusahaan untuk melunasi kewajiban Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2021 Tahap II Seri A sebesar Rp453,5 miliar yang akan jatuh tempo pada 13 Juli 2023 ini didukung oleh saldo kas dan setara kas sebesar Rp1,5 triliun pada akhir Desember 2022.

Peringkat tersebut mencerminkan permodalan Perusahaan yang sangat kuat, kinerja profitabilitas yang kuat, dan posisi Perusahaan yang baik di bisnis motor di luar Jawa.

Namun, peringkat ini dibatasi oleh kualitas asset yang moderat dan ketatnya persaingan di industri.

Peringkat dapat dinaikkan jika Mandala Finance secara konsisten dapat memperkuat posisi pasarnya di dalam industri, dan secara bersamaan terus memperbaiki indikator kualitas aset Perusahaan.

Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan jika profil bisnis Perusahaan melemah secara signifikan, atau jika kinerja kualitas aset memburuk serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan mengalami pelemahan yang substantial.

Mandala Finance adalah perusahaan pembiayaan yang memberikan pembiayaan untuk motor baru dan bekas. Pemegang saham mayoritas Mandala Finance, P Jayamandiri Gemasejati, dan perusahaan afiliasinya, PT Lautan Teduh Interniaga, merupakan agen penjual Yamaha di Jawa Barat dan Lampung. Mandala Finance tidak hanya membiayai motor Yamaha saja, namun Perusahaan juga membiayai merekmerek lain seperti Honda dan Suzuki.

Per 31 Desember 2022, Mandala Finance dimiliki oleh PT Jayamandiri Gemasejati (70,42%), Alex Hendrawan (5,06%), dan publik (24,52%). (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT MANDALA MULTIFINANCE RAIH PENDAPATAN Rp828,91 MILIAR HINGGA JUNI 2021


PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) meraih pendapatan Rp828,91 miliar hingga periode 30 Juni 2021 naik dari pendapatan Rp826,64 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban turun menjadi Rp586,78 miliar dari Rp669,19 miliar.

Sedangkan laba sebelum pajak tercatat Rp242,13 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp157,44 miliar.

Laba bersih tahun berjalan tercatat Rp189,29 miliar naik dari laba bersih Rp122,71 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp4,46 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik dari total aset Rp4,21 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

[MFIN] PT Mandala Multifinance Tbk. Siapkan Dana Bayar Obligasi Jatuh Tempo


PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) telah menyiapkan dana untuk pembayaran obligasi yang akan jatuh tempo pada 12 April 2021.

Menurut keterangan tertulis Harryjanto Lasmana Direktur Utama MFIN menyampaikan bahwa perseroan telah menyiapkan dana untuk pembayaran obligasi sebesar Rp100 miliar, dana tersebut tersedia pada saat akan jatuh tempo sesuai ketentuan yaitu pada tanggal 9 April 2021 dengan sumber dana pembayaran berasal dari kas internal perseroan.

Harryjanto menambahkan "Sampai saat ini tidak ada keputusan atau hal penting lainnya yang dilakukan oleh Manajemen terkait hal-hal tersebut di atas," pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

PT Mandala Multifinance Tbk Prospeknya Negatif | Saham MFIN

IQPlus, (06/04) - PEFINDO merevisi prospek peringkat PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) menjadi "negatif" dari sebelumnya "stabil". PEFINDO menegaskan peringkat kredit korporasi PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) dan Obligasi Berkelanjutan III Mandala Finance yang masih beredar di "idA".

Menurut keterangan yang diperoleh Senin, revisi ini mencerminkan kekhawatiran PEFINDO terkait penyebaran COVID-19 yang akan berdampak signifikan terhadap industri pembiayaan dalam hal pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitasTanpa pembiayaan baru yang signifikan, sumber arus kas masuk sebagian besar akan berasal dari angsuran piutang pembiayaan yang juga rentan terhadap penurunan kualitas aset dalam kondisi ekonomi yang lemah.

Pada gilirannya, hal ini akan meningkatkan paparan pada risiko pembiayaan kembali untuk utang yang jatuh tempo, sehingga perusahaan-perusahaan pembiayaan menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pendanaannya di tengah risiko likuiditas.

Perusahaan-perusahaan pembiayaan independen lebih terpapar pada risiko tersebut dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki tautan pemegang saham ke perbankan yang memiliki keunggulan kompetitif dan akses ke pendanaan yang lebih stabil, menurut pandangan kami. Meskipun POJK 11/POJK.03/2020 yang baru dirilis memungkinkan perusahaan pembiayaan untuk merestruktur akun-akun yang terdampak COVID-19 untuk dapat mempertahankan rasio kualitas aset mereka, implementasinya juga memungkinkan terjadinya risiko moral hazard, di mana debiturdebitur yang tidak terpengaruh juga tidak melakukan pembayaran angsuran. 

Jika penyebaran COVID-19 ini berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, hal ini akan berdampak signifikan terhadap profil kredit Mandala Finance, mengingat sekitar 74% dari debitur Perusahaan adalah pekerja deng n pendapatan tidak tetap dari segmen berpenghasilan rendah ke menengah. Kami melihat segmen tersebut memiliki risiko tinggi dalam hal ketidakpastian kinerja pembayaran angsuran, terutama di tengah menurunnya kondisi ekonomi.

Walaupun Perusahaan membukukan lebih dari 80% dari portofolio pembiayaannya di wilayah luar Jawa yang dampak dari penyebaran COVID-19 belum terlalu signifikan dibandingkan di wilayah Jawa, kami mengantisipasi dampak tersebut akan bertambah besar dalam jangka pendek. Namun, sebagian dari risiko tersebut dimitigasi oleh kebijakan pembiayaan dan pengendalian pembayaran angsuran Mandala Finance yang ketat. 

BisnisPerusahaan yang menghasilkan marjin tinggi serta leverage yang konservatif juga akan memberikan dukungan tambahan bagiMandala Finance dalam memenuhi kewajiban keuangannya. PEFINDO akan terus memantau secara ketat perkembangan dari dampak COVID-19 ke kinerja Perusahaan.(end)

Saham MFIN | Peringkat Buruk PT Mandala Multifinance Tbk



PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prospek peringkat PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) menjadi "Negatif" dari sebelumnya "Stabil".

Revisi ini mencerminkan kekhawatiran Pefindo terkait dengan kenaikan risiko likuiditas di industri pembiayaan, khususnya perusahaan tidak memiliki hubungan afiliasi yang kuat dengan sumber dana yang berkelanjutan atau pemegang merek yang terkemuka sebagai sumber pasar captive.

"Naiknya kredit bermasalah dan gagal bayar dari perusahaan pembiayaan yang termasuk kategori tersebut dalam beberapa tahun terakhir, membuat bank dan investor menjadi sangat selektif dalama memberikan pendanaan," tulis Pefindo dalam siaran pers yang diterima, Kamis, .

Keterbatasan pendanaan menurut Pefindo dapat menghambat aktivitas pembiayaan baru untuk pendukung penciptaan pendapatan. Sebab, tanpa pembiayaan baru yang signifikan, sumber arus kas sebagian besar akan berasal dari pembayaran angsuran piutang yang rentan terhadap pelemahan kualitas aset.

Pefindo memperkirakan risiko tersebut masih tetap besar mengingat kondisi ekonomi makro yang masih kurang menguntungkan dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan suku bunga.

Adapun untuk peringkat perusahaan dan obligasi berkelanjutan III tahun 2018 Mandala Finance masih tetap berada di "idA". (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/mfin-pefindo-revisi-prospek-mandala-multifinance-jadi-negatif,90135142.html