Tampilkan postingan dengan label Saham SCNP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SCNP. Tampilkan semua postingan

PT. Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk Tandatangani Perjanjian Pengembangan Alat Kesehatan

PT. Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk Tandatangani Perjanjian Pengembangan Alat Kesehatan


PT. Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk. (SCNP) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung serta Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan kita pada tanggal 4 Oktober 2021.

"Kerjasama tersebut mengenai pendampingan dan penelitian validasi dalam rangka pengembangan alat kesehatan yang sedang dikembangkan bersama-sama oleh SCNP, ITB dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita,"tutur Liris Suryanto Wakil Direktur Utama SCNP, Rabu (6/10).

Lebih Lanjut Liris memaparkan perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 1 tahun terhitung sejak tanggal penandatangan yaitu pada tanggal 4 Oktober 2021.

Kerjasama ini merupakan salah salah bentuk realisasi SCNP dalam melaksanakan diversifikasi produk yakni produk dan alat kesehatan yang diharapkan kedepannya dapat diproduksi secara massal sehingga dapat meningkatkan kinerja perseroan di masa mendatang.

"Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha SCNP,"pungkasnya.(end/ar)

Sumber: IQPLUS

SELARAS CITRA CATAT KERUGIAN HINGGA PERIODE MARET 2021


PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) mencatat rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,98 miliar hingga periode 31 Maret 2021 dibandingkan laba Rp1,79 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, penjualan meningkat menjadi Rp85,36 miliar dari Rp72,74 miliar tahun sebelumnya.

Laba kotor tercatat sebesar Rp8,77 miliar naik dari laba Kotor Rp7,18 miliar tahun sebelumnya.

Beban operasional tercatat sebesar Rp14,57 miliar turun dari Rp14,87 miliar Dan rugi operasional tercatat sebesar Rp5,79 miliar turun dari rugi operasional Rp7,69 miliar.

Rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp4,36 miliar usai mencatat laba sebelum pajak Rp3,26 miliar tàhun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp469,74 miliar hingga periode 31 Maret 2021 Naik dari Rp465,43 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end)

Sumber: IQPLUS