google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Right Issue BUMI 18 Mei 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Right Issue BUMI 18 Mei 2017

Berikut ringkasan terkait right issue BUMI dengan HMETD:

Jadwal:

Cumdate di pasar regular : 5 Juni 2017
Exdate di pasar regular : 6 Juni 2017
Recording date : 8 Juni 2017
Distribution date : 12 Juni 2017
Maturity Date  : 16 Juni 2017

Rasio : 100:78 yang berarti 100 lembar saham BUMI akan mendapat 78 HMETD seri A.
Jumlah saham dalam Right issue : 28.75 miliar lembar
Harga pelaksanaan  : Rp 926.16 per lembar.
Total dana right issue  : Rp 26.62 triliun.

Dalam right issue ini BUMI juga menggelar Obligasi Wajib Konversi (OWK) dalam bentuk tanpa warkat (Scripless). 

Harga Pelaksanaan OWK  : Rp 1 per lembar
Rasio  : 100:23.089 yang berarti 100 lembar saham BUMI akan mendapat 23.089 HMETD seri B.
Total Nilai : Rp 8.45 triliun
Jangka Waktu konversi : 7 tahun 

Harga Pelaksanaan Hingga tahun 7  : 
Tahun 1 & 2: Rp 1.204

Tahun 3 : Rp 926.16 dibandingkan dengan harga rata-rata saham BUMI selama 6 bulan terakhir sebelum hari pertama tahun 3, mana yang lebih rendah.

Tahun 4 : Rp 926.16 dibandingkan dengan harga rata-rata saham BUMI selama 6 bulan terakhir sebelum hari pertama tahun 4, mana yang lebih rendah.

Tahun 5 : Rp 926.16 dibandingkan dengan harga rata-rata saham BUMI selama 6 bulan terakhir sebelum hari pertama tahun 5, mana yang lebih rendah.

Kesimpulan: 

100 lembar saham induk BUMI akan mendapatkan HMETD 78 lembar yang dapat diexercise menjadi saham BUMI dengan harga Rp 926.16 sehingga setiap pemegang 1 (satu) lot saham BUMI harus mengeluarkan dana sebesar Rp 72.240,48 apabila melaksanakan haknya. Namun diperkirakan pemegang saham tidak akan melaksanakan haknya karena harga saham induk BUMI yang lebih menarik di pasar regular. Selain itu Pemegang Saham induk BUMI dapat memperoleh 23.089 HMETD seri B untuk mendapatkan OWK.

Harga saham induk BUMI akan berubah dengan adanya right issue dengan asumsi harga saham lama sebesar Rp 350:
Harga teoritis: ((Rp 350  36.627.020.427 lembar) + (Rp 926.16  28.750.928.802 lembar)) / (36.627.020.427 + 28.750.928.802) = Rp 603.37.

Sehingga harga saham induk BUMI setelah right issue menjadi Rp 603 per saham.

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...