PT Tunas Ridean Tbk (TURI) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp867 miliar pada 2023. Nilai daripada belanja modal tahun depan lebih besar dibandingkan dengan belanja modal tahun ini.
PT Tunas Ridean Tbk (TURI) Anggarkan Belanja Modal Rp867 Miliar Untuk Tahun 2023
PT Tunas Ridean Tbk (TURI) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp867 miliar pada 2023. Nilai daripada belanja modal tahun depan lebih besar dibandingkan dengan belanja modal tahun ini.
PT. Tunas Ridean Tbk. (TURI) Perpanjang Buyback Saham
PT. Tunas Ridean Tbk. (TURI) memperpanjang masa pembelian kembali saham Perseroan (buyback). Adapun periode Pembelian kembali saham dimulai sejak tanggal 12 September sampai dengan 12 Oktober 2022.
PT TUNAS RIDEAN MERAIH PENDAPATAN SEBESAR Rp5,61 TRILIUN HINGGA JUNI 2021
PT Tunas Ridean Tbk ( TURI) meraih pendapatan sebesar Rp5,61 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik darj pendapatan Rp4,46 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba kotor diraih sebesar Rp537,85 miliar naik dari laba kotor Rp428,36 miliar.
Sedangkan laba sebelum pajak diraih Rp271,01 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp141,35 miliar tahun sebelumnya.
Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp214,13 miliar meningkat dari laba Rp106,89 miliar tahun sebelumnya.
Tofal liabilitas mencapai Rp2,26 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik dari total liabilitas Rp1,89 triliun hingga periode 31 Desember 2020.
Total aset perseroan mencapai Rp6,36 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik dari togal aset Rp5,76 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)
Sumber: IQPLUS
Berita Saham TURI | 6 November 2017
PT Tunas RIdean Tbk (TURI) akan membagikan dividen interim tunai sebesar Rp5 per saham kepada para pemegang sahamnya pada 4 Desember 2017 mendatang.
Menurut keterangan KSEI Senin, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 9 dan 10 November 2017 sedangkan di pasar tunai 14 dan 15 November 2017 dengan DPS hingga 14 November 2017.
Laba perusahaan distributor dan penyewaan kendaraan ini hingga periode September 2017 alami penurunan 22 persen menjadi Rp332 miliar dibandingkan laba Rp423 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. (end)
IQPLUS
.png)
.png)
