Tampilkan postingan dengan label Saham SAPX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SAPX. Tampilkan semua postingan

PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) Kaji Rencana Aksi Korporasi Guna Perkuat Permodalan


PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX)
tengah bersiap untuk melangsungkan aksi korporasi di pasar modal. Hal itu terlihat dalam keterangan tertulis Manajemen SAPX, yang dikutip, Kamis (5/10).

Disebutkan bahwa SAPX melakukan pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Rencananya dalam aksi korporasi ini, Perseroan berniat menawarkan sebanyak-banyaknya 356.770.819 Saham Baru atau sebanyak sebesar 29,98% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PUT I.

Adapun nilai nilai nominal dalam perhelatan ini sebesar Rp100 setiap saham. Sementara harga dan target perolehan dana dari rights issue ini belum ditentukan.

Namun demikian rasionya, setiap pemegang 320 Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan 8 hari kerja setelah efektifnya Pernyataan Pendaftaran pukul 16.00 WIB berhak atas 137 dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. (end)
Sumber:iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) Raih Pinjaman Rp50 Miliar Dari Bank Maybank Untuk Memperkuat Modal Kerja


PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX)
telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Siaga senilai Rp50 miliar dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BMI).

Presiden Direktur SAPX, Budiyanto Darmastono menuturkan, pembiayaan tersebut terbagi menjadi 2 fasilitas pembiayaan, yakni Pembiayaan Promes Berulang Musyarakah (PPB) 1 sebesar Rp25 miliar dengan tingkat bagi hasil 8,5% per tahun. Dan yang kedua, Pembiayaan Promes Berulang Musrakah (PPB) 2 sebesar Rp25 miliar dengan tingkat bagi hasil 8,25% per tahun.

"Pembiayaan Promes BErulang Musyarakh ini merupakan program pembiayaan modal kerja jangka pendek yang terstruktur sesuai kebutuhan usaha yang ditawarkan oleh pihak BMI," kata Budiyanto dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Rabu (23/8).

Ia menambahkan, fasilitas pembiayaan tersebut akan digunakan sebagai dana siaga untuk menunjang modal kerja perseroan dalam bidang jasa kirim paket dan barang.

"Perseroan akan melakukan penetrasi operasional yang lebih, dalam bidang pengiriman paket dan barang. Oleh karena itu, dibutuhkan dana siaga untuk menunjang aktivitas tersebut," tegasnya.

"Perseroan hanya akan menggunakan pembiayaan siaga ini apabila diperlukan sesuai dengan kebutuhan operasional saja,"imbuhnya. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) Catat Pendapatan Sebesar Rp145,23 Miliar Hingga Maret 2023


PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX)
mencatat pendapatan sebesar Rp145,23 miliar hingga periode 31 Maret 2023 turun dari pendapatan Rp150,43 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban langsung naik menjadi Rp107,55 miliar dari Rp102,56 miliar dan laba bruto turun menjadi Rp37,67 miliar dari laba bruto Rp47,87 miliar tahun sebelumnya.

Meski beban usaha turun menjadi Rp36,99 miliar dari Rp40,03 miliar namun laba usaha juga ikut turun menjadi Rp679,61 juta dari laba usaha Rp7,84 miliar tahun sebelumnya.

Beban lain-lain neto diderita Rp276,41 juta dari pendapatan lain-lain neto Rp1,00 miliar dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp403,21 juta dari laba sebelum pajak Rp8,84 miliar.

Laba neto tahun berjalan tercatat Rp331,27 juta turun dari laba neto tahun berjalan Rp6,79 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp255,76 miliar hingga periode 31 Maret 2023 naik dari total aset Rp249,81 miliar hingga periode 31 Desember 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Edwin Widiantoro Mengundurkan Diri Sebagai Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk.(SAPX)


Edwin Widiantoro mengundurkan diri sebagai Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk.(SAPX).

Hal tersebut disampaikan oleh Budiyanto Darmastono Presiden Direktur SAPX Jumat (26/8) menyampaikan bahwa Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Edwin Widiantoro pada tanggal 1 September 2022.

Sebagai informasi, Edwin Widiantoro menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2019.

Budiyanto menambahkan selanjutnya SAPX akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk memutuskan pengunduran diri ini yang akan digelar paling lambat 90 hari setelah diterimanya pengunduran diri.
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

IPO PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX)


Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team

IPO PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX)

Pada hari ini (03/10/2018), PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT RHB Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

PT Satria Antaran Prima Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa pengiriman. SAP Express berencana dapat memperkuat struktur permodalannya guna merespon prospek bisnis industri jasa pengiriman (express delivery) sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang. Tahun depan SAPX berencana membuka 1.000 outlet di beberapa kabupaten, sehingga total cabang di 2019 akan mencapai lebih dari 1.200.

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 433.333.300 lembar saham baru atau sekitar 60.00% dari modal ditempatkan dan disetor, sedangkan harga penawaran Rp 250 per saham.

Pada IPO ini SAPX dapat mengantongi dana sebesar Rp 108,3 miliar.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO saham ini akan digunakan untuk:

- 61,5% melunasi obligasi konversi yang diterbitkan pada 24 November 2016 dan akan jatuh tempo 2021.

- 38,5% untuk modal kerja dan pengembangan bisnis seperti mengembangkan pasar dan membangun jaringan divisi ritel dan berencana menambah fasilitas gudang.