google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 22 Desember 2016 IHSG Penutupan by YP Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 22 Desember 2016 IHSG Penutupan by YP


(Investment Information Team,  Daewoo Securities Indonesia)

IHSG melemah selama delapan hari berturut-turut sejak perdagangan pekan lalu. Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup melemah 68 poin (-1.34%) ke level 5,042.87, yang merupakan level penutupan terendahnya sejaknya 15 November. Seluruh sektor kompak ditutup melemah dipimpin oleh sektor basic industry dan consumer yang melemah terdalam diantara sektor lain dengan ditutup turun masing-masing 2.05% dan 1.99%. Hingga akhir perdagangan tercatat 80 saham menguat dan 267 saham melemah. Bursa saham Asia ditutup melemah tiga hari berturut-turut mengikuti pelemahan ekuitas US dan seiring dengan harga minyak mentah yang berada di bawah $53 per barel. Investor asing kembali mencatatkan aksi beli dengan jumlah net buy Rp427 miliar di seluruh Pasar hari ini. Di akhir perdagangan, US Dollar menguat 0.07% terhadap Rupiah, sehingga Rupiah ditutup melemah ke level Rp13,469 terhadap US Dollar.

Advance Stocks:

- GDST, BAJA: Penguatan harga saham didorong oleh sentimen positif dari dikeluarkannya peraturan oleh Menteri Perdagangan tentang ketentuan impor besi atau baja, baja paduan dan turunannya, dengan tujuan mencegah impor baja yang tidak diperlukan akibat oversupply. Peraturan tersebut dinilai akan menghambat masuknya besi dan baja impor ke Indonesia di tahun depan. Harga saham GDST ditutup menguat Rp5 (+4.31%) ke level Rp121, sementara harga saham BAJA ditutup menguat Rp22 (+6.43%) ke level Rp364 pada perdagangan hari ini.

- POOL: Harga saham POOL ditutup naik Rp10 (+0.47%) ke level Rp2.110 hari ini. POOL meraih laba bersih Rp21,57 miliar hingga periode September 2016 naik tajam dibandingkan laba bersih Rp13,97 miliar periode sama tahun sebelumnya, disebabkan oleh melonjaknya pendapatan menjadi Rp48,73 miliar dari Rp4,62 miliar tahun lalu. Laba bruto juga tercatat naik menjadi Rp46,28 miliar dari sebelumnya Rp2,11 miliar.

- ADRO: ADRO  akan membagikan dividen interim tahun buku 2016 sebesar US$60.773.327,8 kepada para pemegang sahamnya. Adapun cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 dan 29 Desember 2016 sedangkan di pasar tunai 3 dan 4 Januari 2017 dimana dividen akan dibayarkan pada 13 Januari 2017. Menutup perdagangan hari ini, harga saham ADRO menguat Rp10 (+0.59%) ke level Rp1.680.

Decline Stocks:

- ANTM: Harga saham ANTM ditutup melemah Rp25 (-2.82%) ke level Rp860 hari ini. ANTM menyatakan menunda eksplorasi nikel di Filipina. Sebagai gantinya, perusahaan mengalihkan fokus ekspansi usaha ke Malaysia. Malaysia dipilih karena ekspor ore dari negeri jiran itu melesat pasca Indonesia memberlakukan kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah. Selain itu, ANTM berencana membangun pabrik peleburan bijih nikel kadar rendah alias blast furnace di tempat yang sama dengan pabrik feronikel di Halmahera Timur. Pabrik ini akan mengolah nikel menjadi nickel pig iron (NIP) dengan kapasitas produksi 80.000 ton.

- TINS: Harga saham TINS ditutup melemah untuk hari keempat pada pekan ini. Melemahnya harga saham TINS sebesar Rp35 (-3.09%) ke level Rp1,095 pada hari ini, dipicu oleh meningkatnya persediaan timah di London Metal Exchange (LME) sebesar 3.2% ke level tertingginya sejak 27 September.

- WIKA: Harga saham WIKA ditutup melemah Rp80 (-3.33%) ke level Rp2,320 hari ini, merupakan pelemahan hari kelima, meskipun perseroan menargetkan kenaikan penjualan hingga 32.81% dan pertumbuhan kontrak baru hingga 26.3% pada tahun depan seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur yang diprediksi akan terus terjadi di tahun depan.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...